<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cerita Haedar Nashir Menemani Buya Syafii di Detik-Detik Terakhir Sebelum Wafat</title><description>Buya Syafii Maarif meninggal dunia di RS PKU Muhammadiyah Gamping, Jumat (27/5/2022) pukul 10.15 WIB.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/05/27/337/2601186/cerita-haedar-nashir-menemani-buya-syafii-di-detik-detik-terakhir-sebelum-wafat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/05/27/337/2601186/cerita-haedar-nashir-menemani-buya-syafii-di-detik-detik-terakhir-sebelum-wafat"/><item><title>Cerita Haedar Nashir Menemani Buya Syafii di Detik-Detik Terakhir Sebelum Wafat</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/05/27/337/2601186/cerita-haedar-nashir-menemani-buya-syafii-di-detik-detik-terakhir-sebelum-wafat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/05/27/337/2601186/cerita-haedar-nashir-menemani-buya-syafii-di-detik-detik-terakhir-sebelum-wafat</guid><pubDate>Jum'at 27 Mei 2022 13:27 WIB</pubDate><dc:creator>Erfan Erlin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/05/27/337/2601186/cerita-haedar-nashir-menemani-buya-syafii-di-detik-detik-terakhir-sebelum-wafat-1O5DIucvEM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/05/27/337/2601186/cerita-haedar-nashir-menemani-buya-syafii-di-detik-detik-terakhir-sebelum-wafat-1O5DIucvEM.jpg</image><title>Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>YOGYAKARTA - Buya Syafii Maarif meninggal dunia di RS PKU Muhammadiyah Gamping, Jumat (27/5/2022) pukul 10.15 WIB. Buya meninggal setelah dirawat di RS tersebut untuk kedua kalinya.
Buya Syafii dirawat selama 14 hari sejak masuk ke IGD karena sesak nafas. Jenazah almarhum disemayamkan di Masjid Gedhe Kauman. Rencananya, usai Sholat Ashar baru akan dimakamkan.
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengaku sangat kehilangan. Buya Syafii dikenal sebagai sosok yang selalu mengedepankan moral, etika akhlak dan keadaban mulia.
BACA JUGA:Kenang Pertemuan Terakhir dengan Buya Syafii, Jokowi: Selamat Jalan sang Guru Bangsa

Di mana saja dirinya berada, baik di internal Muhammadiyah umat dan bangsa. Bahkan, dalam relasi antar bangsa



Buya juga dikenal sebagai tokoh yang sangat humanis dan sangat dekat dengan masyarakat kecil. Di minggu-minggu terakhir ini, Buya sangat memperhatikan terhadap satpam dan siapa saja yang dianggap sebagai saudara.&amp;nbsp;
&quot;Tadi saya sempat mendampingi Buya Syafii Ma'arif sekitar 30 menit sebelum Allah Subhanahu Wa Ta'ala memanggil beliau,&quot; terang dia.
BACA JUGA:Buya Syafii Wafat, Muhammadiyah Imbau Masyarakat Tak Kirim Karangan BungaHaedar sendiri sebenarnya dalam perjalanan menuju ke Bandung dan sampai di Klaten. Ketika sampai di Klaten, Haedar mendapat kabar jika Buya Syafii Ma'arif dalam kondisi kritis.
Haedar kemudian memutuskan untuk balik dan pergi ke RSU PKU Muhammadiyah Gamping tempat Buya dirawat untuk melihat perkembangan terkini dari seniornya tersebut.
&quot;Alhamdulillah masih bisa menjumpai beliau,&quot; terang dia.
Haedar menambahkan, sudah sejak lama Buya dirawat di RS PKU Muhammadiyah Gamping. Bahkan, dua kali Buya sudah dirawat di rumah sakit tersebut.
Seluruh upaya telah dilakukan dengan mengerahkan semua dokter yang ada di rumah sakit bahkan juga dokter kepresidenan untuk mengupayakan kesembuhan cendekiawan muslim tersebut.
&quot;Mereka telah berupaya untuk mengupayakan kesembuhan sesuai dengan kemampuan medis. Secara maksimal, tetapi Allah berkata lain,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>YOGYAKARTA - Buya Syafii Maarif meninggal dunia di RS PKU Muhammadiyah Gamping, Jumat (27/5/2022) pukul 10.15 WIB. Buya meninggal setelah dirawat di RS tersebut untuk kedua kalinya.
Buya Syafii dirawat selama 14 hari sejak masuk ke IGD karena sesak nafas. Jenazah almarhum disemayamkan di Masjid Gedhe Kauman. Rencananya, usai Sholat Ashar baru akan dimakamkan.
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengaku sangat kehilangan. Buya Syafii dikenal sebagai sosok yang selalu mengedepankan moral, etika akhlak dan keadaban mulia.
BACA JUGA:Kenang Pertemuan Terakhir dengan Buya Syafii, Jokowi: Selamat Jalan sang Guru Bangsa

Di mana saja dirinya berada, baik di internal Muhammadiyah umat dan bangsa. Bahkan, dalam relasi antar bangsa



Buya juga dikenal sebagai tokoh yang sangat humanis dan sangat dekat dengan masyarakat kecil. Di minggu-minggu terakhir ini, Buya sangat memperhatikan terhadap satpam dan siapa saja yang dianggap sebagai saudara.&amp;nbsp;
&quot;Tadi saya sempat mendampingi Buya Syafii Ma'arif sekitar 30 menit sebelum Allah Subhanahu Wa Ta'ala memanggil beliau,&quot; terang dia.
BACA JUGA:Buya Syafii Wafat, Muhammadiyah Imbau Masyarakat Tak Kirim Karangan BungaHaedar sendiri sebenarnya dalam perjalanan menuju ke Bandung dan sampai di Klaten. Ketika sampai di Klaten, Haedar mendapat kabar jika Buya Syafii Ma'arif dalam kondisi kritis.
Haedar kemudian memutuskan untuk balik dan pergi ke RSU PKU Muhammadiyah Gamping tempat Buya dirawat untuk melihat perkembangan terkini dari seniornya tersebut.
&quot;Alhamdulillah masih bisa menjumpai beliau,&quot; terang dia.
Haedar menambahkan, sudah sejak lama Buya dirawat di RS PKU Muhammadiyah Gamping. Bahkan, dua kali Buya sudah dirawat di rumah sakit tersebut.
Seluruh upaya telah dilakukan dengan mengerahkan semua dokter yang ada di rumah sakit bahkan juga dokter kepresidenan untuk mengupayakan kesembuhan cendekiawan muslim tersebut.
&quot;Mereka telah berupaya untuk mengupayakan kesembuhan sesuai dengan kemampuan medis. Secara maksimal, tetapi Allah berkata lain,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
