<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bryan Yoga Kusuma Mengaku Sempat Dibanting ke Aspal</title><description>Ia meminta kepada petinggi Polri dan presiden bertindak tegas mengusut kasus ini</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/06/06/510/2606760/bryan-yoga-kusuma-mengaku-sempat-dibanting-ke-aspal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/06/06/510/2606760/bryan-yoga-kusuma-mengaku-sempat-dibanting-ke-aspal"/><item><title>Bryan Yoga Kusuma Mengaku Sempat Dibanting ke Aspal</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/06/06/510/2606760/bryan-yoga-kusuma-mengaku-sempat-dibanting-ke-aspal</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/06/06/510/2606760/bryan-yoga-kusuma-mengaku-sempat-dibanting-ke-aspal</guid><pubDate>Senin 06 Juni 2022 21:09 WIB</pubDate><dc:creator>Erfan Erlin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/06/06/510/2606760/bryan-yoga-kusuma-mengaku-sempat-dibanting-ke-aspal-dCx9lQ1BgM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi/ Foto: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/06/06/510/2606760/bryan-yoga-kusuma-mengaku-sempat-dibanting-ke-aspal-dCx9lQ1BgM.jpg</image><title>Ilustrasi/ Foto: Okezone</title></images><description>YOGYAKARTA - Bryan Yoga Kusuma, anak komisaris utama Bank Jatim sempat berbicara dalam konperensi pers yang digelar secara daring oleh kuasa hukum Bryan, Duke Arie Widagdo dan perwakilan keluarga Anung Prajotho. Konferensi pers ini terkait penganiayaan yang dialami Bryan.

Melalui rekaman video, Bryan meminta kasus ini diusut secara tuntas. Walau melibatkan aparat polisi di wilayah hukum Polres Sleman, kasus diselesaikan secara adil. Ia meminta kepada petinggi Polri dan presiden bertindak tegas mengusut kasus ini.


BACA JUGA:Keluarga Mengaku Alami Ganguan Psikis Akibat Penganiayaan Justin Frederick

&quot;Saya dikeroyok 20 orang yang diantaranya adalah polisi. Saya dibanting ke aspal hingga dianiaya di Polres Sleman,&quot; tutur dia dikutip, Senin (6/6/2022).

&quot;Dengan kondisi setengah sadar saya berusaha kabur dan keluar dari Polres Sleman. Saya meminta petinggi polri dan presiden bertindak tegas mengusut kasus ini. Saya meyakini masih banyak aparat yang benar dalam mengusut kasus secara adil,&quot; tambahnya.

Kuasa hukum Bryan, Duke mengakui jika kliennya sempat kabur ketika dimediasi di Polres Sleman. Namun Duke mengatakan jika Bryan sengaja melarikan diri karena mendapat penganiayaan serupa oleh oknum polisi.

&quot;Dia berusaha menyelamatkan diri dari penganiayaan di kantor Polres Sleman. Karena di Holywings sudah dianiya, di kantor Polres Sleman juga dianiaya,&quot; ungkap  dalam konferensi pers secara daring, Senin (6/6/2022).

&quot;Karena merasa terpojok, Bryan kabur lalu lompat pagar kantor Polres Sleman dan tertabrak mobil. Setelah itu dari keterangan rekan Bryan yaitu Albert mengatakan Bryan langsung dilarikan ke rumah sakit,&quot; kata dia.

Duke menyayangkan pihak aparat yang tidak memediasai kasus pengeroyokan kliennya setelah babak belur di Holywings Jogja. Namun justru salah satu oknum polisi yang diketahui berinisial LV ikut menyita handphone korban.

Pihaknya tentu kecewa dengan tindakan tersebut, bahkan dari keterangan saksi yang mereka miliki, selain menyita HP oknum LV ini juga meminta ganti rugi terhadap mobil yang rusak di parkiran Holywings Jogja jika memang ada kerusakan.


BACA JUGA:Kronologi Penganiayaan Anak Anggota DPR di Tol Dalam Kota

Penganiayaan itu terhenti ketika Bryan tertabrak mobil yang lalu lalang di depan Polres Sleman setelah berusaha kabur. Saat ini kondisi Bryan Yoga Kusuma sudah siuman. Namun bagian kepala dan wajah, badan dan kaki mengalami luka akibat pengeroyokan itu.

&quot;Tapi kalau kondisi di dalam tubuh katanya bagian kepala itu masih terasa sakit,&quot; katanya.</description><content:encoded>YOGYAKARTA - Bryan Yoga Kusuma, anak komisaris utama Bank Jatim sempat berbicara dalam konperensi pers yang digelar secara daring oleh kuasa hukum Bryan, Duke Arie Widagdo dan perwakilan keluarga Anung Prajotho. Konferensi pers ini terkait penganiayaan yang dialami Bryan.

Melalui rekaman video, Bryan meminta kasus ini diusut secara tuntas. Walau melibatkan aparat polisi di wilayah hukum Polres Sleman, kasus diselesaikan secara adil. Ia meminta kepada petinggi Polri dan presiden bertindak tegas mengusut kasus ini.


BACA JUGA:Keluarga Mengaku Alami Ganguan Psikis Akibat Penganiayaan Justin Frederick

&quot;Saya dikeroyok 20 orang yang diantaranya adalah polisi. Saya dibanting ke aspal hingga dianiaya di Polres Sleman,&quot; tutur dia dikutip, Senin (6/6/2022).

&quot;Dengan kondisi setengah sadar saya berusaha kabur dan keluar dari Polres Sleman. Saya meminta petinggi polri dan presiden bertindak tegas mengusut kasus ini. Saya meyakini masih banyak aparat yang benar dalam mengusut kasus secara adil,&quot; tambahnya.

Kuasa hukum Bryan, Duke mengakui jika kliennya sempat kabur ketika dimediasi di Polres Sleman. Namun Duke mengatakan jika Bryan sengaja melarikan diri karena mendapat penganiayaan serupa oleh oknum polisi.

&quot;Dia berusaha menyelamatkan diri dari penganiayaan di kantor Polres Sleman. Karena di Holywings sudah dianiya, di kantor Polres Sleman juga dianiaya,&quot; ungkap  dalam konferensi pers secara daring, Senin (6/6/2022).

&quot;Karena merasa terpojok, Bryan kabur lalu lompat pagar kantor Polres Sleman dan tertabrak mobil. Setelah itu dari keterangan rekan Bryan yaitu Albert mengatakan Bryan langsung dilarikan ke rumah sakit,&quot; kata dia.

Duke menyayangkan pihak aparat yang tidak memediasai kasus pengeroyokan kliennya setelah babak belur di Holywings Jogja. Namun justru salah satu oknum polisi yang diketahui berinisial LV ikut menyita handphone korban.

Pihaknya tentu kecewa dengan tindakan tersebut, bahkan dari keterangan saksi yang mereka miliki, selain menyita HP oknum LV ini juga meminta ganti rugi terhadap mobil yang rusak di parkiran Holywings Jogja jika memang ada kerusakan.


BACA JUGA:Kronologi Penganiayaan Anak Anggota DPR di Tol Dalam Kota

Penganiayaan itu terhenti ketika Bryan tertabrak mobil yang lalu lalang di depan Polres Sleman setelah berusaha kabur. Saat ini kondisi Bryan Yoga Kusuma sudah siuman. Namun bagian kepala dan wajah, badan dan kaki mengalami luka akibat pengeroyokan itu.

&quot;Tapi kalau kondisi di dalam tubuh katanya bagian kepala itu masih terasa sakit,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
