<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pengamat Politik: Capres Pilpres 2024 Harus Berkualitas, Tidak Sekedar Populer</title><description>Emrus mengatakan bahwa publik perlu mencari tahu kualitas dan integraitas para Capres.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/05/31/337/2602924/pengamat-politik-capres-pilpres-2024-harus-berkualitas-tidak-sekedar-populer</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/05/31/337/2602924/pengamat-politik-capres-pilpres-2024-harus-berkualitas-tidak-sekedar-populer"/><item><title>Pengamat Politik: Capres Pilpres 2024 Harus Berkualitas, Tidak Sekedar Populer</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/05/31/337/2602924/pengamat-politik-capres-pilpres-2024-harus-berkualitas-tidak-sekedar-populer</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/05/31/337/2602924/pengamat-politik-capres-pilpres-2024-harus-berkualitas-tidak-sekedar-populer</guid><pubDate>Selasa 31 Mei 2022 07:57 WIB</pubDate><dc:creator>Carlos Roy Fajarta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/05/31/337/2602924/pengamat-politik-capres-pipres-2024-harus-berkualitas-tidak-sekedar-populer-NThBd7OXYd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Prabowo Subianto adalah salah seorang tokoh yang dijagokan maju dalam Pilpres 2024. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/05/31/337/2602924/pengamat-politik-capres-pipres-2024-harus-berkualitas-tidak-sekedar-populer-NThBd7OXYd.jpg</image><title>Prabowo Subianto adalah salah seorang tokoh yang dijagokan maju dalam Pilpres 2024. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Kandidat Calon Presiden (Capres) dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2024 diharapkan tidak sekedar populer, tetapi juga harus berkualitas dan berintegritas, demikian disampaikan Pakar Komunikasi Politik Universitas Pelita Harapan, Emrus Sihombing.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Parpol Ramai Berkoalisi Jelang Pilpres 2024, PDIP Fokus Persiapkan Infrastruktur Partai
&quot;Publik perlu mencari tahu kualitas-integritas dari kandidat Capres 2024 yang berkualitas dan berintegritas. Jadi tidak sekedar berdasarkan popularitas dan elektabilitas dalam hasil survei,&quot; ujar Emrus Sihombing, Senin (30/5/2022).&amp;nbsp;
Ia menyebutkan apabila Capres yang dipilih masyarakat hanya berdasarkan popularitas dan elektabilitas, maka akan cenderung membuat kebijakan, program dan tindakan populer asalkan masyarakat nyaman.
&quot;Janji kampanye sebagian berpotensi tidak direalisasikan optimal. Ia pun tidak mempunyai strategi penyelesaian persoalan secara substansi dan holistik, sehingga memunculkan kembali persoalan-persoalan yang relatif sama pada berbagai bidang kehidupan sosial. Tidak pernah  menuntaskan akar masalah,&quot; terang Emrus Sihombing.
Pemimpin atas dasar popularitas-elektabilitas kata Emrus Sihombing akan sangat terbuka kemungkinan membuat kebijakan, program, dan tindakan sekedar menyenangkan saja dalam jangka pendek, namun tetap di bawah kendali kekuatan pemodal dari dalam mapun luar negeri.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Soal Pilpres 2024, Jokowi ke Projo: Ojo Kesusu, Jangan Desak Desak Saya
&quot;Misalnya, membangun atas dasar pinjaman dari berbagai negara dan atau perusahaan swasta dari luar negeri. Gaya kepemimpinan semacam ini akan membuat bangsa kita tidak mampu bersaing dengan negara tetangga sekalipun karena dikendalikan oleh pemberi pinjaman,&quot; ungkap Emrus Sihombing.Masalah kepemimpinan dari sosok Capres tersebut dikatakan Emrus terus-menerus berulang di negeri ini. Pola kepemimpinan semacam ini kata dia dilahirkan dari sistem komunikasi politik yang berorientasi pada popularitas dan elektabilitas semata tanpa memperhatikan kualitas dan integritas.



&quot;Untuk itu, menurut hemat saya, negeri ini harus terhindar dari berbagai permainan komunikasi politik yang hanya menekankan pada popularitas dan elektabilitas semata,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Kandidat Calon Presiden (Capres) dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2024 diharapkan tidak sekedar populer, tetapi juga harus berkualitas dan berintegritas, demikian disampaikan Pakar Komunikasi Politik Universitas Pelita Harapan, Emrus Sihombing.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Parpol Ramai Berkoalisi Jelang Pilpres 2024, PDIP Fokus Persiapkan Infrastruktur Partai
&quot;Publik perlu mencari tahu kualitas-integritas dari kandidat Capres 2024 yang berkualitas dan berintegritas. Jadi tidak sekedar berdasarkan popularitas dan elektabilitas dalam hasil survei,&quot; ujar Emrus Sihombing, Senin (30/5/2022).&amp;nbsp;
Ia menyebutkan apabila Capres yang dipilih masyarakat hanya berdasarkan popularitas dan elektabilitas, maka akan cenderung membuat kebijakan, program dan tindakan populer asalkan masyarakat nyaman.
&quot;Janji kampanye sebagian berpotensi tidak direalisasikan optimal. Ia pun tidak mempunyai strategi penyelesaian persoalan secara substansi dan holistik, sehingga memunculkan kembali persoalan-persoalan yang relatif sama pada berbagai bidang kehidupan sosial. Tidak pernah  menuntaskan akar masalah,&quot; terang Emrus Sihombing.
Pemimpin atas dasar popularitas-elektabilitas kata Emrus Sihombing akan sangat terbuka kemungkinan membuat kebijakan, program, dan tindakan sekedar menyenangkan saja dalam jangka pendek, namun tetap di bawah kendali kekuatan pemodal dari dalam mapun luar negeri.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Soal Pilpres 2024, Jokowi ke Projo: Ojo Kesusu, Jangan Desak Desak Saya
&quot;Misalnya, membangun atas dasar pinjaman dari berbagai negara dan atau perusahaan swasta dari luar negeri. Gaya kepemimpinan semacam ini akan membuat bangsa kita tidak mampu bersaing dengan negara tetangga sekalipun karena dikendalikan oleh pemberi pinjaman,&quot; ungkap Emrus Sihombing.Masalah kepemimpinan dari sosok Capres tersebut dikatakan Emrus terus-menerus berulang di negeri ini. Pola kepemimpinan semacam ini kata dia dilahirkan dari sistem komunikasi politik yang berorientasi pada popularitas dan elektabilitas semata tanpa memperhatikan kualitas dan integritas.



&quot;Untuk itu, menurut hemat saya, negeri ini harus terhindar dari berbagai permainan komunikasi politik yang hanya menekankan pada popularitas dan elektabilitas semata,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
