<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hanya Karena Tak Merespons Saat Dipanggil, Ayah Tega Aniaya Anak</title><description>Tersangka melakukan penganiayaan terhadap 2 orang anaknya sendiri</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/05/31/338/2603179/hanya-karena-tak-merespons-saat-dipanggil-ayah-tega-aniaya-anak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/05/31/338/2603179/hanya-karena-tak-merespons-saat-dipanggil-ayah-tega-aniaya-anak"/><item><title>Hanya Karena Tak Merespons Saat Dipanggil, Ayah Tega Aniaya Anak</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/05/31/338/2603179/hanya-karena-tak-merespons-saat-dipanggil-ayah-tega-aniaya-anak</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/05/31/338/2603179/hanya-karena-tak-merespons-saat-dipanggil-ayah-tega-aniaya-anak</guid><pubDate>Selasa 31 Mei 2022 13:57 WIB</pubDate><dc:creator>Bachtiar Rojab</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/05/31/338/2603179/hanya-karena-tak-merespons-saat-dipanggil-ayah-tega-aniaya-anak-vepaTk4KvR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi/ Foto: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/05/31/338/2603179/hanya-karena-tak-merespons-saat-dipanggil-ayah-tega-aniaya-anak-vepaTk4KvR.jpg</image><title>Ilustrasi/ Foto: Okezone</title></images><description>



JAKARTA - Kasi Humas Polres Metro Jakarta Barat Kompol Moch Taufik Iksan membeberkan motif seorang ayah berinisial EES (40), yang tega melakukan penganiayaan terhadap anak kandungnya sendiri di kawasan Tanjung Duren, Jakarta Barat.

BACA JUGA:Benny K Harman Bantah Lakukan Penganiayaan Pegawai Resto&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Menurut Taufik, usai melakukan penganiayaan terhadap 2 orang anaknya sendiri, saat ini tersangka telah diamankan Polsek Tanjung Duren Jakarta Barat.

&quot;Pelaku terpancing amarah saat kedua anak pelaku tak membalas panggilannya lalu naik pitam kemudian melempar gelas dan botol kaca yang berada di dapur rumah pelaku,&quot; ujar Taufik dalam keterangannya, Selasa (31/5/2022).

Senada dengan hal tersebut, Kapolsek Tanjung Duren Kompol Muharram Wibisono mengatakan, motif pelaku melakukan penganiayaan tersebut dikarenakan adanya faktor ekonomi.

&quot;Pelaku dengan istrinya sering cekcok karena kondisi ekonomi keluarga di mana pelaku menganggur kemudian sering terjadi cekcok,&quot; terangnya.

Muharram menambahkan, kejadian keji tersebut tidak hanya menimpa kepada kedua anaknya yang berinisial MRI (16) dan MA (14). Namun, tersangka juga kerap melakukan penganiayaan terhadap istrinya.

BACA JUGA:Viral Penganiayaan Pengemudi Pajero ke Yaris Berujung Damai


&quot;Tak hanya melakukan penganiayaan terhadap anaknya pelaku juga pernah melakukan kekerasan dalam rumah tangga terhadap istrinya namun diselesaikan secara kekeluargaan,&quot; ucapnya.

Naasnya, kata Muharram, kejadian itu bermula saat ayah kandung tersebut sedang meminta tolong anaknya untuk pergi ke warung membeli barang dengan cara berhutang. Namun, sang anak tidak mau karena merasa malu.
&quot;Pelaku memukul MRI dengan menggunakan tangan kanan yang mengepal ke dahi sebanyak 1 kali dan pelipis mata kiri sebanyak 2 kali dan menggunakan pipa paralon dipukulkan ke perut sebanyak 1 kali,&quot; ucapnya.


BACA JUGA:Korban Penganiayaan Ibu Tiri Selama Satu Tahun Sudah Bisa TersenyumBACA JUGA:Korban Penganiayaan Ibu Tiri Selama Satu Tahun Sudah Bisa Tersenyum


Sedangkan MA dipukul menggunakan tangan kanan yang mengepal ke pipi kanan dan perut, sedangkan kuping kanan, lengan kiri dan perutnya dipukul menggunakan pipa paralon yang dipegang di tangan kanan pelaku.

</description><content:encoded>



JAKARTA - Kasi Humas Polres Metro Jakarta Barat Kompol Moch Taufik Iksan membeberkan motif seorang ayah berinisial EES (40), yang tega melakukan penganiayaan terhadap anak kandungnya sendiri di kawasan Tanjung Duren, Jakarta Barat.

BACA JUGA:Benny K Harman Bantah Lakukan Penganiayaan Pegawai Resto&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Menurut Taufik, usai melakukan penganiayaan terhadap 2 orang anaknya sendiri, saat ini tersangka telah diamankan Polsek Tanjung Duren Jakarta Barat.

&quot;Pelaku terpancing amarah saat kedua anak pelaku tak membalas panggilannya lalu naik pitam kemudian melempar gelas dan botol kaca yang berada di dapur rumah pelaku,&quot; ujar Taufik dalam keterangannya, Selasa (31/5/2022).

Senada dengan hal tersebut, Kapolsek Tanjung Duren Kompol Muharram Wibisono mengatakan, motif pelaku melakukan penganiayaan tersebut dikarenakan adanya faktor ekonomi.

&quot;Pelaku dengan istrinya sering cekcok karena kondisi ekonomi keluarga di mana pelaku menganggur kemudian sering terjadi cekcok,&quot; terangnya.

Muharram menambahkan, kejadian keji tersebut tidak hanya menimpa kepada kedua anaknya yang berinisial MRI (16) dan MA (14). Namun, tersangka juga kerap melakukan penganiayaan terhadap istrinya.

BACA JUGA:Viral Penganiayaan Pengemudi Pajero ke Yaris Berujung Damai


&quot;Tak hanya melakukan penganiayaan terhadap anaknya pelaku juga pernah melakukan kekerasan dalam rumah tangga terhadap istrinya namun diselesaikan secara kekeluargaan,&quot; ucapnya.

Naasnya, kata Muharram, kejadian itu bermula saat ayah kandung tersebut sedang meminta tolong anaknya untuk pergi ke warung membeli barang dengan cara berhutang. Namun, sang anak tidak mau karena merasa malu.
&quot;Pelaku memukul MRI dengan menggunakan tangan kanan yang mengepal ke dahi sebanyak 1 kali dan pelipis mata kiri sebanyak 2 kali dan menggunakan pipa paralon dipukulkan ke perut sebanyak 1 kali,&quot; ucapnya.


BACA JUGA:Korban Penganiayaan Ibu Tiri Selama Satu Tahun Sudah Bisa TersenyumBACA JUGA:Korban Penganiayaan Ibu Tiri Selama Satu Tahun Sudah Bisa Tersenyum


Sedangkan MA dipukul menggunakan tangan kanan yang mengepal ke pipi kanan dan perut, sedangkan kuping kanan, lengan kiri dan perutnya dipukul menggunakan pipa paralon yang dipegang di tangan kanan pelaku.

</content:encoded></item></channel></rss>
