<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Nostalgia di Tebuireng, Ma'ruf Amin: Kenangan Sebagai Alumni Tak Pernah Hilang</title><description>Selain mempelajari ilmu fiqih, Wapres juga mengikuti pendidikan formal di lingkungan Ponpes Tebuireng.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/06/05/337/2605741/nostalgia-di-tebuireng-ma-ruf-amin-kenangan-sebagai-alumni-tak-pernah-hilang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/06/05/337/2605741/nostalgia-di-tebuireng-ma-ruf-amin-kenangan-sebagai-alumni-tak-pernah-hilang"/><item><title>Nostalgia di Tebuireng, Ma'ruf Amin: Kenangan Sebagai Alumni Tak Pernah Hilang</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/06/05/337/2605741/nostalgia-di-tebuireng-ma-ruf-amin-kenangan-sebagai-alumni-tak-pernah-hilang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/06/05/337/2605741/nostalgia-di-tebuireng-ma-ruf-amin-kenangan-sebagai-alumni-tak-pernah-hilang</guid><pubDate>Minggu 05 Juni 2022 04:30 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/06/05/337/2605741/nostalgia-di-tebuireng-ma-ruf-amin-kenangan-sebagai-alumni-tak-pernah-hilang-W2rAksbMTZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wapres Ma'ruf Amin (Foto: Binti M)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/06/05/337/2605741/nostalgia-di-tebuireng-ma-ruf-amin-kenangan-sebagai-alumni-tak-pernah-hilang-W2rAksbMTZ.jpg</image><title>Wapres Ma'ruf Amin (Foto: Binti M)</title></images><description>JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma&amp;rsquo;ruf Amin kembali mengenang atau bernostalgia masa-masa ketika menuntut ilmu di Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng, Jombang, Jawa Timur. Mengingat, pesantren ini menjadi bagian besar dari perjalanan Wapres menuntut ilmu semasa mudanya, kurang lebih selama 6 tahun.
Wapres mencurahkan waktu dan pikirannya untuk belajar berbagai kitab fiqih dan ilmu-ilmu keagamaan yang kemudian mengantarkannya menjadi seorang Kiai. Selain mempelajari ilmu fiqih, Wapres juga mengikuti pendidikan formal di lingkungan Ponpes Tebuireng.
&amp;ldquo;Saya sebagai salah seorang alumni (Ponpes) Tebuireng, saya menjadi teringat kembali saat saya menyantren di sini,&amp;rdquo; kata Wapres saat menghadiri acara Seminar Aktualisasi Pemikiran Aswaja Hadratus Syeikh K.H. M. Hasyim Asy'ari di Era Disrupsi di Ponpes Tebuireng, Jalan Irian Jaya Nomor 10, Jombang, Jawa Timur, Sabtu (4/6/2022).
BACA JUGA:Bertemu Dubes Spanyol, Wapres Maruf Amin Ingatkan Ancaman Separatisme

Pada acara yang juga merupakan halal bihalal dan temu alumni nasional Pesantren Tebuireng ini, Wapres menyampaikan, banyak sekali ilmu dan kenangan indah yang didapatkan selama menjadi santri. &amp;ldquo;Saya ingat betul saya pernah (tinggal) di dekat masjid, itu di Pondok A namanya itu, saya pindah (lagi) ke Pondok C,&amp;rdquo; kenang Wapres.
&amp;ldquo;Jadi saya muter-muter di pesantren ini, menyenangkan dan banyak sekali nostalgia masa-masa ketika saya berada di pesantren dan ini menjadi kenangan saya yang tidak pernah hilang,&amp;rdquo; tambahnya.
BACA JUGA:Wapres Maruf Amin: 80 Juta Pemudik Harus Dipastikan Sudah Vaksin Covid-19
Pada kesempatan yang sama, Wapres juga mengenang sosok kharismatik pendiri Ponpes Tebuireng, K.H. Hasyim Asy'ari. Wapres menilai, sosok K.H. Hasyim Asy'ari adalah sosok yang memperjuangkan ahlussunnah wal jamaah (komunitas atau sekelompok orang-orang yang selalu berpedoman pada sunnah Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya). Wapres pun mengajak agar para pendidik, lulusan dan santri dapat meneruskan warisan ilmu yang diberikan ini.

