<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hari Pertama Perubahan Rute Perjalanan, Pengguna KRL Capai 460 Ribu</title><description>&quot;Khusus di Stasiun Manggarai volume pengguna sebanyak 20.152 orang,&quot; ujarnya</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/05/29/338/2602078/hari-pertama-perubahan-rute-perjalanan-pengguna-krl-capai-460-ribu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/05/29/338/2602078/hari-pertama-perubahan-rute-perjalanan-pengguna-krl-capai-460-ribu"/><item><title>Hari Pertama Perubahan Rute Perjalanan, Pengguna KRL Capai 460 Ribu</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/05/29/338/2602078/hari-pertama-perubahan-rute-perjalanan-pengguna-krl-capai-460-ribu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/05/29/338/2602078/hari-pertama-perubahan-rute-perjalanan-pengguna-krl-capai-460-ribu</guid><pubDate>Minggu 29 Mei 2022 14:42 WIB</pubDate><dc:creator>Rizky Syahrial</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/05/29/338/2602078/hari-pertama-perubahan-rute-perjalanan-pengguna-krl-capai-460-ribu-QeR8AOkDy5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/05/29/338/2602078/hari-pertama-perubahan-rute-perjalanan-pengguna-krl-capai-460-ribu-QeR8AOkDy5.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kereta Rel Listrik (KRL) Commuterline mulai memberlakukan perubahan rute perjalanan mulai Sabtu 28 Mei 2022 kemarin. Tercatat sebanyak 464.451 penumpang perjalanan pada pemberlakuan aturan tersebut.
&quot;Khusus di Stasiun Manggarai volume pengguna sebanyak 20.152 orang,&quot; ujar VP Corporate Secretary PT KAI Commuterline, Anne Purba kepada wartawan Minggu (29/5/2022).
Ia menuturkan, saat ini dengan 60% pembangunan Stasiun Manggarai pengguna yang transit cukup naik dan turun menuju peron tujuan dengan menggunakan tangga manual, lift, dan eskalator. Berbeda dengan sebelumnya, pengguna harus menyeberang rel ketika melakukan transit.
&quot;Ini merupakan bagian dari perencanaan proyek Double-Double Track (DDT) yang memisahkan jalur Lin Bogor, Lin Bekasi, kereta bandara, kereta jarak jauh, serta pengaktifan jalur layang,&quot; tuturnya.
Anne menambahkan, tujuan dari pembangunan ini sendiri untuk meningkatkan keselamatan dan keamanan penumpang KRL saat berpindah tujuan rangkaian kereta.
Baca juga:&amp;nbsp;Bikin Antrean Panjang dan Semrawut, KAI Commuter Keukeuh Ubah Rute KRL
&quot;Seiring terus bertambahnya perjalanan kereta yang melintas Stasiun Manggarai dan terus bertambahnya volume pengguna,&quot; ucapnya.
Baca juga:&amp;nbsp;KAI Minta Maaf Perubahan Rute Bikin Antrean Penumpang Mengular
Pada hari pertama perubahan pola operasi ini, KAI Commuter juga terus melakukan evaluasi untuk meningkatkan kualitas terbaik kepada para penumpang. Evaluasi yang dilakukan antara lain;
1. KAI Commuter memohon maaf terjadi kelambatan yang cukup tinggi pada hari pertama, mengingat adanya pembatasan kecepatan menuju dan keluar Stasiun Manggarai pasca SO 5 untuk memastikan keselamatan perjalanan kereta. Namun pada sore hari hal ini dapat diatasi dengan memotong relasi untuk memperkecil kelambatan. Pembatasan kecepatan pun terus dilakukan evaluasi agar dapat ditingkatkan.2. KAI Commuter juga mengoperasikan KRL Feeder relasi Manggarai-Angke/Kampung Bandan melalui peron 8 untuk mengantisipasi kepadatan di peron 6 dan 7 dampak dari kelambatan dan potong relasi sehingga dapat mengurangi kepadatan di stasiun.
3. KAI Commuter juga menyiapkan petugas agar setiap fasilitas yang ada di Stasiun Manggarai dapat tersosialisasi dengan baik sehingga transit pengguna lebih dimudahkan dan dapat terlayani dengan baik.
Baca juga:&amp;nbsp;Masyarakat Bingung dengan Rute Baru KRL Bogor dan Bekasi</description><content:encoded>JAKARTA - Kereta Rel Listrik (KRL) Commuterline mulai memberlakukan perubahan rute perjalanan mulai Sabtu 28 Mei 2022 kemarin. Tercatat sebanyak 464.451 penumpang perjalanan pada pemberlakuan aturan tersebut.
&quot;Khusus di Stasiun Manggarai volume pengguna sebanyak 20.152 orang,&quot; ujar VP Corporate Secretary PT KAI Commuterline, Anne Purba kepada wartawan Minggu (29/5/2022).
Ia menuturkan, saat ini dengan 60% pembangunan Stasiun Manggarai pengguna yang transit cukup naik dan turun menuju peron tujuan dengan menggunakan tangga manual, lift, dan eskalator. Berbeda dengan sebelumnya, pengguna harus menyeberang rel ketika melakukan transit.
&quot;Ini merupakan bagian dari perencanaan proyek Double-Double Track (DDT) yang memisahkan jalur Lin Bogor, Lin Bekasi, kereta bandara, kereta jarak jauh, serta pengaktifan jalur layang,&quot; tuturnya.
Anne menambahkan, tujuan dari pembangunan ini sendiri untuk meningkatkan keselamatan dan keamanan penumpang KRL saat berpindah tujuan rangkaian kereta.
Baca juga:&amp;nbsp;Bikin Antrean Panjang dan Semrawut, KAI Commuter Keukeuh Ubah Rute KRL
&quot;Seiring terus bertambahnya perjalanan kereta yang melintas Stasiun Manggarai dan terus bertambahnya volume pengguna,&quot; ucapnya.
Baca juga:&amp;nbsp;KAI Minta Maaf Perubahan Rute Bikin Antrean Penumpang Mengular
Pada hari pertama perubahan pola operasi ini, KAI Commuter juga terus melakukan evaluasi untuk meningkatkan kualitas terbaik kepada para penumpang. Evaluasi yang dilakukan antara lain;
1. KAI Commuter memohon maaf terjadi kelambatan yang cukup tinggi pada hari pertama, mengingat adanya pembatasan kecepatan menuju dan keluar Stasiun Manggarai pasca SO 5 untuk memastikan keselamatan perjalanan kereta. Namun pada sore hari hal ini dapat diatasi dengan memotong relasi untuk memperkecil kelambatan. Pembatasan kecepatan pun terus dilakukan evaluasi agar dapat ditingkatkan.2. KAI Commuter juga mengoperasikan KRL Feeder relasi Manggarai-Angke/Kampung Bandan melalui peron 8 untuk mengantisipasi kepadatan di peron 6 dan 7 dampak dari kelambatan dan potong relasi sehingga dapat mengurangi kepadatan di stasiun.
3. KAI Commuter juga menyiapkan petugas agar setiap fasilitas yang ada di Stasiun Manggarai dapat tersosialisasi dengan baik sehingga transit pengguna lebih dimudahkan dan dapat terlayani dengan baik.
Baca juga:&amp;nbsp;Masyarakat Bingung dengan Rute Baru KRL Bogor dan Bekasi</content:encoded></item></channel></rss>
