<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Buya Syafii Wafat, Ketua PBNU: Ya Allah, Bangsa Ini Kehilangan Mutiaranya</title><description>Buya Syafii Maarif meninggal dunia di RS PKU Muhammadiyah Gampingan, Sleman, Yogyarakarta, Jumat (27/5/2022).</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/05/27/337/2601223/buya-syafii-wafat-ketua-pbnu-ya-allah-bangsa-ini-kehilangan-mutiaranya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/05/27/337/2601223/buya-syafii-wafat-ketua-pbnu-ya-allah-bangsa-ini-kehilangan-mutiaranya"/><item><title>Buya Syafii Wafat, Ketua PBNU: Ya Allah, Bangsa Ini Kehilangan Mutiaranya</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/05/27/337/2601223/buya-syafii-wafat-ketua-pbnu-ya-allah-bangsa-ini-kehilangan-mutiaranya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/05/27/337/2601223/buya-syafii-wafat-ketua-pbnu-ya-allah-bangsa-ini-kehilangan-mutiaranya</guid><pubDate>Jum'at 27 Mei 2022 14:01 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/05/27/337/2601223/buya-syafii-wafat-ketua-pbnu-ya-allah-bangsa-ini-kehilangan-mutiaranya-r4UftKRFBc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Alissa Wahid (Foto: IG @allisa_wahid)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/05/27/337/2601223/buya-syafii-wafat-ketua-pbnu-ya-allah-bangsa-ini-kehilangan-mutiaranya-r4UftKRFBc.jpg</image><title>Alissa Wahid (Foto: IG @allisa_wahid)</title></images><description>JAKARTA - Buya Syafii Maarif meninggal dunia di RS PKU Muhammadiyah Gampingan, Sleman, Yogyarakarta, Jumat (27/5/2022). Kepergiannya meninggalkan duka mendalam di Tanah Air.
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Alissa Wahid merasa sangat kehilangan atas wafatnya Buya Syafii. Menurut Alissa, bangsa Indonesia kehilangan mutiaranya.
&amp;ldquo;Saya bersaksi, Buya orang yang berhati bersih, bernurani jernih, segalanya dilakukan untuk umat dan bangsa. Ya Allah, bangsa ini sungguh kehilangan mutiaranya. Ya Allah....,&amp;rdquo; ucap Alissa Wahid lewat Twitternya seperti dikutip dari nu.or.id.
BACA JUGA:Tim Dokter Ungkap Buya Syafii Maarif Meninggal karena Serangan Jantung



Alissa kerap menemani Buya Syafii dalam setiap kegiatan. Bahkan, Buya Syafii merupakan tempat bagi Alissa meminta petuah dan nasihat saat menghadapi kondisi bangsa yang pelik.
&amp;ldquo;Setiap kali saya sudah merasa 'mentok tembok' menghadapi kondisi bangsa, saya berlabuh mohon petuah Buya Maarif,&amp;rdquo; kata Alissa.
Alissa menambahkan, Buya Syafii merupakan tokoh yang sangat dihormati Gus Dur. &amp;ldquo;Dan Buya pernah mengatakan hubungan beliau berdua membantu Buya lebih luwes melihat soal bangsa dan agama,&amp;rdquo; ujar Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian itu.
BACA JUGA:Cerita Haedar Nashir Menemani Buya Syafii di Detik-Detik Terakhir Sebelum WafatBuya Syafii merupakan sosok yang menginspirasi bagi Alissa. Kesahajaannya sampai membuat Alissa tidak berani merasa lebih baik.
&amp;ldquo;Gara-gara Buya, saya lebih memilih naik pesawat kelas ekonomi, kecuali masa pandemi karena alasan prokes,&amp;rdquo; ujarnya.
Putri sulung Gus Dur ini mengaku menjadi orang beruntung karena bisa mengobrol dengan Buya Syafii. Di rumah, di kantor Muhammdiyah, di pesawat, di bandara dan banyak tempat yang membuatnya memetik banyak pelajaran berharga dari Buya.
&quot;Diperbolehkan menuntun Beliau menjadi berkah buat saya. Mbrebesmili gak berhenti,&amp;rdquo; tutur Alissa.
Buya Ahmad Syafii Maarif meninggal dunia pada usia 86 tahun. Menghabiskan masa hayatnya, Buya Syafii tinggal di Sleman, Yogyakarta.
Guru Besar Universitas Negeri Yogyakarta (dulu IKIP Yogyakarta) itu lahir di Minangkabau, 31 Mei 1935. Buya Syafii Maarif pernah menjabat Ketua Umum PP Muhamadiyah periode 2000-2005.</description><content:encoded>JAKARTA - Buya Syafii Maarif meninggal dunia di RS PKU Muhammadiyah Gampingan, Sleman, Yogyarakarta, Jumat (27/5/2022). Kepergiannya meninggalkan duka mendalam di Tanah Air.
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Alissa Wahid merasa sangat kehilangan atas wafatnya Buya Syafii. Menurut Alissa, bangsa Indonesia kehilangan mutiaranya.
&amp;ldquo;Saya bersaksi, Buya orang yang berhati bersih, bernurani jernih, segalanya dilakukan untuk umat dan bangsa. Ya Allah, bangsa ini sungguh kehilangan mutiaranya. Ya Allah....,&amp;rdquo; ucap Alissa Wahid lewat Twitternya seperti dikutip dari nu.or.id.
BACA JUGA:Tim Dokter Ungkap Buya Syafii Maarif Meninggal karena Serangan Jantung



Alissa kerap menemani Buya Syafii dalam setiap kegiatan. Bahkan, Buya Syafii merupakan tempat bagi Alissa meminta petuah dan nasihat saat menghadapi kondisi bangsa yang pelik.
&amp;ldquo;Setiap kali saya sudah merasa 'mentok tembok' menghadapi kondisi bangsa, saya berlabuh mohon petuah Buya Maarif,&amp;rdquo; kata Alissa.
Alissa menambahkan, Buya Syafii merupakan tokoh yang sangat dihormati Gus Dur. &amp;ldquo;Dan Buya pernah mengatakan hubungan beliau berdua membantu Buya lebih luwes melihat soal bangsa dan agama,&amp;rdquo; ujar Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian itu.
BACA JUGA:Cerita Haedar Nashir Menemani Buya Syafii di Detik-Detik Terakhir Sebelum WafatBuya Syafii merupakan sosok yang menginspirasi bagi Alissa. Kesahajaannya sampai membuat Alissa tidak berani merasa lebih baik.
&amp;ldquo;Gara-gara Buya, saya lebih memilih naik pesawat kelas ekonomi, kecuali masa pandemi karena alasan prokes,&amp;rdquo; ujarnya.
Putri sulung Gus Dur ini mengaku menjadi orang beruntung karena bisa mengobrol dengan Buya Syafii. Di rumah, di kantor Muhammdiyah, di pesawat, di bandara dan banyak tempat yang membuatnya memetik banyak pelajaran berharga dari Buya.
&quot;Diperbolehkan menuntun Beliau menjadi berkah buat saya. Mbrebesmili gak berhenti,&amp;rdquo; tutur Alissa.
Buya Ahmad Syafii Maarif meninggal dunia pada usia 86 tahun. Menghabiskan masa hayatnya, Buya Syafii tinggal di Sleman, Yogyakarta.
Guru Besar Universitas Negeri Yogyakarta (dulu IKIP Yogyakarta) itu lahir di Minangkabau, 31 Mei 1935. Buya Syafii Maarif pernah menjabat Ketua Umum PP Muhamadiyah periode 2000-2005.</content:encoded></item></channel></rss>