&amp;ldquo;Kita harapkan apa yang diwariskan Hadratus Syeikh benar-benar terus menjadi akidah umat, menebarkan toleransi, menebarkan keutuhan bangsa,&amp;rdquo; pesan Wapres.

Menutup sambutannya, Wapres berharap agar silaturahmi seperti ini dapat terus dilanjutkan. Sebab, melalui silaturahmi dapat tercipta wawasan-wawasan dan ide baru dari para peserta yang hadir.

&amp;ldquo;Saya menganggap pertemuan ini forum silaturahim dan saya kira kita perlu dukung, kita jaga supaya para kader-kader yang dididik di tempat ini bisa mewarisi semangat dan cara berpikir yang dinamis tapi juga moderat,&amp;rdquo; pungkas Wapres.
</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma&amp;rsquo;ruf Amin kembali mengenang atau bernostalgia masa-masa ketika menuntut ilmu di Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng, Jombang, Jawa Timur. Mengingat, pesantren ini menjadi bagian besar dari perjalanan Wapres menuntut ilmu semasa mudanya, kurang lebih selama 6 tahun.
Wapres mencurahkan waktu dan pikirannya untuk belajar berbagai kitab fiqih dan ilmu-ilmu keagamaan yang kemudian mengantarkannya menjadi seorang Kiai. Selain mempelajari ilmu fiqih, Wapres juga mengikuti pendidikan formal di lingkungan Ponpes Tebuireng.
&amp;ldquo;Saya sebagai salah seorang alumni (Ponpes) Tebuireng, saya menjadi teringat kembali saat saya menyantren di sini,&amp;rdquo; kata Wapres saat menghadiri acara Seminar Aktualisasi Pemikiran Aswaja Hadratus Syeikh K.H. M. Hasyim Asy'ari di Era Disrupsi di Ponpes Tebuireng, Jalan Irian Jaya Nomor 10, Jombang, Jawa Timur, Sabtu (4/6/2022).
BACA JUGA:Bertemu Dubes Spanyol, Wapres Maruf Amin Ingatkan Ancaman Separatisme

Pada acara yang juga merupakan halal bihalal dan temu alumni nasional Pesantren Tebuireng ini, Wapres menyampaikan, banyak sekali ilmu dan kenangan indah yang didapatkan selama menjadi santri. &amp;ldquo;Saya ingat betul saya pernah (tinggal) di dekat masjid, itu di Pondok A namanya itu, saya pindah (lagi) ke Pondok C,&amp;rdquo; kenang Wapres.
&amp;ldquo;Jadi saya muter-muter di pesantren ini, menyenangkan dan banyak sekali nostalgia masa-masa ketika saya berada di pesantren dan ini menjadi kenangan saya yang tidak pernah hilang,&amp;rdquo; tambahnya.
BACA JUGA:Wapres Maruf Amin: 80 Juta Pemudik Harus Dipastikan Sudah Vaksin Covid-19
Pada kesempatan yang sama, Wapres juga mengenang sosok kharismatik pendiri Ponpes Tebuireng, K.H. Hasyim Asy'ari. Wapres menilai, sosok K.H. Hasyim Asy'ari adalah sosok yang memperjuangkan ahlussunnah wal jamaah (komunitas atau sekelompok orang-orang yang selalu berpedoman pada sunnah Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya). Wapres pun mengajak agar para pendidik, lulusan dan santri dapat meneruskan warisan ilmu yang diberikan ini.

&amp;ldquo;Kita harapkan apa yang diwariskan Hadratus Syeikh benar-benar terus menjadi akidah umat, menebarkan toleransi, menebarkan keutuhan bangsa,&amp;rdquo; pesan Wapres.

Menutup sambutannya, Wapres berharap agar silaturahmi seperti ini dapat terus dilanjutkan. Sebab, melalui silaturahmi dapat tercipta wawasan-wawasan dan ide baru dari para peserta yang hadir.

&amp;ldquo;Saya menganggap pertemuan ini forum silaturahim dan saya kira kita perlu dukung, kita jaga supaya para kader-kader yang dididik di tempat ini bisa mewarisi semangat dan cara berpikir yang dinamis tapi juga moderat,&amp;rdquo; pungkas Wapres.
</content:encoded></item></channel></rss>
