<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dari Crowdfunding Hingga Pinjol, Cara Kelompok Teror Menghimpun Dana</title><description>Kelompok itu diantaranya melakukan penggalangan dana melalu crowdfunding hingga pinjaman online (pinjol)</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/05/26/337/2600810/dari-crowdfunding-hingga-pinjol-cara-kelompok-teror-menghimpun-dana</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/05/26/337/2600810/dari-crowdfunding-hingga-pinjol-cara-kelompok-teror-menghimpun-dana"/><item><title>Dari Crowdfunding Hingga Pinjol, Cara Kelompok Teror Menghimpun Dana</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/05/26/337/2600810/dari-crowdfunding-hingga-pinjol-cara-kelompok-teror-menghimpun-dana</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/05/26/337/2600810/dari-crowdfunding-hingga-pinjol-cara-kelompok-teror-menghimpun-dana</guid><pubDate>Kamis 26 Mei 2022 19:20 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/05/26/337/2600810/dari-crowdfunding-hingga-pinjol-cara-kelompok-teror-menghimpun-dana-HgT0Et2smd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi/ Doc: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/05/26/337/2600810/dari-crowdfunding-hingga-pinjol-cara-kelompok-teror-menghimpun-dana-HgT0Et2smd.jpg</image><title>Ilustrasi/ Doc: Okezone</title></images><description>JAKARTA - Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan mengungkapkan, kelompok terorisme juga memanfaatkan perkembangan teknologi finansial untuk menghimpun dana demi mendukung kegiatan mereka.

&quot;Perkembangan teknologi seyogyanya bermanfaat positif bagi kehidupan mausia, namun adapula yang memanfaatkan secara negatif. Kelompok pendukung ISIS cenderung memanfaatkan kecanggihan teknologi untuk melaksanakan pendanaan terorisme,&quot; kata Ramadhan kepada awak media, Jakarta, Kamis (26/5/2022).

BACA JUGA:Polri: Ada Kelompok Teror yang Galang Dana Berkedok Kemanusiaan

Ramadhan menjelaskan, kelompok itu diantaranya melakukan penggalangan dana melalu crowdfunding hingga pinjaman online (pinjol). Menurut Ramadhan, mereka memanfaatkan media sosial untuk mencari sumbangan dari kelompoknya maupun orang umum.

&quot;Dengan mengatasnamakan sosial agama dan pendidikan, dengan mudah mendapatkan dana yang tidak sedikit dan cepat,&quot; ujar Ramadhan.

BACA JUGA:Perangi Terorisme, BNPT Gandeng Lembaga Internasional
Tak cukup di situ, kelompok teror ini pun dengan mudah mendapatkan dukungan dana dari luar negeri. Pada tahun 2016 misalnya, kelompok AD Surakarta mendapatkan kiriman dana dari Bahrunaim yang berada di Suriah untuk melaksanakan tindak pidana terorisme bom bunuh diri di Polres Surakarta.

Kemudian, kelompok teror juga memanfaatkan pinjaman online untuk mendapatkan dana demi menjalankan aktivitas mereka.

BACA JUGA:Mahasiswa Tersangka Teroris Terancam 5 Tahun Penjara

&quot;Pinjol, tahun 2019 kelompok AD Jawa Barat melakukan berbagai pinjaman online melalui berbagai jasa pinjol untuk mengumpulkan dana, mereka mampu mendapatkan belasan juta dari pinjol,&quot; tutup Ramadhan.
</description><content:encoded>JAKARTA - Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan mengungkapkan, kelompok terorisme juga memanfaatkan perkembangan teknologi finansial untuk menghimpun dana demi mendukung kegiatan mereka.

&quot;Perkembangan teknologi seyogyanya bermanfaat positif bagi kehidupan mausia, namun adapula yang memanfaatkan secara negatif. Kelompok pendukung ISIS cenderung memanfaatkan kecanggihan teknologi untuk melaksanakan pendanaan terorisme,&quot; kata Ramadhan kepada awak media, Jakarta, Kamis (26/5/2022).

BACA JUGA:Polri: Ada Kelompok Teror yang Galang Dana Berkedok Kemanusiaan

Ramadhan menjelaskan, kelompok itu diantaranya melakukan penggalangan dana melalu crowdfunding hingga pinjaman online (pinjol). Menurut Ramadhan, mereka memanfaatkan media sosial untuk mencari sumbangan dari kelompoknya maupun orang umum.

&quot;Dengan mengatasnamakan sosial agama dan pendidikan, dengan mudah mendapatkan dana yang tidak sedikit dan cepat,&quot; ujar Ramadhan.

BACA JUGA:Perangi Terorisme, BNPT Gandeng Lembaga Internasional
Tak cukup di situ, kelompok teror ini pun dengan mudah mendapatkan dukungan dana dari luar negeri. Pada tahun 2016 misalnya, kelompok AD Surakarta mendapatkan kiriman dana dari Bahrunaim yang berada di Suriah untuk melaksanakan tindak pidana terorisme bom bunuh diri di Polres Surakarta.

Kemudian, kelompok teror juga memanfaatkan pinjaman online untuk mendapatkan dana demi menjalankan aktivitas mereka.

BACA JUGA:Mahasiswa Tersangka Teroris Terancam 5 Tahun Penjara

&quot;Pinjol, tahun 2019 kelompok AD Jawa Barat melakukan berbagai pinjaman online melalui berbagai jasa pinjol untuk mengumpulkan dana, mereka mampu mendapatkan belasan juta dari pinjol,&quot; tutup Ramadhan.
</content:encoded></item></channel></rss>
