<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dua Kelompok Bentrok Terkait Sengketa Batas Lahan Kebun, 1 Tewas dan 5 Luka Parah</title><description>Dari perkelahian tersebut berlanjut dengan menggunakan parang. Satu warga tewas dan lima lainya mengalami luka serius.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/06/01/340/2603543/dua-kelompok-bentrok-terkait-sengketa-batas-lahan-kebun-1-tewas-dan-5-luka-parah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/06/01/340/2603543/dua-kelompok-bentrok-terkait-sengketa-batas-lahan-kebun-1-tewas-dan-5-luka-parah"/><item><title>Dua Kelompok Bentrok Terkait Sengketa Batas Lahan Kebun, 1 Tewas dan 5 Luka Parah</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/06/01/340/2603543/dua-kelompok-bentrok-terkait-sengketa-batas-lahan-kebun-1-tewas-dan-5-luka-parah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/06/01/340/2603543/dua-kelompok-bentrok-terkait-sengketa-batas-lahan-kebun-1-tewas-dan-5-luka-parah</guid><pubDate>Rabu 01 Juni 2022 03:30 WIB</pubDate><dc:creator>Israil Yanas</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/06/01/340/2603543/dua-kelompok-bentrok-terkait-sengketa-batas-lahan-kebun-1-tewas-dan-5-luka-parah-mjNvMwAjo1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi  (Foto: Dok. Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/06/01/340/2603543/dua-kelompok-bentrok-terkait-sengketa-batas-lahan-kebun-1-tewas-dan-5-luka-parah-mjNvMwAjo1.jpg</image><title>Ilustrasi  (Foto: Dok. Okezone)</title></images><description>KOLAKA UTARA - Dua kelompok saling klaim batas lahan kebun di Desa Mataleuno, Kecamatan Pakue Utara, Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, berujung perkelahian akibatkan salah satu warga tersinggung dan memukul dengan kayu.

Dari perkelahian tersebut berlanjut dengan menggunakan parang. Satu warga tewas dan lima lainya mengalami luka serius.

Tangis histeris dan jatuh pingsan, Nita, anak kedua korban melihat ayahnya, Ambo, terbujur kaku di ruangan unit gawat darurat. Dia tidak menyangka ayahnya, meninggal sangat tragis dengan luka tebasan parang di dada kirinya.

Sementara adiknya, Muin dan Unda, mengalami luka serius, dan masih dirawat di puskesmas Pakue Utara.

BACA JUGA:Warga-Brimob di Ketapang Kalbar Bentrok Masalah Lahan, Komnas HAM Turun Tangan

Sementara kelompok Joha, Baharuddin dan Gunawan mengalami luka serius dan masih dirawat di ruangan gawat darurat di RSU Djafar Harun Lasusua dengan penjagaan ketat dari kepolisian.

Diceritakan, kelompok Muin, bersama 10 orang kawannya dan kelompok Juha bersama 6 kawannya di lokasi batas lahan kebun tersebut, sementara korban meninggal, Ambo baru datang dari sulawesi selatan bersama anaknya.
Menurut Kapolres Kolaka Utara, AKBP Moh Yosa Hadi, pertikaan terjadi berawal dari sengketa lahan kebun antara Joha yangg merupakan pemilik lahan kebun yang di beli dari, Deng Parua. Namun saat pengukuran dan pemasangan patok tapal batas terjadi perselisihan yang berakhir saling serang.

&quot;Bentrokan itu mengakibatkan satu meninggal dan lima orang mengalami luka serius,&quot; paparnya.

Polisi mengamankan barang bukti delapan parang dan masih memeriksa saksi - saksi untuk kelengkapan pemeriksaan, sementara korban meninggal akan dikebumikan di kampungnya, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, untuk dikebumikan.
</description><content:encoded>KOLAKA UTARA - Dua kelompok saling klaim batas lahan kebun di Desa Mataleuno, Kecamatan Pakue Utara, Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, berujung perkelahian akibatkan salah satu warga tersinggung dan memukul dengan kayu.

Dari perkelahian tersebut berlanjut dengan menggunakan parang. Satu warga tewas dan lima lainya mengalami luka serius.

Tangis histeris dan jatuh pingsan, Nita, anak kedua korban melihat ayahnya, Ambo, terbujur kaku di ruangan unit gawat darurat. Dia tidak menyangka ayahnya, meninggal sangat tragis dengan luka tebasan parang di dada kirinya.

Sementara adiknya, Muin dan Unda, mengalami luka serius, dan masih dirawat di puskesmas Pakue Utara.

BACA JUGA:Warga-Brimob di Ketapang Kalbar Bentrok Masalah Lahan, Komnas HAM Turun Tangan

Sementara kelompok Joha, Baharuddin dan Gunawan mengalami luka serius dan masih dirawat di ruangan gawat darurat di RSU Djafar Harun Lasusua dengan penjagaan ketat dari kepolisian.

Diceritakan, kelompok Muin, bersama 10 orang kawannya dan kelompok Juha bersama 6 kawannya di lokasi batas lahan kebun tersebut, sementara korban meninggal, Ambo baru datang dari sulawesi selatan bersama anaknya.
Menurut Kapolres Kolaka Utara, AKBP Moh Yosa Hadi, pertikaan terjadi berawal dari sengketa lahan kebun antara Joha yangg merupakan pemilik lahan kebun yang di beli dari, Deng Parua. Namun saat pengukuran dan pemasangan patok tapal batas terjadi perselisihan yang berakhir saling serang.

&quot;Bentrokan itu mengakibatkan satu meninggal dan lima orang mengalami luka serius,&quot; paparnya.

Polisi mengamankan barang bukti delapan parang dan masih memeriksa saksi - saksi untuk kelengkapan pemeriksaan, sementara korban meninggal akan dikebumikan di kampungnya, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, untuk dikebumikan.
</content:encoded></item></channel></rss>
