<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Waketum MUI : Buya Syafii Maarif Selalu Pikirkan Umat dan Bangsa</title><description>Waketum MUI menilai Buya Syafii Maarif sebagai sosok yang Selalu memikirkan umat dan bangsa.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/05/27/337/2601230/waketum-mui-buya-syafii-maarif-selalu-pikirkan-umat-dan-bangsa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/05/27/337/2601230/waketum-mui-buya-syafii-maarif-selalu-pikirkan-umat-dan-bangsa"/><item><title>Waketum MUI : Buya Syafii Maarif Selalu Pikirkan Umat dan Bangsa</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/05/27/337/2601230/waketum-mui-buya-syafii-maarif-selalu-pikirkan-umat-dan-bangsa</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/05/27/337/2601230/waketum-mui-buya-syafii-maarif-selalu-pikirkan-umat-dan-bangsa</guid><pubDate>Jum'at 27 Mei 2022 14:06 WIB</pubDate><dc:creator>Widya Michella</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/05/27/337/2601230/waketum-mui-buya-syafii-maarif-selalu-pikirkan-umat-dan-bangsa-yX7BazP9w1.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Buya Syafii Maarif (Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/05/27/337/2601230/waketum-mui-buya-syafii-maarif-selalu-pikirkan-umat-dan-bangsa-yX7BazP9w1.jpeg</image><title>Buya Syafii Maarif (Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Wakil Ketua Umum (Waketum) Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas, menyebut mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Buya Ahmad Syafii Maarif pantas diberi gelar bapak bangsa. Itu karena menurutnya, Buya Syafii merupakan sosok yang tidak pernah lelah untuk berpikir dan berbuat bagi umat dan bangsanya.

&quot;Saya rasa gelar itu memang sangat patut untuk disandangkan kepada diri beliau karena memang hari-harinya diisinya untuk kepentingan umat dan bangsanya,&quot; kata Anwar dalam keterangan tertulisnya, Jumat (27/05/2022).

Ia menyampaikan, Buya Syafii juga dapat dikatakan sebagai seorang tokoh yang langka karena dikenal tidak haus akan harta dan kekuasaan. Hal ini terlihat dari kehidupan Buya Syafii yang terbilang sederhana sehingga banyak orang terkejut bila berhadapan dengannya.

&quot;Banyak tokoh yang dekat dengan beliau mengingatkan siapa saja yang ingin bertemu dengan beliau jangan coba-coba untuk merayu beliau dengan uang dan kemewahan. Barangsiapa yang mencoba-coba melakukannya maka pasti akan kena semprot dari beliau,&quot; kata dia.

Selain itu, Buya Syafii hidup dengan berprinsip sehingga nilai-nilai dari ajaran agamanya tampak sangat kental mewarnai sikap dan kepribadiannya. Oleh karena itu, Buya Syafii tidak takut untuk menentang arus.

&quot;Bagi beliau apa yang dianggapnya benar ya disampaikannya. Kalau dia melihat ada sesuatu yang salah maka akan dikritik dan diluruskannya. Masalah orang mau atau tidak mau mendengar kata-katanya itu urusan lain,&quot; ujarnya.

Pada beberapa kesempatan, Anwar Abbas mengaku sangat mengagumi dan terkesan dengan apa yang disampaikan Buya Syafii beberapa tahun sebelum reformasi di kantor PP Muhammadiyah Jakarta di depan kader muda.

BACA JUGA:Wapres Kenang Buya Syafii Maarif sebagai Guru Bangsa yang Moderat dan Sejuk&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Beliau mengingatkan Muhammadiyah itu tidak hanya sebagai gerakan Islam, gerakan tajdid dan gerakan dakwah amar maruf nahi munkar. Tapi, Muhammadiyah itu adalah juga gerakan ilmu kata beliau,&quot; tutur Anwar.

Oleh karena itu, sebagai konsekuensi logis dari hal apa yang disampaikan Buya Syafii, lanjut Anwar, adalah di manapun berada harus menjadi pencari dan pejuang dari kebenaran itu sendiri.


