<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dianggap Menyepelekan, Sanggar SIHODA Kembalikan Bantuan Walikota Pematangsiantar</title><description>Dia menilai, bantuan sekecil itu terkesan menyepelekan niat tulus pihaknya untuk mempromosikan budaya Simalungun</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/05/26/608/2600845/dianggap-menyepelekan-sanggar-sihoda-kembalikan-bantuan-walikota-pematangsiantar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/05/26/608/2600845/dianggap-menyepelekan-sanggar-sihoda-kembalikan-bantuan-walikota-pematangsiantar"/><item><title>Dianggap Menyepelekan, Sanggar SIHODA Kembalikan Bantuan Walikota Pematangsiantar</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/05/26/608/2600845/dianggap-menyepelekan-sanggar-sihoda-kembalikan-bantuan-walikota-pematangsiantar</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/05/26/608/2600845/dianggap-menyepelekan-sanggar-sihoda-kembalikan-bantuan-walikota-pematangsiantar</guid><pubDate>Kamis 26 Mei 2022 20:37 WIB</pubDate><dc:creator>Ricky Susan (Koran Sindo)</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/05/26/608/2600845/dianggap-menyepelekan-sanggar-sihoda-kembalikan-bantuan-walikota-pematangsiantar-GF8D1U0OQA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Anggota sanggar SIHODA yang kecewa dengan Walikota/ Foto: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/05/26/608/2600845/dianggap-menyepelekan-sanggar-sihoda-kembalikan-bantuan-walikota-pematangsiantar-GF8D1U0OQA.jpg</image><title>Anggota sanggar SIHODA yang kecewa dengan Walikota/ Foto: Okezone</title></images><description>Pematangsiantar - Hanya dibantu Rp4,8 juta untuk biaya keberangkatan mengikuti XXVI International Folklore Festival Meeting di Polandia, Juli 2022 mendatang, Sanggar Tari Simalungun Home Dancer (SIHODA) mengembalikan bantuan pelaksana tugas (Plt) Walikota Pematangsiantar, Susanti Dewayani.

Founder Sanggar Tari SIHODA, Laura Sinaga mengaku pengembalian bantuan dari Plt Walikota Pematangsiantar, sebagai wujud kekecewaan yang mendalam.

Dia menilai, bantuan sekecil itu terkesan menyepelekan niat tulus pihaknya untuk mempromosikan budaya Simalungun di event internasional.

&quot;Sebelumnya pada acara penggalangan dana yang dilakukan sanggar SIHODA , Selasa (24/5/2022) lalu, sudah sampaikan biaya yang dibutuhkan ke Polandia sekitar Rp450 juta dan yang sudah terkumpul Rp200 juta,&quot; sebut Laura dalam sambungan telepon, Kamis (26/05/2022).

BACA JUGA:Erick Thohir: Negara Tidak Mungkin Maju Kalau Tak Ada Kebudayaan

Laura menjelaskan, usai acara penggalangan dana tersebut, Plt Walikota mengimbau untuk menemuinya di kantor walikota, Rabu 25 Mei 2022 dan mengatakan akan membantu sebagai solusi mmenutupi kekurangan dana yang dibutuhkan untuk berangkat ke Polandia.

Namun, karena kesibukan Plt Walikota tersebut, pihaknya diarahkan menemui Kabag Umum Setda Pemko Pematangsiantar dan diserahkan amplop berisi uang Rp4,8 juta.

&quot;Sanggar SIHODA bukan tidak tahu diri, namun justru karena Plt Walikota Susanti Dewayani kami nilai tidak menghargai dan mendukung upaya melestarikan budaya Simalungun. Lebih baik bantuan yang diberikan ditolak, dan kami akan upayakan dengan cara kami mengamen di cafe-cafe untuk mendapatkan kekurangan dana yang dibutuhkan&quot;, ujar Laura.

Laura juga sangat menyesalkan sekelas walikota tidak mempertimbangkan kewajaran membantu pihaknya, yang punya niat besar mengenalkan budaya Simalungun di kancah internasional.

BACA JUGA:Viral Tarian Mistis Asal Afrika, Namanya Tari Kumpo

&quot;Misi SIHODA ke Polandia murni membawa budaya Simalungun untuk dikenal di kancah internasional,  mengembangkan kebudayaan, terutama kesenian tari, terkhusus tari etnis Simalungun. Dan, menjadikan sanggar sebagai tempat generasi muda belajar dan mencintai tari dan budaya daerahnya,&quot; pungkas Laura.


