<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Alutsista Berusia Tua, KSAL: Pemeliharaan dan Perawatan Jadi yang Utama</title><description>&quot;Sudah kita sampaikan berapa kebutuhan kapal patroli kita untuk menggantikan kapal-kapal patroli kita yang sudah tua ya,&quot; ungkapnya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/06/09/337/2608215/alutsista-berusia-tua-ksal-pemeliharaan-dan-perawatan-jadi-yang-utama</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/06/09/337/2608215/alutsista-berusia-tua-ksal-pemeliharaan-dan-perawatan-jadi-yang-utama"/><item><title>Alutsista Berusia Tua, KSAL: Pemeliharaan dan Perawatan Jadi yang Utama</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/06/09/337/2608215/alutsista-berusia-tua-ksal-pemeliharaan-dan-perawatan-jadi-yang-utama</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/06/09/337/2608215/alutsista-berusia-tua-ksal-pemeliharaan-dan-perawatan-jadi-yang-utama</guid><pubDate>Kamis 09 Juni 2022 03:30 WIB</pubDate><dc:creator>Riezky Maulana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/06/09/337/2608215/alutsista-berusia-tua-ksal-pemeliharaan-dan-perawatan-jadi-yang-utama-JugVEiXxk0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">KSAL Laksamana TNI Yudo Margono (Foto: Puspen TNI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/06/09/337/2608215/alutsista-berusia-tua-ksal-pemeliharaan-dan-perawatan-jadi-yang-utama-JugVEiXxk0.jpg</image><title>KSAL Laksamana TNI Yudo Margono (Foto: Puspen TNI)</title></images><description>JAKARTA - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudho Margono mengakui bahwa alat utama sistem senjata (Alutsista) milik TNI AL sudah berusia tua. Oleh karenanya, pada 2023 mendatang pihaknya mengajukan anggaran untuk perawatan dan pemeliharaan.
Lebih jauh disebutkan Yudo, hal itu juga bertujuan agar para alutsista tersebut bisa tetap beroperasi.
&quot;Untuk anggaran alutsista, baik pemeliharaan dan perawatan ini juga menjadi yang utama. Karena kita tahu alutsista kita rata-rata berusia sudah tua. Sehingga perlu perawatan secara berkala setiap tahunnya,&quot; tutur Yudo di Mabesal Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (8/6/2022).
Di samping itu, sambung Yudo, pemeliharaan dan perawatan tidaklah sebanding dengan pengadaan alutsista baru. Menurut dia, satu faktor pembedanya yakni adanya keterbatasan anggaran.
Baca juga:&amp;nbsp;Deteksi Musuh Sejauh 450 Km, Ini Kecanggihan Radar GCI Calon Penjaga Dirgantara
&quot;Pengadaan itu sangat tidak sebanding antara kapal yang tua dengan pengadaan ini karena memang ya kita memahami dengan anggaran negara yang ada,&quot; katanya.
Dia mamparkan, kini TNI AL hanya memaksimalkan penggunaan alutsista yang ada. Baik tu pesawat udara, Kapal Perang Republik Indonesia (KRI), serta kendaraan tempur (Ranpur) Marinir.
Baca juga:&amp;nbsp;Alutsista TNI Bakal Tambah Kuat, Indonesia-Prancis Bakal Produksi 13 Radar CGIMenurut dia, pada tahun depan, TNI AL hanya melakukan pengadaan alutsista untuk kapal patroli, kapal landing ship tank (LST), dan kapal bantu. Untuk pengadaan kapal jenis pergata atau freegate menjadi domain dari Kementerian Pertahanan (Kemhan).
&quot;Sudah kita sampaikan berapa kebutuhan kapal patroli kita untuk menggantikan kapal-kapal patroli kita yang sudah tua ya,&quot; ungkapnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Perkuat Pertahanan IKN Nusantara, Panglima TNI Ajukan Penambahan Alutsista

</description><content:encoded>JAKARTA - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudho Margono mengakui bahwa alat utama sistem senjata (Alutsista) milik TNI AL sudah berusia tua. Oleh karenanya, pada 2023 mendatang pihaknya mengajukan anggaran untuk perawatan dan pemeliharaan.
Lebih jauh disebutkan Yudo, hal itu juga bertujuan agar para alutsista tersebut bisa tetap beroperasi.
&quot;Untuk anggaran alutsista, baik pemeliharaan dan perawatan ini juga menjadi yang utama. Karena kita tahu alutsista kita rata-rata berusia sudah tua. Sehingga perlu perawatan secara berkala setiap tahunnya,&quot; tutur Yudo di Mabesal Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (8/6/2022).
Di samping itu, sambung Yudo, pemeliharaan dan perawatan tidaklah sebanding dengan pengadaan alutsista baru. Menurut dia, satu faktor pembedanya yakni adanya keterbatasan anggaran.
Baca juga:&amp;nbsp;Deteksi Musuh Sejauh 450 Km, Ini Kecanggihan Radar GCI Calon Penjaga Dirgantara
&quot;Pengadaan itu sangat tidak sebanding antara kapal yang tua dengan pengadaan ini karena memang ya kita memahami dengan anggaran negara yang ada,&quot; katanya.
Dia mamparkan, kini TNI AL hanya memaksimalkan penggunaan alutsista yang ada. Baik tu pesawat udara, Kapal Perang Republik Indonesia (KRI), serta kendaraan tempur (Ranpur) Marinir.
Baca juga:&amp;nbsp;Alutsista TNI Bakal Tambah Kuat, Indonesia-Prancis Bakal Produksi 13 Radar CGIMenurut dia, pada tahun depan, TNI AL hanya melakukan pengadaan alutsista untuk kapal patroli, kapal landing ship tank (LST), dan kapal bantu. Untuk pengadaan kapal jenis pergata atau freegate menjadi domain dari Kementerian Pertahanan (Kemhan).
&quot;Sudah kita sampaikan berapa kebutuhan kapal patroli kita untuk menggantikan kapal-kapal patroli kita yang sudah tua ya,&quot; ungkapnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Perkuat Pertahanan IKN Nusantara, Panglima TNI Ajukan Penambahan Alutsista

</content:encoded></item></channel></rss>
