<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>13 Sapi di Tangerang Terinfeksi PMK</title><description>Sebanyak 13 sapi di Tangerang terinfeksi penyakit mulut dan kuku (PMK).</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/06/10/338/2608991/13-sapi-di-tangerang-terinfeksi-pmk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/06/10/338/2608991/13-sapi-di-tangerang-terinfeksi-pmk"/><item><title>13 Sapi di Tangerang Terinfeksi PMK</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/06/10/338/2608991/13-sapi-di-tangerang-terinfeksi-pmk</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/06/10/338/2608991/13-sapi-di-tangerang-terinfeksi-pmk</guid><pubDate>Jum'at 10 Juni 2022 08:28 WIB</pubDate><dc:creator>Nandha Aprilia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/06/10/338/2608991/13-sapi-di-tangerang-terinfeksi-pmk-O5t7JAvfTW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sebanyak 13 sapi di Tangerang terinfeksi PMK. (Ilustrasi/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/06/10/338/2608991/13-sapi-di-tangerang-terinfeksi-pmk-O5t7JAvfTW.jpg</image><title>Sebanyak 13 sapi di Tangerang terinfeksi PMK. (Ilustrasi/Okezone)</title></images><description>TANGERANG - Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kota Tangerang melaporkan 13 sapi positif penyakit kuku dan mulut (PMK). Sapi terinfeksi PMK itu ditemukan di kawasan Cipondoh, Kota Tangerang.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang, Abdul Surahman, menuturkan langkah ini dilakukan setelah mendapat peringatan dari Kementerian Pertanian (Kementan).

Selanjutnya, pihaknya mengambil sampel ke-13 sapi tersebut, lalu dikirimkan ke Kabupaten Subang untuk diperiksa lebih lanjut.

&quot;Setelah dua hari kemudian muncul dari mereka positif 13 sapi itu terkena PMK. Sejak saat itu kita kemudian gencar menemui peternak untuk melakukan isolasi dan pembatasan-pembatasan,&amp;rdquo; katanya dalam keterangan yang diterima, Jumat (10/6/2022).



Abdul menjelaskan, hewan tersebut terjangkit PMK sekitar Mei lalu.

Namun, dia mengatakan, lebih dulu meminta peternak melakukan penanganan untuk mengisolasi dan pemberian vitamin serta obat-obatan.

Dari ke-13 sapi tersebut, satu di antaranya dikabarkan sudah sembuh dan masih dalam proses perawatan.

BACA JUGA:882 Ternak di Sleman Suspek PMK, Tersebar di 12 Kapanewon

Selanjutnya Abdul mengungkapkan saat ini sudah mendapatkan laporan temuan terbaru. Namun hasilnya sedang dalam penelitian.


&quot;Ada laporan dari Karang Tengah, Cipondoh dan Pinang kemudian kita survei ke tempat tersebut, sekarang hasil sedang diteliti,&quot; tuturnya.
</description><content:encoded>TANGERANG - Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kota Tangerang melaporkan 13 sapi positif penyakit kuku dan mulut (PMK). Sapi terinfeksi PMK itu ditemukan di kawasan Cipondoh, Kota Tangerang.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang, Abdul Surahman, menuturkan langkah ini dilakukan setelah mendapat peringatan dari Kementerian Pertanian (Kementan).

Selanjutnya, pihaknya mengambil sampel ke-13 sapi tersebut, lalu dikirimkan ke Kabupaten Subang untuk diperiksa lebih lanjut.

&quot;Setelah dua hari kemudian muncul dari mereka positif 13 sapi itu terkena PMK. Sejak saat itu kita kemudian gencar menemui peternak untuk melakukan isolasi dan pembatasan-pembatasan,&amp;rdquo; katanya dalam keterangan yang diterima, Jumat (10/6/2022).



Abdul menjelaskan, hewan tersebut terjangkit PMK sekitar Mei lalu.

Namun, dia mengatakan, lebih dulu meminta peternak melakukan penanganan untuk mengisolasi dan pemberian vitamin serta obat-obatan.

Dari ke-13 sapi tersebut, satu di antaranya dikabarkan sudah sembuh dan masih dalam proses perawatan.

BACA JUGA:882 Ternak di Sleman Suspek PMK, Tersebar di 12 Kapanewon

Selanjutnya Abdul mengungkapkan saat ini sudah mendapatkan laporan temuan terbaru. Namun hasilnya sedang dalam penelitian.


&quot;Ada laporan dari Karang Tengah, Cipondoh dan Pinang kemudian kita survei ke tempat tersebut, sekarang hasil sedang diteliti,&quot; tuturnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