&quot;Demikianlah Buya Syafii. Kami sebagai generasi yang ada dibelakangnya tentu tidak lupa menyampaikan terima kasih dengan doa. Semoga semua dosamu diampuni dan semua amal ibadahmu diterima oleh Allah Swt,&quot; katanya.

Sebelumnya, mantan Ketua Umum Pengurus Pusat (PP), Muhammadiyah periode 2000-2005, Prof Dr H Ahmad Syafii dikabarkan meninggal dunia pada umur 87 tahun pada Jumat (27/5/2022) pukul 10.15 WIB di RS PKU Muhammadiyah Gamping, Yogyakarta.


</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Ketua Umum (Waketum) Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas, menyebut mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Buya Ahmad Syafii Maarif pantas diberi gelar bapak bangsa. Itu karena menurutnya, Buya Syafii merupakan sosok yang tidak pernah lelah untuk berpikir dan berbuat bagi umat dan bangsanya.

&quot;Saya rasa gelar itu memang sangat patut untuk disandangkan kepada diri beliau karena memang hari-harinya diisinya untuk kepentingan umat dan bangsanya,&quot; kata Anwar dalam keterangan tertulisnya, Jumat (27/05/2022).

Ia menyampaikan, Buya Syafii juga dapat dikatakan sebagai seorang tokoh yang langka karena dikenal tidak haus akan harta dan kekuasaan. Hal ini terlihat dari kehidupan Buya Syafii yang terbilang sederhana sehingga banyak orang terkejut bila berhadapan dengannya.

&quot;Banyak tokoh yang dekat dengan beliau mengingatkan siapa saja yang ingin bertemu dengan beliau jangan coba-coba untuk merayu beliau dengan uang dan kemewahan. Barangsiapa yang mencoba-coba melakukannya maka pasti akan kena semprot dari beliau,&quot; kata dia.

Selain itu, Buya Syafii hidup dengan berprinsip sehingga nilai-nilai dari ajaran agamanya tampak sangat kental mewarnai sikap dan kepribadiannya. Oleh karena itu, Buya Syafii tidak takut untuk menentang arus.

&quot;Bagi beliau apa yang dianggapnya benar ya disampaikannya. Kalau dia melihat ada sesuatu yang salah maka akan dikritik dan diluruskannya. Masalah orang mau atau tidak mau mendengar kata-katanya itu urusan lain,&quot; ujarnya.

Pada beberapa kesempatan, Anwar Abbas mengaku sangat mengagumi dan terkesan dengan apa yang disampaikan Buya Syafii beberapa tahun sebelum reformasi di kantor PP Muhammadiyah Jakarta di depan kader muda.

BACA JUGA:Wapres Kenang Buya Syafii Maarif sebagai Guru Bangsa yang Moderat dan Sejuk&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Beliau mengingatkan Muhammadiyah itu tidak hanya sebagai gerakan Islam, gerakan tajdid dan gerakan dakwah amar maruf nahi munkar. Tapi, Muhammadiyah itu adalah juga gerakan ilmu kata beliau,&quot; tutur Anwar.

Oleh karena itu, sebagai konsekuensi logis dari hal apa yang disampaikan Buya Syafii, lanjut Anwar, adalah di manapun berada harus menjadi pencari dan pejuang dari kebenaran itu sendiri.


&quot;Demikianlah Buya Syafii. Kami sebagai generasi yang ada dibelakangnya tentu tidak lupa menyampaikan terima kasih dengan doa. Semoga semua dosamu diampuni dan semua amal ibadahmu diterima oleh Allah Swt,&quot; katanya.

Sebelumnya, mantan Ketua Umum Pengurus Pusat (PP), Muhammadiyah periode 2000-2005, Prof Dr H Ahmad Syafii dikabarkan meninggal dunia pada umur 87 tahun pada Jumat (27/5/2022) pukul 10.15 WIB di RS PKU Muhammadiyah Gamping, Yogyakarta.


</content:encoded></item></channel></rss>
