<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Humor Gus Dur: Kepanjangan Unik 'No Smoking'</title><description>Ternyata ini kepanjangan 'No Smoking' bagi kiai NU.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/06/02/337/2603762/humor-gus-dur-kepanjangan-unik-no-smoking</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/06/02/337/2603762/humor-gus-dur-kepanjangan-unik-no-smoking"/><item><title>Humor Gus Dur: Kepanjangan Unik 'No Smoking'</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/06/02/337/2603762/humor-gus-dur-kepanjangan-unik-no-smoking</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/06/02/337/2603762/humor-gus-dur-kepanjangan-unik-no-smoking</guid><pubDate>Kamis 02 Juni 2022 05:01 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/06/01/337/2603762/humor-gus-dur-kepanjangan-unik-no-smoking-sbuKeM7nJH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">KH. Abdurrahman Wahid. (Foto: Ist.) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/06/01/337/2603762/humor-gus-dur-kepanjangan-unik-no-smoking-sbuKeM7nJH.jpg</image><title>KH. Abdurrahman Wahid. (Foto: Ist.) </title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dikenal sebagai sosok ulama yang senang bergurau dan memiliki segudang lelucon pengocok perut. Salah satu humor yang pernah diceritakan adalah mengenai tulisan No Smoking dan para kiai Nahdlatul Ulama (NU) yang gemar merokok.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Ketika Gus Dur Bicara Pandangan Islam Tentang Pancasila dan Bikin Kesal Wartawan

Dikutip dari buku 'Tertawa Bersama Gus Presiden Dur' karya Hermawan Sulistyo, dikisahkan bahwa suatu hari para kiai NU bermusyawarah di salah satu hotel bintang lima di Jakarta.
Mayoritas kiai NU adalah perokok berat, sehingga asap pun berkepul-kepul. Padahal di dinding sudah tertempel tulisan &quot;No Smoking&quot; alias Dilarang Merokok. Melihat tingkah para kiai itu satpam pun datang untuk memberi teguran.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Humor Gus Dur: Cari Saja Moyang Saya 500 Tahun yang Lalu
Dengan wajah seram si satpam memberi tahu para kiai bahwa di ruangan itu dilarang merokok. Dia menunjuk tulisan &amp;ldquo;No Smoking&amp;rdquo; yang terpampang.
&quot;Oh, itu,&quot; ujar seorang kiai.&amp;rdquo;Sampeyan salah. No Smoking itu singkatan dari Nahdlatoel Oelama Smoking. Jadi, ini tempat merokoknya orang-orang NU,&quot; kata sang kiai menjawab dengan nada santai.
Mendengar jawaban itu si satpam yang tadi hendak mengusir para kiai kemudian pergi berlalu.
Dalam ejaan bahasa Indonesia dulu ditulis Nahdlatoel Oelama, yakni saat itu NU didirikan pada tahun 1926 di mana pengejaan lama masih berlaku.
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dikenal sebagai sosok ulama yang senang bergurau dan memiliki segudang lelucon pengocok perut. Salah satu humor yang pernah diceritakan adalah mengenai tulisan No Smoking dan para kiai Nahdlatul Ulama (NU) yang gemar merokok.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Ketika Gus Dur Bicara Pandangan Islam Tentang Pancasila dan Bikin Kesal Wartawan

Dikutip dari buku 'Tertawa Bersama Gus Presiden Dur' karya Hermawan Sulistyo, dikisahkan bahwa suatu hari para kiai NU bermusyawarah di salah satu hotel bintang lima di Jakarta.
Mayoritas kiai NU adalah perokok berat, sehingga asap pun berkepul-kepul. Padahal di dinding sudah tertempel tulisan &quot;No Smoking&quot; alias Dilarang Merokok. Melihat tingkah para kiai itu satpam pun datang untuk memberi teguran.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Humor Gus Dur: Cari Saja Moyang Saya 500 Tahun yang Lalu
Dengan wajah seram si satpam memberi tahu para kiai bahwa di ruangan itu dilarang merokok. Dia menunjuk tulisan &amp;ldquo;No Smoking&amp;rdquo; yang terpampang.
&quot;Oh, itu,&quot; ujar seorang kiai.&amp;rdquo;Sampeyan salah. No Smoking itu singkatan dari Nahdlatoel Oelama Smoking. Jadi, ini tempat merokoknya orang-orang NU,&quot; kata sang kiai menjawab dengan nada santai.
Mendengar jawaban itu si satpam yang tadi hendak mengusir para kiai kemudian pergi berlalu.
Dalam ejaan bahasa Indonesia dulu ditulis Nahdlatoel Oelama, yakni saat itu NU didirikan pada tahun 1926 di mana pengejaan lama masih berlaku.
</content:encoded></item></channel></rss>
