<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gempa M6,2 Nias, BMKG: Gempa Bumi Miliki Mekanisme Pergerakan Mendatar</title><description>BMKG mengungkapkan gempa itu merupakan gempa dangkal akibat adanya aktivitas zona Outerise.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/05/27/337/2600632/gempa-m6-2-nias-bmkg-gempa-bumi-miliki-mekanisme-pergerakan-mendatar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/05/27/337/2600632/gempa-m6-2-nias-bmkg-gempa-bumi-miliki-mekanisme-pergerakan-mendatar"/><item><title>Gempa M6,2 Nias, BMKG: Gempa Bumi Miliki Mekanisme Pergerakan Mendatar</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/05/27/337/2600632/gempa-m6-2-nias-bmkg-gempa-bumi-miliki-mekanisme-pergerakan-mendatar</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/05/27/337/2600632/gempa-m6-2-nias-bmkg-gempa-bumi-miliki-mekanisme-pergerakan-mendatar</guid><pubDate>Jum'at 27 Mei 2022 04:05 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/05/26/337/2600632/gempa-m6-2-nias-bmkg-gempa-bumi-miliki-mekanisme-pergerakan-mendatar-rPHkMltqXW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi gempa bumi (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/05/26/337/2600632/gempa-m6-2-nias-bmkg-gempa-bumi-miliki-mekanisme-pergerakan-mendatar-rPHkMltqXW.jpg</image><title>Ilustrasi gempa bumi (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi pada Rabu (25/5/2022)  pukul 22.05.06 WIB. Gempa bumi magnitudo (M) 6,2 itu terjadi di wilayah Samudera Hindia Pantai Barat Sumatera, Nias Barat, Sumatera Utara.
Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Bambang Setiyo Prayitno dikutip dari keterangan resminya, Kamis (26/5/2022) mengatakan hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan mendatar (strike-slip fault).
BMKG mengungkapkan gempa itu merupakan gempa dangkal akibat adanya aktivitas zona Outerise. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan M5,9. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 4,06&amp;deg; LS ; 93,57&amp;deg; BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 828 Km arah Barat Daya Kota Lahomi, Sumatera Utara pada kedalaman 10 km.
Baca juga:&amp;nbsp;Gempa M5,4 Guncang Kabupaten Nias Selatan
&quot;Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas zona Outerise,&quot; terangnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Gempa M6,7 Guncang Nias, Ketua DPR Minta Petugas Lakukan Penyisiran Pastikan Dampaknya


&quot;Hasil pemodelan tsunami dengan sumber gempa bumi tektonik menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,&quot; lanjutnya.

Dampak gempa bumi berdasarkan laporan masyarakat berupa guncangan dirasakan di wilayah Nias Selatan II-III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu). Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut.

&amp;nbsp;Baca Selengkapnya:&amp;nbsp;Gempa M6,2 Nias, BMKG: Jenis Gempa Dangkal Akibat Aktivitas Zona Outerise</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi pada Rabu (25/5/2022)  pukul 22.05.06 WIB. Gempa bumi magnitudo (M) 6,2 itu terjadi di wilayah Samudera Hindia Pantai Barat Sumatera, Nias Barat, Sumatera Utara.
Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Bambang Setiyo Prayitno dikutip dari keterangan resminya, Kamis (26/5/2022) mengatakan hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan mendatar (strike-slip fault).
BMKG mengungkapkan gempa itu merupakan gempa dangkal akibat adanya aktivitas zona Outerise. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan M5,9. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 4,06&amp;deg; LS ; 93,57&amp;deg; BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 828 Km arah Barat Daya Kota Lahomi, Sumatera Utara pada kedalaman 10 km.
Baca juga:&amp;nbsp;Gempa M5,4 Guncang Kabupaten Nias Selatan
&quot;Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas zona Outerise,&quot; terangnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Gempa M6,7 Guncang Nias, Ketua DPR Minta Petugas Lakukan Penyisiran Pastikan Dampaknya


&quot;Hasil pemodelan tsunami dengan sumber gempa bumi tektonik menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,&quot; lanjutnya.

Dampak gempa bumi berdasarkan laporan masyarakat berupa guncangan dirasakan di wilayah Nias Selatan II-III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu). Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut.

&amp;nbsp;Baca Selengkapnya:&amp;nbsp;Gempa M6,2 Nias, BMKG: Jenis Gempa Dangkal Akibat Aktivitas Zona Outerise</content:encoded></item></channel></rss>