Sementara itu, pelaksana tugas Walikota Pematangsiantar, Susanti Dewayani yang dikonfirmasi via pesat Whats App (WA) hingga pukul 20.00 WIB tidak memberikan tanggapan.

BACA JUGA:Sultan Andara Raffi Ahmad Investasi di Medan Zoo, Berapa Nilainya?

Sedangkan Plt Kadis Kominfo Pemko Pematangsiantar, Johanes Sihombinh yang dikonfirmasi via telepon mengaku sedang mengurus orang tuanya kurang sehat, sehingga tidak dapat memberikan tanggapan.
</description><content:encoded>Pematangsiantar - Hanya dibantu Rp4,8 juta untuk biaya keberangkatan mengikuti XXVI International Folklore Festival Meeting di Polandia, Juli 2022 mendatang, Sanggar Tari Simalungun Home Dancer (SIHODA) mengembalikan bantuan pelaksana tugas (Plt) Walikota Pematangsiantar, Susanti Dewayani.

Founder Sanggar Tari SIHODA, Laura Sinaga mengaku pengembalian bantuan dari Plt Walikota Pematangsiantar, sebagai wujud kekecewaan yang mendalam.

Dia menilai, bantuan sekecil itu terkesan menyepelekan niat tulus pihaknya untuk mempromosikan budaya Simalungun di event internasional.

&quot;Sebelumnya pada acara penggalangan dana yang dilakukan sanggar SIHODA , Selasa (24/5/2022) lalu, sudah sampaikan biaya yang dibutuhkan ke Polandia sekitar Rp450 juta dan yang sudah terkumpul Rp200 juta,&quot; sebut Laura dalam sambungan telepon, Kamis (26/05/2022).

BACA JUGA:Erick Thohir: Negara Tidak Mungkin Maju Kalau Tak Ada Kebudayaan

Laura menjelaskan, usai acara penggalangan dana tersebut, Plt Walikota mengimbau untuk menemuinya di kantor walikota, Rabu 25 Mei 2022 dan mengatakan akan membantu sebagai solusi mmenutupi kekurangan dana yang dibutuhkan untuk berangkat ke Polandia.

Namun, karena kesibukan Plt Walikota tersebut, pihaknya diarahkan menemui Kabag Umum Setda Pemko Pematangsiantar dan diserahkan amplop berisi uang Rp4,8 juta.

&quot;Sanggar SIHODA bukan tidak tahu diri, namun justru karena Plt Walikota Susanti Dewayani kami nilai tidak menghargai dan mendukung upaya melestarikan budaya Simalungun. Lebih baik bantuan yang diberikan ditolak, dan kami akan upayakan dengan cara kami mengamen di cafe-cafe untuk mendapatkan kekurangan dana yang dibutuhkan&quot;, ujar Laura.

Laura juga sangat menyesalkan sekelas walikota tidak mempertimbangkan kewajaran membantu pihaknya, yang punya niat besar mengenalkan budaya Simalungun di kancah internasional.

BACA JUGA:Viral Tarian Mistis Asal Afrika, Namanya Tari Kumpo

&quot;Misi SIHODA ke Polandia murni membawa budaya Simalungun untuk dikenal di kancah internasional,  mengembangkan kebudayaan, terutama kesenian tari, terkhusus tari etnis Simalungun. Dan, menjadikan sanggar sebagai tempat generasi muda belajar dan mencintai tari dan budaya daerahnya,&quot; pungkas Laura.


Sementara itu, pelaksana tugas Walikota Pematangsiantar, Susanti Dewayani yang dikonfirmasi via pesat Whats App (WA) hingga pukul 20.00 WIB tidak memberikan tanggapan.

BACA JUGA:Sultan Andara Raffi Ahmad Investasi di Medan Zoo, Berapa Nilainya?

Sedangkan Plt Kadis Kominfo Pemko Pematangsiantar, Johanes Sihombinh yang dikonfirmasi via telepon mengaku sedang mengurus orang tuanya kurang sehat, sehingga tidak dapat memberikan tanggapan.
</content:encoded></item></channel></rss>
