<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KSAD Groundbreaking Pembangunan Masjid Syarif Abdurahman di Cirebon</title><description>Masjid tersebut direncanakan akan dibangun dengan luas bangunan panjang 41 meter dan lebar 41 meter dengan luas tanah 1.681 M2.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/05/25/337/2599780/ksad-groundbreaking-pembangunan-masjid-syarif-abdurahman-di-cirebon</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/05/25/337/2599780/ksad-groundbreaking-pembangunan-masjid-syarif-abdurahman-di-cirebon"/><item><title>KSAD Groundbreaking Pembangunan Masjid Syarif Abdurahman di Cirebon</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/05/25/337/2599780/ksad-groundbreaking-pembangunan-masjid-syarif-abdurahman-di-cirebon</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/05/25/337/2599780/ksad-groundbreaking-pembangunan-masjid-syarif-abdurahman-di-cirebon</guid><pubDate>Rabu 25 Mei 2022 04:57 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/05/25/337/2599780/ksad-groundbreaking-pembangunan-masjid-syarif-abdurahman-di-cirebon-ccZtubJbn1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">KSAD Jenderal Dudung Abduracman (Foto: MNC Portal)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/05/25/337/2599780/ksad-groundbreaking-pembangunan-masjid-syarif-abdurahman-di-cirebon-ccZtubJbn1.jpg</image><title>KSAD Jenderal Dudung Abduracman (Foto: MNC Portal)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman melakukan prosesi peletakan batu pertama atau groundbreaking tanda dimulainya pembangunan Masjid Syarif Abdurahman di Desa Astana Kecamatan Gunungjati, Cirebon, Jawa Barat, Selasa 24 Mei 2022.
Masjid tersebut direncanakan akan dibangun dengan luas bangunan panjang 41 meter dan lebar 41 meter dengan luas tanah 1.681 M2.
Dalam kesempatan itu, Dudung juga menerima wejangan dari Habib Tohir Bin Yahya yang berisikan wasiat dari Sunan Gunung Jati 'Ingsun Titip Tajug lan Fakir Miskin' yang berarti saya titip tajug (istilah musala atau langgar yang dipergunakan pula buat sholat dan mengaji di Cirebon) dan fakir miskin.
Dudung mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu mulai dari proses perizinan hingga proses perencanaan, sehingga pada pembangunan masjid Syarif Abdurahman akan dilaksanakan.
Baca juga:&amp;nbsp;Bertemu Panglima Angkatan Darat Singapura, Dudung: Kerja Sama Terus Terjalin dan Ditingkatkan
Ia menambahkan bahwa asal mula keinginannya dalam membangun masjid ini muncul sejak Alumni Akmil 88 tersebut masih berpangkat Kapten. Saat itu, lanjut dia, dirinya ingin menjadikan masjid yang berada di area pemakaman Sunan Gunung Jati tersebut lebih besar dan bagus, karena sebelumnya terlihat kecil dan sempit.
Sebagai salah satu putra Cirebon yang masih ada keturunan dari Sunan Gunung Jati, ia pun merasa terpanggil untuk membangun masjid yang lebih besar dan bagus.
Baca juga:&amp;nbsp;KSAD Gelar MTQ Nasional TNI AD, Qoriah: Kegiatan Rasa Internasional
&amp;ldquo;Saya ada darah keturunan Sunan Gunung Jati yaitu Syarif Hidayatullah. Ibunya bapak saya, Hindun adalah keturunan ke-15 dari Sunan Gunung Jati, sehingga saya ingin membangun masjid yang lebih luas dan bagus di area pemakaman Sunan Gunung Jati,&amp;rdquo; ujarnya.Menurut dia, Masjid Syarif Abdurahman dibangun tidak serta merta oleh orang-orang yang beragama Islam tetapi ada juga oleh orang nonmuslim, seperti Brigjen TNI I Nengah Wiraatmaja yang beragama Hindu dan bertugas sebagai pimpinan pembangunan masjid tersebut.
&amp;ldquo;Kita ambil ilmunya, karena beliau pernah membangun masjid Pak Moeldoko. Dan saya meyakini di Cirebon ini torelansi antarumat beragamanya sangat baik,&amp;rdquo; ungkapnya.
Dudung pun berpesan supaya masjid yang akan dibangun ini dapat dijaga dan memberikan manfaat bagi warga masyarakat sekitar, termasuk masyarakat yang berziarah ke makam Sunan Gunung Jati.
&amp;ldquo;Masjid ini milik kita bersama-sama, jadi bukan masjidnya Pak Dudung, bukan. Cuma namanya saja Syarif Abdurahman, Syarif itu diambil dari Syarif Hidayatullah dan Abdurahman itu diambil dari Syeh Abdurahman,&amp;rdquo; tegas Dudung.
KSAD juga mengingatkan agar kepala daerah harus mengetahui segala kesulitan yang dihadapi rakyatnya, sekaligus menegaskan bahwa TNI AD siap dilibatkan dalam pembangunan untuk mengatasi kesulitan rakyat, karena itu tertuang di dalam tujuh perintah hariannya kepada seluruh prajurit TNI AD.
