<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wapres: Jihad Bukan Sekadar Perang!</title><description>Wakil Presiden (Wapres) Ma&amp;rsquo;ruf Amin menegaskan jihad bukan hanya sekadar perang.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/06/10/337/2609414/wapres-jihad-bukan-sekadar-perang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/06/10/337/2609414/wapres-jihad-bukan-sekadar-perang"/><item><title>Wapres: Jihad Bukan Sekadar Perang!</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/06/10/337/2609414/wapres-jihad-bukan-sekadar-perang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/06/10/337/2609414/wapres-jihad-bukan-sekadar-perang</guid><pubDate>Jum'at 10 Juni 2022 17:18 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/06/10/337/2609414/wapres-jihad-bukan-sekadar-perang-qJhpfa28sm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wapres Ma'ruf Amin. (Foto: Setwapres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/06/10/337/2609414/wapres-jihad-bukan-sekadar-perang-qJhpfa28sm.jpg</image><title>Wapres Ma'ruf Amin. (Foto: Setwapres)</title></images><description>JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma&amp;rsquo;ruf Amin menegaskan jihad bukan hanya sekadar perang. Tapi, jihad di masa damai seperti di Indonesia saat ini bisa dengan melakukan perbaikan-perbaikan untuk kemaslahatan umat.
&amp;ldquo;Jihad itu memang bermakna dua, dia bisa dimaknai perang kalau pada masa perang, tapi kalau dalam masa damai dia tidak perang lagi maknanya, tapi kemaslahatan, perbaikan, dan itu memang tujuan utama para ulama itu islahul ummah,&amp;rdquo; ungkap Wapres saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Al Jam&amp;rsquo;iyatul Washliyah pertama di Istana Wapres, Jumat (10/6/2022).
Wapres pun menegaskan bahwa jihad di situasi damai tidak boleh membawa-bawa senjata. Jihad harus dimaknai dalam situasi damai, bukan perang. Terlebih lagi, Indonesia saat ini dalam situasi damai tanpa adanya perang.
Baca juga:&amp;nbsp;Wapres: Semua Mukmin adalah Saudara, Seperti Lahir dari Satu Rahim Ibu
Namun, lanjut Wapres, 'perang' saat ini lebih pada melakukan gerakan perbaikan baik agama maupun kemasyarakatan. &amp;ldquo;pendidikannya, ekonominya, itu jihad, dengan harta, dengan diri kita,&amp;rdquo; kata Wapres.
Wapres juga mengungkapkan bahwa jika tidak ada jihad atau gerakan-gerakan perbaikan maka tidak akan ada nasrun minallah atau pertolongan yang datang dari Allah. &amp;ldquo;Kalau tidak ada jihad, gerakan-gerakan perbaikan, tidak akan ada nasrun minallah,&amp;rdquo; ujarnya.
Wapres pun meminta agar para ulama-ulama tidak sibuk untuk mencari kekuasaan, namun harus melakukan jihad yakni memberikan perbaikan-perbaikan bagi kemaslahatan umat.&amp;ldquo;Saya sering mengatakan bahwa tugas para ulama bukan mencari kekuasaan, karena kekuasaan itu urusan Allah. Kamu (Allah) memberikan kekuasaan kepada orang yang dikehendaki dan mengambil yang kau (Allah) kehendaki. Bukan juga mencari kemuliaan, itu juga hak Allah,&amp;rdquo; katanya.
&amp;ldquo;Jadi tugasnya apa? Islahul ummah, melakukan perbaikan. Kalau diberi seperti yang didapat pada masa awal, nah itu seperti dikatakan oleh Sayyidina Umar, kami kaum yang dimuliakan Allah dengan islah. Itu kata Sayyidina Umar ketika merebut Palestin,&amp;rdquo; tutupnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma&amp;rsquo;ruf Amin menegaskan jihad bukan hanya sekadar perang. Tapi, jihad di masa damai seperti di Indonesia saat ini bisa dengan melakukan perbaikan-perbaikan untuk kemaslahatan umat.
&amp;ldquo;Jihad itu memang bermakna dua, dia bisa dimaknai perang kalau pada masa perang, tapi kalau dalam masa damai dia tidak perang lagi maknanya, tapi kemaslahatan, perbaikan, dan itu memang tujuan utama para ulama itu islahul ummah,&amp;rdquo; ungkap Wapres saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Al Jam&amp;rsquo;iyatul Washliyah pertama di Istana Wapres, Jumat (10/6/2022).
Wapres pun menegaskan bahwa jihad di situasi damai tidak boleh membawa-bawa senjata. Jihad harus dimaknai dalam situasi damai, bukan perang. Terlebih lagi, Indonesia saat ini dalam situasi damai tanpa adanya perang.
Baca juga:&amp;nbsp;Wapres: Semua Mukmin adalah Saudara, Seperti Lahir dari Satu Rahim Ibu
Namun, lanjut Wapres, 'perang' saat ini lebih pada melakukan gerakan perbaikan baik agama maupun kemasyarakatan. &amp;ldquo;pendidikannya, ekonominya, itu jihad, dengan harta, dengan diri kita,&amp;rdquo; kata Wapres.
Wapres juga mengungkapkan bahwa jika tidak ada jihad atau gerakan-gerakan perbaikan maka tidak akan ada nasrun minallah atau pertolongan yang datang dari Allah. &amp;ldquo;Kalau tidak ada jihad, gerakan-gerakan perbaikan, tidak akan ada nasrun minallah,&amp;rdquo; ujarnya.
Wapres pun meminta agar para ulama-ulama tidak sibuk untuk mencari kekuasaan, namun harus melakukan jihad yakni memberikan perbaikan-perbaikan bagi kemaslahatan umat.&amp;ldquo;Saya sering mengatakan bahwa tugas para ulama bukan mencari kekuasaan, karena kekuasaan itu urusan Allah. Kamu (Allah) memberikan kekuasaan kepada orang yang dikehendaki dan mengambil yang kau (Allah) kehendaki. Bukan juga mencari kemuliaan, itu juga hak Allah,&amp;rdquo; katanya.
&amp;ldquo;Jadi tugasnya apa? Islahul ummah, melakukan perbaikan. Kalau diberi seperti yang didapat pada masa awal, nah itu seperti dikatakan oleh Sayyidina Umar, kami kaum yang dimuliakan Allah dengan islah. Itu kata Sayyidina Umar ketika merebut Palestin,&amp;rdquo; tutupnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
