<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Terancam Gulung Tikar, Startup Butuh Inovasi Bisnis</title><description>Ketatnya persaingan ini menjadi tantangan berat bagi startup untuk dapat bertahan, misal menyiasatinya agar tidak bermain di ceruk yang sama</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/06/12/337/2610226/terancam-gulung-tikar-startup-butuh-inovasi-bisnis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/06/12/337/2610226/terancam-gulung-tikar-startup-butuh-inovasi-bisnis"/><item><title>Terancam Gulung Tikar, Startup Butuh Inovasi Bisnis</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/06/12/337/2610226/terancam-gulung-tikar-startup-butuh-inovasi-bisnis</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/06/12/337/2610226/terancam-gulung-tikar-startup-butuh-inovasi-bisnis</guid><pubDate>Minggu 12 Juni 2022 18:54 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/06/12/337/2610226/terancam-gulung-tikar-startup-butuh-inovasi-bisnis-pvh30PWITF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi/ Doc: Tangkapan layar</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/06/12/337/2610226/terancam-gulung-tikar-startup-butuh-inovasi-bisnis-pvh30PWITF.jpg</image><title>Ilustrasi/ Doc: Tangkapan layar</title></images><description>

JAKARTA - Perusahaan rintisan (startup) terancam gulung tikar. Hal ini ditandai dengan maraknya pemutusan hubungan kerja (PHK) di dunia stratup yang terjadi akhir-akhir ini.

Menurut praktisi media, Anton Chrisbiyanto, agar tak gulung tikar, perusahan rintisan ini membutuhkan inovasi bisnis. Hal itu disampaikannya dalam Webinar Partai Perindo yang disiarkan di akun YouTube Perindo, Jumat (10/6/2022).


BACA JUGA:Di Webinar Partai Perindo, Peneliti INDEF Ungkap Pemicu Startup di Indonesia Berangsur Bangkrut


Menurut dia, saat ini jumlah startup pertumbuhannya sangat pesat dan separuh di antaranya bergerak di sektor teknologi, sementara di sektor tersebut sudah ada pemain besar.

Ketatnya persaingan ini menjadi tantangan berat bagi startup untuk dapat bertahan, sehingga dibutuhkan bisnis model yang tepat untuk menyiasatinya agar tidak bermain di ceruk yang sama dengan perusahaan yang sudah besar.

&quot;Kita ambil contoh pasar generasi milenial dan generasi Z yang dalam kurun 2 tahun terakhir ini sangat populer di media sosial, wacana publik, diskusi-diskusi. Pada dasarnya ada bias kelas di situ sebenarnya,&quot; kata Anton dikutip, Minggu (12/6/2022).

Dia menjelaskan, jika melihat data Badan Pusat Statistik (BPS) di tahun 2021 untuk bulan Agustus, jumlah pengangguran dari generasi Z mencapai 3,8 juta orang atau hampir separuh dari jumlah pengangguran Agustus 2021 yang mencapai sekitar 8,6 juta orang.

Kemudian dari sisi pendapatan perbulan, umur 15-19 tahun rata-rata memiliki penghasilan bulanan sebesar Rp1,2 juta dan umur 20-24 tahun sekitar Rp2,4jt.

&quot;Nah kalau teman-teman startup menjadikan generasi Z sebagai market tentu harus dipilah-pilah apa produk yang cocok untuk generasi Z itu. Tentunya harus memilih produk yang fit buat mereka ini, apapun yang ditawarkan,&quot; ujarnya.

Selain merumuskan kembali pasar yang ditarget, Anton mengatakan bahwa perlu juga untuk memanfaatkan semaksimal mungkin pendanaan yang telah didapat oleh startup. Pasalnya, saat ini pendanaan modal ventura juga terbatas.


BACA JUGA:Porsche Suntik Dana ke Startup demi Bangun Supercar Listrik, Ini Faktanya



Perlu diingat juga bahwa pendanaan modal ventura terutama di luar negeri kini sangat terbatas karena kondisi global yang tidak menguntungkan.

Modal ventura yang dimiliki perbankan nasional juga terlihat dalam semester pertama ini agak mengurangi porsi pembiayaan.

&quot;Kami melihat dari sisi media, ke depan startup yang mendapatkan porsi yang lebih besar di ruang publik sekalipun menurut kami masih akan menghadapi tantangan,&quot; tutur Anton.
</description><content:encoded>

JAKARTA - Perusahaan rintisan (startup) terancam gulung tikar. Hal ini ditandai dengan maraknya pemutusan hubungan kerja (PHK) di dunia stratup yang terjadi akhir-akhir ini.

Menurut praktisi media, Anton Chrisbiyanto, agar tak gulung tikar, perusahan rintisan ini membutuhkan inovasi bisnis. Hal itu disampaikannya dalam Webinar Partai Perindo yang disiarkan di akun YouTube Perindo, Jumat (10/6/2022).


BACA JUGA:Di Webinar Partai Perindo, Peneliti INDEF Ungkap Pemicu Startup di Indonesia Berangsur Bangkrut


Menurut dia, saat ini jumlah startup pertumbuhannya sangat pesat dan separuh di antaranya bergerak di sektor teknologi, sementara di sektor tersebut sudah ada pemain besar.

Ketatnya persaingan ini menjadi tantangan berat bagi startup untuk dapat bertahan, sehingga dibutuhkan bisnis model yang tepat untuk menyiasatinya agar tidak bermain di ceruk yang sama dengan perusahaan yang sudah besar.

&quot;Kita ambil contoh pasar generasi milenial dan generasi Z yang dalam kurun 2 tahun terakhir ini sangat populer di media sosial, wacana publik, diskusi-diskusi. Pada dasarnya ada bias kelas di situ sebenarnya,&quot; kata Anton dikutip, Minggu (12/6/2022).

Dia menjelaskan, jika melihat data Badan Pusat Statistik (BPS) di tahun 2021 untuk bulan Agustus, jumlah pengangguran dari generasi Z mencapai 3,8 juta orang atau hampir separuh dari jumlah pengangguran Agustus 2021 yang mencapai sekitar 8,6 juta orang.

Kemudian dari sisi pendapatan perbulan, umur 15-19 tahun rata-rata memiliki penghasilan bulanan sebesar Rp1,2 juta dan umur 20-24 tahun sekitar Rp2,4jt.

&quot;Nah kalau teman-teman startup menjadikan generasi Z sebagai market tentu harus dipilah-pilah apa produk yang cocok untuk generasi Z itu. Tentunya harus memilih produk yang fit buat mereka ini, apapun yang ditawarkan,&quot; ujarnya.

Selain merumuskan kembali pasar yang ditarget, Anton mengatakan bahwa perlu juga untuk memanfaatkan semaksimal mungkin pendanaan yang telah didapat oleh startup. Pasalnya, saat ini pendanaan modal ventura juga terbatas.


BACA JUGA:Porsche Suntik Dana ke Startup demi Bangun Supercar Listrik, Ini Faktanya



Perlu diingat juga bahwa pendanaan modal ventura terutama di luar negeri kini sangat terbatas karena kondisi global yang tidak menguntungkan.

Modal ventura yang dimiliki perbankan nasional juga terlihat dalam semester pertama ini agak mengurangi porsi pembiayaan.

&quot;Kami melihat dari sisi media, ke depan startup yang mendapatkan porsi yang lebih besar di ruang publik sekalipun menurut kami masih akan menghadapi tantangan,&quot; tutur Anton.
</content:encoded></item></channel></rss>
