<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Putra Ridwan Kamil Hilang, Kepolisian Bern Ungkap Arus Deras dan Keruh Sulitkan Pencarian</title><description>Kepolisian Bern mengungkap arus deras dan air keruh menyulitkan pencarian putra sulung Ridwan Kamil.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/05/27/18/2601442/putra-ridwan-kamil-hilang-kepolisian-bern-ungkap-arus-deras-dan-keruh-sulitkan-pencarian</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/05/27/18/2601442/putra-ridwan-kamil-hilang-kepolisian-bern-ungkap-arus-deras-dan-keruh-sulitkan-pencarian"/><item><title>Putra Ridwan Kamil Hilang, Kepolisian Bern Ungkap Arus Deras dan Keruh Sulitkan Pencarian</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/05/27/18/2601442/putra-ridwan-kamil-hilang-kepolisian-bern-ungkap-arus-deras-dan-keruh-sulitkan-pencarian</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/05/27/18/2601442/putra-ridwan-kamil-hilang-kepolisian-bern-ungkap-arus-deras-dan-keruh-sulitkan-pencarian</guid><pubDate>Jum'at 27 Mei 2022 17:58 WIB</pubDate><dc:creator>Krisna Diantha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/05/27/18/2601442/putra-ridwan-kamil-hilang-kepolisian-bern-ungkap-arus-deras-dan-keruh-sulitkan-pencarian-8fLJVJuN3D.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Putra Ridwan Kamil, Emmeril Kahn Mumtadz. (Instagram/@emmerilkahn)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/05/27/18/2601442/putra-ridwan-kamil-hilang-kepolisian-bern-ungkap-arus-deras-dan-keruh-sulitkan-pencarian-8fLJVJuN3D.jpg</image><title>Putra Ridwan Kamil, Emmeril Kahn Mumtadz. (Instagram/@emmerilkahn)</title></images><description>BERN - Pihak kepolisian Bern, Swiss, saat ini masih terus mencari putra sulung Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yakni Emmeril Kahn Mumtadz yang hilang di Sungai Aare. Hingga saat ini, pencarian belum menemukan titik terang.


&quot;Sampai saat ini belum ketemu,&quot; tutur Humas Kepolisian Bern, Patrick Jean, dalam sambungan telepon dengan MNC Media, Jumat (27/5/2022).

Patrick menjelaskan, kemarin ada laporan bahwa tiga orang kesulitan di Sungai Aare. &quot;Dua perempuan bisa diselamatkan. Satu laki-laki terseret arus,&quot; ujar Patrick Jean.

Begitu mendapatkan laporan orang terseret arus, kepolisian Bern langsung melakukan pencarian. &quot;Ada penyusuran sepanjang tepian sungai. Ada juga dengan boat,&quot; ujarnya.


Ketika ditanyakan pencarian melalui helikopter, Patrick menjelaskan belum dilakukan. &quot;Airnya keruh dan tepian sungai juga banyak pepohona,&quot; katanya.

Ia menjelaskan, lokasi hilangnya Emmeril berada di Schonausteg, jantung Kota Bern. Dia tidak bisa memastikan kapan pencarian dihentikan.

&quot;Tidak ada batas waktu tertentu. Lebih banyak tergantung alam. Kuatnya aliran sungai atau gelap tidaknya keadaan alam,&quot; katanya.

BACA JUGA:Doakan Keselamatan Eril Putra Ridwan Kamil, Suasana Haru Selimuti Jamaah Masjid di Bandung&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;

Berdasarkan catatan MNC Media, sebagian besar korban yang tenggelam adalah turis atau warga asing. Umumnya merela kurang mengenal bahaya aliran Sungai Aare.

Pemerintah Kota Bern bersama kepolisian setempat pernah mengampanyekan aksi preventif untuk mencegah jatuhnya lebih banyak korban tenggelam di Sungai Aare. Brosur bertuliskan Aare You Save? It Is Not A Game dalam 10 bahasa disebarluaskan.

Sungai Aare yang mengalir melalui jantung kota Bern terbilang deras arusnya. Selain itu, bulan Mei merupakan bukan waktu ideal untuk warga mandi di sungai ini. Debit airnya tinggi karena lelehan salju dari Berner Oberland dan temperaturnya juga masih dingin.

KBRI Bern memasang pengumuman di koran setempat. Dalam situs koran 20 minuten, dipasang foto Emmeril. KBRI Bern meminta masyarakat yang mengetahui keberadaan Emmeril agar mengontak KBRI Bern.
</description><content:encoded>BERN - Pihak kepolisian Bern, Swiss, saat ini masih terus mencari putra sulung Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yakni Emmeril Kahn Mumtadz yang hilang di Sungai Aare. Hingga saat ini, pencarian belum menemukan titik terang.


&quot;Sampai saat ini belum ketemu,&quot; tutur Humas Kepolisian Bern, Patrick Jean, dalam sambungan telepon dengan MNC Media, Jumat (27/5/2022).

Patrick menjelaskan, kemarin ada laporan bahwa tiga orang kesulitan di Sungai Aare. &quot;Dua perempuan bisa diselamatkan. Satu laki-laki terseret arus,&quot; ujar Patrick Jean.

Begitu mendapatkan laporan orang terseret arus, kepolisian Bern langsung melakukan pencarian. &quot;Ada penyusuran sepanjang tepian sungai. Ada juga dengan boat,&quot; ujarnya.


Ketika ditanyakan pencarian melalui helikopter, Patrick menjelaskan belum dilakukan. &quot;Airnya keruh dan tepian sungai juga banyak pepohona,&quot; katanya.

Ia menjelaskan, lokasi hilangnya Emmeril berada di Schonausteg, jantung Kota Bern. Dia tidak bisa memastikan kapan pencarian dihentikan.

&quot;Tidak ada batas waktu tertentu. Lebih banyak tergantung alam. Kuatnya aliran sungai atau gelap tidaknya keadaan alam,&quot; katanya.

BACA JUGA:Doakan Keselamatan Eril Putra Ridwan Kamil, Suasana Haru Selimuti Jamaah Masjid di Bandung&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;

Berdasarkan catatan MNC Media, sebagian besar korban yang tenggelam adalah turis atau warga asing. Umumnya merela kurang mengenal bahaya aliran Sungai Aare.

Pemerintah Kota Bern bersama kepolisian setempat pernah mengampanyekan aksi preventif untuk mencegah jatuhnya lebih banyak korban tenggelam di Sungai Aare. Brosur bertuliskan Aare You Save? It Is Not A Game dalam 10 bahasa disebarluaskan.

Sungai Aare yang mengalir melalui jantung kota Bern terbilang deras arusnya. Selain itu, bulan Mei merupakan bukan waktu ideal untuk warga mandi di sungai ini. Debit airnya tinggi karena lelehan salju dari Berner Oberland dan temperaturnya juga masih dingin.

KBRI Bern memasang pengumuman di koran setempat. Dalam situs koran 20 minuten, dipasang foto Emmeril. KBRI Bern meminta masyarakat yang mengetahui keberadaan Emmeril agar mengontak KBRI Bern.
</content:encoded></item></channel></rss>
