<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Geger Temuan Senpi dan Bahan Peledak di Bandung, Polisi Periksa 4 Saksi</title><description>Polisi memeriksa 4 saksi terkait penemuan senpi hingga bahan peledak di Bandung.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/06/08/525/2607766/geger-temuan-senpi-dan-bahan-peledak-di-bandung-polisi-periksa-4-saksi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/06/08/525/2607766/geger-temuan-senpi-dan-bahan-peledak-di-bandung-polisi-periksa-4-saksi"/><item><title>Geger Temuan Senpi dan Bahan Peledak di Bandung, Polisi Periksa 4 Saksi</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/06/08/525/2607766/geger-temuan-senpi-dan-bahan-peledak-di-bandung-polisi-periksa-4-saksi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/06/08/525/2607766/geger-temuan-senpi-dan-bahan-peledak-di-bandung-polisi-periksa-4-saksi</guid><pubDate>Rabu 08 Juni 2022 12:56 WIB</pubDate><dc:creator>Agung Bakti Sarasa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/06/08/525/2607766/geger-temuan-senpi-dan-bahan-peledak-di-bandung-polisi-periksa-4-saksi-newfSAQ1Rx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gegana Brimob Jabar mengevakuasi senpi dan bahan peledak di Bandung. (MNC Portal)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/06/08/525/2607766/geger-temuan-senpi-dan-bahan-peledak-di-bandung-polisi-periksa-4-saksi-newfSAQ1Rx.jpg</image><title>Gegana Brimob Jabar mengevakuasi senpi dan bahan peledak di Bandung. (MNC Portal)</title></images><description>BANDUNG - Polda Jawa Barat memeriksa empat saksi terkait temuan senjata api, ribuan peluru, hingga bahan peledak trinitrotoluene (TNT) yang sempat menghebohkan warga Kota Bandung.
Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui asal barang-barang berbahaya tersebut. Pasalnya, hingga kini, pemilik barang-barang berbahaya yang ditemukan di sebuah rumah di kawasan Jalan Asia Afrika, Kota Bandung itu masih misterius.
&quot;Kita sudah melakukan pemeriksaan terkait hal tersebut, ada empat orang. Itu yang memeriksa rumah kemudian yang melaporkan dan juga yang sempat melihat pertama,&quot; ucap Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Ibrahim Tompo, Rabu (8/6/2022).
Ibrahim melanjutkan, pihaknya juga berencana memeriksa pemilik rumah yang diketahui berinisial DKH.
&quot;Pemilik rumah juga akan kita periksa. Tetapi, kemarin belum sempat kita lakukan pendalaman lebih jauh, baru sekadar interogasi,&quot; ujarnya.
Sebelumnya, Ibrahim menjelaskan, penemuan barang berbahaya tersebut berawal dari laporan warga yang diminta membersihkan rumah oleh pemilik rumah, DKH.
&quot;Kronologinya itu pemilik rumah atas nama ibu DKH ini menyuruh (orang) membersihkan rumahnya. Pada saat membersihkan rumah itu menemukan di rak ada benda-benda mencurigakan. Sehingga pada saat ditemukan, itu dilaporkan kepada Kanit BNPT tersebut dan ditindaklanjuti dan dilakukan pengamanan,&quot; ucap Ibrahim.
BACA JUGA:Densus 88 Sebut Temuan Bahan Peledak di Bandung Belum Mengarah ke Kelompok Teror&amp;nbsp; &amp;nbsp;
Ibrahim juga menegaskan bahwa pihaknya belum bisa menyimpulkan kaitan penemuan barang -barang berbahaya tersebut dengan aktivitas terorisme.&quot;Sampai sekarang belum, jadi kita lakukan pendalaman lebih detil lagi. Sehingga, kita bisa mengetahui sumber dan asal usul material itu, sampai sekarang belum ada hubungan dengan teroris,&quot; kata Ibrahim.
Diketahui, polisi mengamankan sejumlah peluru tajam, senjata api, dan bahan peledak TNT di sebuah rumah di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Senin (6/6/2022) malam.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara oleh Pasukan Gegana Brimob Polda Jabar, peluru tajam yang ditemukan tersebut beberapa di antaranya masih aktif dan TNT yang sudah mencair.</description><content:encoded>BANDUNG - Polda Jawa Barat memeriksa empat saksi terkait temuan senjata api, ribuan peluru, hingga bahan peledak trinitrotoluene (TNT) yang sempat menghebohkan warga Kota Bandung.
Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui asal barang-barang berbahaya tersebut. Pasalnya, hingga kini, pemilik barang-barang berbahaya yang ditemukan di sebuah rumah di kawasan Jalan Asia Afrika, Kota Bandung itu masih misterius.
&quot;Kita sudah melakukan pemeriksaan terkait hal tersebut, ada empat orang. Itu yang memeriksa rumah kemudian yang melaporkan dan juga yang sempat melihat pertama,&quot; ucap Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Ibrahim Tompo, Rabu (8/6/2022).
Ibrahim melanjutkan, pihaknya juga berencana memeriksa pemilik rumah yang diketahui berinisial DKH.
&quot;Pemilik rumah juga akan kita periksa. Tetapi, kemarin belum sempat kita lakukan pendalaman lebih jauh, baru sekadar interogasi,&quot; ujarnya.
Sebelumnya, Ibrahim menjelaskan, penemuan barang berbahaya tersebut berawal dari laporan warga yang diminta membersihkan rumah oleh pemilik rumah, DKH.
&quot;Kronologinya itu pemilik rumah atas nama ibu DKH ini menyuruh (orang) membersihkan rumahnya. Pada saat membersihkan rumah itu menemukan di rak ada benda-benda mencurigakan. Sehingga pada saat ditemukan, itu dilaporkan kepada Kanit BNPT tersebut dan ditindaklanjuti dan dilakukan pengamanan,&quot; ucap Ibrahim.
BACA JUGA:Densus 88 Sebut Temuan Bahan Peledak di Bandung Belum Mengarah ke Kelompok Teror&amp;nbsp; &amp;nbsp;
Ibrahim juga menegaskan bahwa pihaknya belum bisa menyimpulkan kaitan penemuan barang -barang berbahaya tersebut dengan aktivitas terorisme.&quot;Sampai sekarang belum, jadi kita lakukan pendalaman lebih detil lagi. Sehingga, kita bisa mengetahui sumber dan asal usul material itu, sampai sekarang belum ada hubungan dengan teroris,&quot; kata Ibrahim.
Diketahui, polisi mengamankan sejumlah peluru tajam, senjata api, dan bahan peledak TNT di sebuah rumah di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Senin (6/6/2022) malam.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara oleh Pasukan Gegana Brimob Polda Jabar, peluru tajam yang ditemukan tersebut beberapa di antaranya masih aktif dan TNT yang sudah mencair.</content:encoded></item></channel></rss>
