<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Musala Markas Khilafatul Muslimin di Cimahi Sepi, Plang Papan Nama Dicabut</title><description>Praktis sejak pembahasan kelompok ini berkembang menjadi isu nasional, tidak terlihat lagi kegiatan yang dilakukan markas mereka</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/06/08/525/2608068/musala-markas-khilafatul-muslimin-di-cimahi-sepi-plang-papan-nama-dicabut</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/06/08/525/2608068/musala-markas-khilafatul-muslimin-di-cimahi-sepi-plang-papan-nama-dicabut"/><item><title>Musala Markas Khilafatul Muslimin di Cimahi Sepi, Plang Papan Nama Dicabut</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/06/08/525/2608068/musala-markas-khilafatul-muslimin-di-cimahi-sepi-plang-papan-nama-dicabut</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/06/08/525/2608068/musala-markas-khilafatul-muslimin-di-cimahi-sepi-plang-papan-nama-dicabut</guid><pubDate>Rabu 08 Juni 2022 17:59 WIB</pubDate><dc:creator>Adi Haryanto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/06/08/525/2608068/musala-markas-khilafatul-muslimin-di-cimahi-sepi-plang-papan-nama-dicabut-NmhbcjMtoe.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Musala markas Khilafatul Muslimin sepi/ Foto: Adi Haryanto</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/06/08/525/2608068/musala-markas-khilafatul-muslimin-di-cimahi-sepi-plang-papan-nama-dicabut-NmhbcjMtoe.jpg</image><title>Musala markas Khilafatul Muslimin sepi/ Foto: Adi Haryanto</title></images><description>CIMAHI - Keberadaan kelompok Khilafatul Muslimin yang sedang menjadi sorotan publik beberapa hari terakhir berdampak kepada aktivitas para anggotanya. Praktis sejak pembahasan kelompok ini berkembang menjadi isu nasional, tidak terlihat lagi kegiatan yang dilakukan markas mereka.
Termasuk di salah satu markas mereka yang berada di Jalan Sadarmanah, Gang Unjani nomor 33 B, RT 05/06, Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi. Markas ini tampak sepi. Apalagi setelah pucuk pimpinannya, Abdul Qodir Hasan Baraja ditangkap polisi.
BACA JUGA:5 Fakta Penangkapan Pimpinan Khilafatul Muslimin, Abdul Qadir Baraja Jadi Tersangka
Markas yang merupakan sebuah musala kecil yang didominasi cat warna putih dan hijau itu terkunci rapat. Bahkan terpantau tidak digunakan untuk salat berjamaah oleh warga sekitar layaknya masjid ataupun musala yang lainnya.
Jika sebelumnya terdapat papan nama bertulisan &quot;Khilafatul Muslimin Wilayah Priangan&quot; yang terpasang di depan musola tersebut, sekarang papan nama itu sudah hilang, informasi yang beredar karena telah dicabut oleh penanggungjawabnya.
Pencabutan dilakukan pada hari Sabtu (4/6/2022) lalu dengan didampingi pihak pengurus RT. Pencabutan papan nama dilakukan oleh penanggungjawab Khilafatul Muslimin Ajat Sudrajat sesuai arahan pemerintah dan pihak kepolisian.
&quot;Sekarang aktivitas pengajian sudah enggak ada. Papan nama kelompok itu juga sudah dicabut,&quot; kata Ketua RW 06 Asep Saefudin saat dikonfirmasi, Rabu (8/6/2022).Asep menyebutkan, meskipun sudah tidak aktivitas apapun di musala yang jadi markas kelompok Khilafatul Muslimin itu, tetapi penanggungjawabnya masih ada. &quot;Kalau penanggungjawabnya masih ada,&quot; sambungnya.
BACA JUGA:Kembali Jadi Tersangka, Hasan Baraja Pernah Dipenjara Kasus Pengeboman Candi Borobudur
Sebelumnya Plt Kesbangpol Kota Cimahi, Mardi Santoso menyebutkan, berdasarkan informasi yang diterimanya aktivitas kelompok itu di Cimahi hanya berupa pengajian. Mereka sudag aktif berkegiatan sejak sekitar 2-3 tahun ke belakang.
Terkaitnya hal tersebut, pihaknya sudah berkoordinasi dengan elemen terkait. Serta berpesan kepada masyarakat untuk sama-sama menjaga kondusivitas. &quot;NKRI itu harga mati. Mudah mudahan semua tetap bisa menjaga kondusivitas di Cimahi,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>CIMAHI - Keberadaan kelompok Khilafatul Muslimin yang sedang menjadi sorotan publik beberapa hari terakhir berdampak kepada aktivitas para anggotanya. Praktis sejak pembahasan kelompok ini berkembang menjadi isu nasional, tidak terlihat lagi kegiatan yang dilakukan markas mereka.
Termasuk di salah satu markas mereka yang berada di Jalan Sadarmanah, Gang Unjani nomor 33 B, RT 05/06, Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi. Markas ini tampak sepi. Apalagi setelah pucuk pimpinannya, Abdul Qodir Hasan Baraja ditangkap polisi.
BACA JUGA:5 Fakta Penangkapan Pimpinan Khilafatul Muslimin, Abdul Qadir Baraja Jadi Tersangka
Markas yang merupakan sebuah musala kecil yang didominasi cat warna putih dan hijau itu terkunci rapat. Bahkan terpantau tidak digunakan untuk salat berjamaah oleh warga sekitar layaknya masjid ataupun musala yang lainnya.
Jika sebelumnya terdapat papan nama bertulisan &quot;Khilafatul Muslimin Wilayah Priangan&quot; yang terpasang di depan musola tersebut, sekarang papan nama itu sudah hilang, informasi yang beredar karena telah dicabut oleh penanggungjawabnya.
Pencabutan dilakukan pada hari Sabtu (4/6/2022) lalu dengan didampingi pihak pengurus RT. Pencabutan papan nama dilakukan oleh penanggungjawab Khilafatul Muslimin Ajat Sudrajat sesuai arahan pemerintah dan pihak kepolisian.
&quot;Sekarang aktivitas pengajian sudah enggak ada. Papan nama kelompok itu juga sudah dicabut,&quot; kata Ketua RW 06 Asep Saefudin saat dikonfirmasi, Rabu (8/6/2022).Asep menyebutkan, meskipun sudah tidak aktivitas apapun di musala yang jadi markas kelompok Khilafatul Muslimin itu, tetapi penanggungjawabnya masih ada. &quot;Kalau penanggungjawabnya masih ada,&quot; sambungnya.
BACA JUGA:Kembali Jadi Tersangka, Hasan Baraja Pernah Dipenjara Kasus Pengeboman Candi Borobudur
Sebelumnya Plt Kesbangpol Kota Cimahi, Mardi Santoso menyebutkan, berdasarkan informasi yang diterimanya aktivitas kelompok itu di Cimahi hanya berupa pengajian. Mereka sudag aktif berkegiatan sejak sekitar 2-3 tahun ke belakang.
Terkaitnya hal tersebut, pihaknya sudah berkoordinasi dengan elemen terkait. Serta berpesan kepada masyarakat untuk sama-sama menjaga kondusivitas. &quot;NKRI itu harga mati. Mudah mudahan semua tetap bisa menjaga kondusivitas di Cimahi,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