Hadir dalam acara ini diantaranya Pangdam III/Siliwangi Mayor Jenderal TNI Kunto Arief Wibowo, Danrem 063/SGJ Kolonel Inf Dany Rakca Andalasawan, Bupati Cirebon Drs. H. Imron Rosyadi, M.Ag., beserta Forkopimda, Pengasuh Ponpes Khas Kempek Habib Tohir dan Habib Mustafa Ali, Pengasuh Ponpes Benda Kerep Ustadz Ismail dan KH. Anas.
Baca juga:&amp;nbsp;KSAD Minta Prajurit Kopassus Bijak Bermedsos: Agar Kegiatan Rahasia Tak Bocor</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman melakukan prosesi peletakan batu pertama atau groundbreaking tanda dimulainya pembangunan Masjid Syarif Abdurahman di Desa Astana Kecamatan Gunungjati, Cirebon, Jawa Barat, Selasa 24 Mei 2022.
Masjid tersebut direncanakan akan dibangun dengan luas bangunan panjang 41 meter dan lebar 41 meter dengan luas tanah 1.681 M2.
Dalam kesempatan itu, Dudung juga menerima wejangan dari Habib Tohir Bin Yahya yang berisikan wasiat dari Sunan Gunung Jati 'Ingsun Titip Tajug lan Fakir Miskin' yang berarti saya titip tajug (istilah musala atau langgar yang dipergunakan pula buat sholat dan mengaji di Cirebon) dan fakir miskin.
Dudung mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu mulai dari proses perizinan hingga proses perencanaan, sehingga pada pembangunan masjid Syarif Abdurahman akan dilaksanakan.
Baca juga:&amp;nbsp;Bertemu Panglima Angkatan Darat Singapura, Dudung: Kerja Sama Terus Terjalin dan Ditingkatkan
Ia menambahkan bahwa asal mula keinginannya dalam membangun masjid ini muncul sejak Alumni Akmil 88 tersebut masih berpangkat Kapten. Saat itu, lanjut dia, dirinya ingin menjadikan masjid yang berada di area pemakaman Sunan Gunung Jati tersebut lebih besar dan bagus, karena sebelumnya terlihat kecil dan sempit.
Sebagai salah satu putra Cirebon yang masih ada keturunan dari Sunan Gunung Jati, ia pun merasa terpanggil untuk membangun masjid yang lebih besar dan bagus.
Baca juga:&amp;nbsp;KSAD Gelar MTQ Nasional TNI AD, Qoriah: Kegiatan Rasa Internasional
&amp;ldquo;Saya ada darah keturunan Sunan Gunung Jati yaitu Syarif Hidayatullah. Ibunya bapak saya, Hindun adalah keturunan ke-15 dari Sunan Gunung Jati, sehingga saya ingin membangun masjid yang lebih luas dan bagus di area pemakaman Sunan Gunung Jati,&amp;rdquo; ujarnya.Menurut dia, Masjid Syarif Abdurahman dibangun tidak serta merta oleh orang-orang yang beragama Islam tetapi ada juga oleh orang nonmuslim, seperti Brigjen TNI I Nengah Wiraatmaja yang beragama Hindu dan bertugas sebagai pimpinan pembangunan masjid tersebut.
&amp;ldquo;Kita ambil ilmunya, karena beliau pernah membangun masjid Pak Moeldoko. Dan saya meyakini di Cirebon ini torelansi antarumat beragamanya sangat baik,&amp;rdquo; ungkapnya.
Dudung pun berpesan supaya masjid yang akan dibangun ini dapat dijaga dan memberikan manfaat bagi warga masyarakat sekitar, termasuk masyarakat yang berziarah ke makam Sunan Gunung Jati.
&amp;ldquo;Masjid ini milik kita bersama-sama, jadi bukan masjidnya Pak Dudung, bukan. Cuma namanya saja Syarif Abdurahman, Syarif itu diambil dari Syarif Hidayatullah dan Abdurahman itu diambil dari Syeh Abdurahman,&amp;rdquo; tegas Dudung.
KSAD juga mengingatkan agar kepala daerah harus mengetahui segala kesulitan yang dihadapi rakyatnya, sekaligus menegaskan bahwa TNI AD siap dilibatkan dalam pembangunan untuk mengatasi kesulitan rakyat, karena itu tertuang di dalam tujuh perintah hariannya kepada seluruh prajurit TNI AD.
Hadir dalam acara ini diantaranya Pangdam III/Siliwangi Mayor Jenderal TNI Kunto Arief Wibowo, Danrem 063/SGJ Kolonel Inf Dany Rakca Andalasawan, Bupati Cirebon Drs. H. Imron Rosyadi, M.Ag., beserta Forkopimda, Pengasuh Ponpes Khas Kempek Habib Tohir dan Habib Mustafa Ali, Pengasuh Ponpes Benda Kerep Ustadz Ismail dan KH. Anas.
Baca juga:&amp;nbsp;KSAD Minta Prajurit Kopassus Bijak Bermedsos: Agar Kegiatan Rahasia Tak Bocor</content:encoded></item></channel></rss>
