<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Zelensky Klaim Ukraina Miliki 700 Ribu Tentara yang Bertempur Lawan Rusia</title><description>Pasukan Rusia di Ukraina diperkirakan hanya berjumlah 100.000 hingga 150.000 personel.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/05/22/18/2598306/zelensky-klaim-ukraina-miliki-700-ribu-tentara-yang-bertempur-lawan-rusia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/05/22/18/2598306/zelensky-klaim-ukraina-miliki-700-ribu-tentara-yang-bertempur-lawan-rusia"/><item><title>Zelensky Klaim Ukraina Miliki 700 Ribu Tentara yang Bertempur Lawan Rusia</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/05/22/18/2598306/zelensky-klaim-ukraina-miliki-700-ribu-tentara-yang-bertempur-lawan-rusia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/05/22/18/2598306/zelensky-klaim-ukraina-miliki-700-ribu-tentara-yang-bertempur-lawan-rusia</guid><pubDate>Minggu 22 Mei 2022 15:42 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/05/22/18/2598306/zelensky-klaim-ukraina-miliki-700-ribu-tentara-yang-bertempur-lawan-rusia-lBYmxl1DvM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Reuters.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/05/22/18/2598306/zelensky-klaim-ukraina-miliki-700-ribu-tentara-yang-bertempur-lawan-rusia-lBYmxl1DvM.jpg</image><title>Foto: Reuters.</title></images><description>KIEV &amp;ndash; Presiden Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa ukuran militer Ukraina sekarang hampir enam kali lebih besar daripada pada awal konflik antara Kiev dan Moskow. Jumlah yang diklaim Zelensky jauh di atas besarnya pasukan Rusia yang saat ini dilaporkan berada di Ukraina.
&amp;ldquo;Kami membutuhkan lebih dari 250.000 atau 260.000 tentara, tetapi hanya ada sekira 120.000 pasukan siap tempur di Ukraina sebelum dimulainya operasi militer Rusia pada akhir Februari,&amp;rdquo; kata  Zelensky mengatakan kepada Ukraine 24 outlet pada Jumat (20/5/2022).
BACA JUGA:&amp;nbsp;2.439 Tentara Ukraina Menyerahkan Diri, Putin Janji Perlakukan Prajurit Sesuai Hukum Internasional

Presiden mencatat bahwa dia telah memberi perintah pada awal 2022 untuk meningkatkan jumlah tentara sebanyak 100.000 lagi &amp;ldquo;tidak peduli apakah kita punya uang atau tidak.&amp;rdquo; Tetapi dia mengakui bahwa bahkan angka-angka itu tidak cukup untuk menghentikan militer Rusia.
&amp;ldquo;Hari ini 700.000. Sekarang Anda lihat hasil kerja 700.000 orang yang berjuang,&amp;rdquo; tambahnya sebagaimana dilansir RT.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Sekjen PBB Sebut Perang Ukraina Bisa Memicu Kelaparan Dunia

Jumlah itu jauh lebih besar dibandingkan pasukan Rusia di Ukraina yang jumlahnya diperkirakan antara 100.000 hingga 150.000.
Zelensky memerintahkan mobilisasi umum setelah dimulainya konflik, dengan mengatakan bahwa semua pria berusia antara 18 dan 60 tahun harus tinggal di negara itu dan berperang.Awal pekan ini, sebuah undang-undang diajukan ke parlemen Ukraina yang menyerukan agar para pria yang masih berhasil melarikan diri dan gagal kembali ke negara itu dalam waktu 30 hari untuk dicabut kewarganegaraannya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNS8yMS8xLzE0ODI1MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Rusia menyerang negara tetangganya hampir tiga bulan lalu, menyusul kegagalan Ukraina untuk menerapkan persyaratan perjanjian Minsk, yang pertama kali ditandatangani pada 2014, dan pengakuan akhirnya Moskow atas Republik Donbass, Donetsk dan Lugansk. Protokol yang diperantarai Jerman dan Prancis dirancang untuk memberikan status khusus kepada daerah-daerah yang memisahkan diri di dalam negara Ukraina.
</description><content:encoded>KIEV &amp;ndash; Presiden Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa ukuran militer Ukraina sekarang hampir enam kali lebih besar daripada pada awal konflik antara Kiev dan Moskow. Jumlah yang diklaim Zelensky jauh di atas besarnya pasukan Rusia yang saat ini dilaporkan berada di Ukraina.
&amp;ldquo;Kami membutuhkan lebih dari 250.000 atau 260.000 tentara, tetapi hanya ada sekira 120.000 pasukan siap tempur di Ukraina sebelum dimulainya operasi militer Rusia pada akhir Februari,&amp;rdquo; kata  Zelensky mengatakan kepada Ukraine 24 outlet pada Jumat (20/5/2022).
BACA JUGA:&amp;nbsp;2.439 Tentara Ukraina Menyerahkan Diri, Putin Janji Perlakukan Prajurit Sesuai Hukum Internasional

Presiden mencatat bahwa dia telah memberi perintah pada awal 2022 untuk meningkatkan jumlah tentara sebanyak 100.000 lagi &amp;ldquo;tidak peduli apakah kita punya uang atau tidak.&amp;rdquo; Tetapi dia mengakui bahwa bahkan angka-angka itu tidak cukup untuk menghentikan militer Rusia.
&amp;ldquo;Hari ini 700.000. Sekarang Anda lihat hasil kerja 700.000 orang yang berjuang,&amp;rdquo; tambahnya sebagaimana dilansir RT.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Sekjen PBB Sebut Perang Ukraina Bisa Memicu Kelaparan Dunia

Jumlah itu jauh lebih besar dibandingkan pasukan Rusia di Ukraina yang jumlahnya diperkirakan antara 100.000 hingga 150.000.
Zelensky memerintahkan mobilisasi umum setelah dimulainya konflik, dengan mengatakan bahwa semua pria berusia antara 18 dan 60 tahun harus tinggal di negara itu dan berperang.Awal pekan ini, sebuah undang-undang diajukan ke parlemen Ukraina yang menyerukan agar para pria yang masih berhasil melarikan diri dan gagal kembali ke negara itu dalam waktu 30 hari untuk dicabut kewarganegaraannya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNS8yMS8xLzE0ODI1MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Rusia menyerang negara tetangganya hampir tiga bulan lalu, menyusul kegagalan Ukraina untuk menerapkan persyaratan perjanjian Minsk, yang pertama kali ditandatangani pada 2014, dan pengakuan akhirnya Moskow atas Republik Donbass, Donetsk dan Lugansk. Protokol yang diperantarai Jerman dan Prancis dirancang untuk memberikan status khusus kepada daerah-daerah yang memisahkan diri di dalam negara Ukraina.
</content:encoded></item></channel></rss>
