<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>TNI AL Ungkap Kokain 179 Kg, BNN dan Ekuador Tingkatkan Kerja Sama</title><description>Petrus menerangkan, dengan adanya temuan kokain seberat 179 Kg oleh TNI AL di perairan Selat Sunda, Banten.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/05/27/337/2600959/tni-al-ungkap-kokain-179-kg-bnn-dan-ekuador-tingkatkan-kerja-sama</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/05/27/337/2600959/tni-al-ungkap-kokain-179-kg-bnn-dan-ekuador-tingkatkan-kerja-sama"/><item><title>TNI AL Ungkap Kokain 179 Kg, BNN dan Ekuador Tingkatkan Kerja Sama</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/05/27/337/2600959/tni-al-ungkap-kokain-179-kg-bnn-dan-ekuador-tingkatkan-kerja-sama</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/05/27/337/2600959/tni-al-ungkap-kokain-179-kg-bnn-dan-ekuador-tingkatkan-kerja-sama</guid><pubDate>Jum'at 27 Mei 2022 07:49 WIB</pubDate><dc:creator>Bachtiar Rojab</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/05/27/337/2600959/tni-al-ungkap-kokain-179-kg-bnn-dan-ekuador-tingkatkan-kerja-sama-PPhtkIk4Nz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">TNI AL temukan koain seberat 179 Kg di Selat Sunda (Foto : MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/05/27/337/2600959/tni-al-ungkap-kokain-179-kg-bnn-dan-ekuador-tingkatkan-kerja-sama-PPhtkIk4Nz.jpg</image><title>TNI AL temukan koain seberat 179 Kg di Selat Sunda (Foto : MPI)</title></images><description>JAKARTA - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Petrus Golose tengah melakukan kunjungan kerja ke salah satu negara Amerika Latin, yakni Ekuador. Kunjungan tersebut, bertujuan meningkatkan kerjasama terkait pencegahan narkoba.
Petrus menerangkan, dengan adanya temuan kokain seberat 179 Kg oleh TNI AL di perairan Selat Sunda, Banten beberapa lalu. Temuan tersebut diduga keras masuk jaringan Golden Peacock, Amerika Latin.
&quot;Kokain yang disita tersebut diduga berasal dari jaringan narkotika Golden Peacock di kawasan Amerika Latin, sehingga Kunjungan Kerja Kepala BNN RI ke Ekuador salah satunya bertujuan untuk mengantisipasi masuknya kembali Kokain ke Indonesia,&quot; ujar Petrus dalam keterangannya, Jumat (27/5/2022).
Kendati demikian, Petrus menuturkan, selama dilanda pandemi covid-19. Petrus mengungkap, terjadinya penurunan kriminal dalam penyelundupan narkoba. Terlebih, jenis kokain yang sama sekali tidak ditemukan.
&quot;Selama pandemi Covid-19 penyelundupan narkotika jenis kokain di Indonesia cenderung menurun drastis bahkan tidak ditemukan sama sekali,&quot; terangnya.
BACA JUGA:179 Kg Kokain yang Mengapung di Selat Sunda Diduga Milik Jaringan Amerika Latin
Lebih lanjut, pertemuan yang turut dihadiri Duta Besar Republik Indonesia untuk Ekuador Agung Kurniadi dan Menteri Dalam Negeri Ekuador Patricio Carrillo didampingi Kepala Kepolisian Ekuador General Fausto Lenin Salinas Samaniego berhasil melaksanakan penandatanganan Letter of Intent (LOI) sebagai upaya pencegahan masuknya kokain ke wilayah Indonesia.
&quot;Loi merupakan langkah awal untuk mengembangkan kerjasama penegakan hukum kejahatan narkotika secara luas dan dapat dijadikan sebagai acuan untuk memperdalam kerjasama melalui Memorandum of Understanding (MoU)/Agreement,&quot; jelasnya.Sebelumnya, TNI AL berhasil menemukan ratusan kilogram narkoba jenis kokain di Perairan Selat Sunda, sekitar Pelabuhan Merak, Minggu (8/5/2022). Diperkirakan nilai 179 kg kokain itu mencapai Rp1,2 triliun.
Wakil KSAL Laksdya Ahmadi Heri Purwono mengatakan, barang haram itu ditemukan dalam keadaan mengapung dan sudah terbungkus 4 plastik berwarna hitam. Cara melemparkan plastik ke laut merupakan modus oknum menyelundupkan narkotika lewat perairan.</description><content:encoded>JAKARTA - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Petrus Golose tengah melakukan kunjungan kerja ke salah satu negara Amerika Latin, yakni Ekuador. Kunjungan tersebut, bertujuan meningkatkan kerjasama terkait pencegahan narkoba.
Petrus menerangkan, dengan adanya temuan kokain seberat 179 Kg oleh TNI AL di perairan Selat Sunda, Banten beberapa lalu. Temuan tersebut diduga keras masuk jaringan Golden Peacock, Amerika Latin.
&quot;Kokain yang disita tersebut diduga berasal dari jaringan narkotika Golden Peacock di kawasan Amerika Latin, sehingga Kunjungan Kerja Kepala BNN RI ke Ekuador salah satunya bertujuan untuk mengantisipasi masuknya kembali Kokain ke Indonesia,&quot; ujar Petrus dalam keterangannya, Jumat (27/5/2022).
Kendati demikian, Petrus menuturkan, selama dilanda pandemi covid-19. Petrus mengungkap, terjadinya penurunan kriminal dalam penyelundupan narkoba. Terlebih, jenis kokain yang sama sekali tidak ditemukan.
&quot;Selama pandemi Covid-19 penyelundupan narkotika jenis kokain di Indonesia cenderung menurun drastis bahkan tidak ditemukan sama sekali,&quot; terangnya.
BACA JUGA:179 Kg Kokain yang Mengapung di Selat Sunda Diduga Milik Jaringan Amerika Latin
Lebih lanjut, pertemuan yang turut dihadiri Duta Besar Republik Indonesia untuk Ekuador Agung Kurniadi dan Menteri Dalam Negeri Ekuador Patricio Carrillo didampingi Kepala Kepolisian Ekuador General Fausto Lenin Salinas Samaniego berhasil melaksanakan penandatanganan Letter of Intent (LOI) sebagai upaya pencegahan masuknya kokain ke wilayah Indonesia.
&quot;Loi merupakan langkah awal untuk mengembangkan kerjasama penegakan hukum kejahatan narkotika secara luas dan dapat dijadikan sebagai acuan untuk memperdalam kerjasama melalui Memorandum of Understanding (MoU)/Agreement,&quot; jelasnya.Sebelumnya, TNI AL berhasil menemukan ratusan kilogram narkoba jenis kokain di Perairan Selat Sunda, sekitar Pelabuhan Merak, Minggu (8/5/2022). Diperkirakan nilai 179 kg kokain itu mencapai Rp1,2 triliun.
Wakil KSAL Laksdya Ahmadi Heri Purwono mengatakan, barang haram itu ditemukan dalam keadaan mengapung dan sudah terbungkus 4 plastik berwarna hitam. Cara melemparkan plastik ke laut merupakan modus oknum menyelundupkan narkotika lewat perairan.</content:encoded></item></channel></rss>
