<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tak Punya Uang untuk Beli Obat Anak, Pasutri Ini Nekat Mencuri Besi   </title><description>Pasangan suami istri, HS (23) dan LA (23) ditangkap polisi karena mencuri besi penutup gorong-gorong</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/06/14/244/2611573/tak-punya-uang-untuk-beli-obat-anak-pasutri-ini-nekat-mencuri-besi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/06/14/244/2611573/tak-punya-uang-untuk-beli-obat-anak-pasutri-ini-nekat-mencuri-besi"/><item><title>Tak Punya Uang untuk Beli Obat Anak, Pasutri Ini Nekat Mencuri Besi   </title><link>https://news.okezone.com/read/2022/06/14/244/2611573/tak-punya-uang-untuk-beli-obat-anak-pasutri-ini-nekat-mencuri-besi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/06/14/244/2611573/tak-punya-uang-untuk-beli-obat-anak-pasutri-ini-nekat-mencuri-besi</guid><pubDate>Selasa 14 Juni 2022 21:31 WIB</pubDate><dc:creator>Mohamad Chusna</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/06/14/244/2611573/tak-punya-uang-untuk-beli-obat-anak-pasutri-ini-nekat-mencuri-besi-uBdUbtgORK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Illustrasi (foto: dok freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/06/14/244/2611573/tak-punya-uang-untuk-beli-obat-anak-pasutri-ini-nekat-mencuri-besi-uBdUbtgORK.jpg</image><title>Illustrasi (foto: dok freepik)</title></images><description>

DENPASAR - Pasangan suami istri, HS (23) dan LA (23) ditangkap polisi karena mencuri besi  penutup gorong-gorong di Denpasar, Bali. Keduanya butuh uang untuk membeli obat anaknya yang tengah sakit.

&quot;Aksi kedua pelaku terekam CCTV lalu dilaporkan oleh warga,&quot; kata Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu Ketut Sukadi, Selasa (14/6/2022).

HS dan LA melakukan aksinya di komplek perumahan Pedungan Indah di Jalan Gurita Denpasar, Kamis 9 Juni 2022 sekitar pukul 09.00 Wita.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Sembunyi di Rumah Warga, Pencuri Ini Ditangkap
Dalam aksinya, pasutri asal Banyuwangi, Jawa Timur, itu berboncengan sepeda motor sambil membawa anaknya yang berusia 3 tahun.

Aksi pencurian yang terekam CCTV itu lalu  diunggah warga ke media sosial dan viral. Berbekal plat nomor polisi sepeda motor yang dipakai, polisi dengan mudah menangkap pelaku.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Polisi Tangkap 1 Pencuri Spesialis Hewan Ternak di Sukabumi, 3 Orang BuronKepada polisi, HS dan LA mengaku telah 11 kali melakukan aksi serupa di beberapa tempat. Besi penutup gorong-gorong itu lantas dijual ke tukang rongsokan seharga Rp126 ribu.

&quot;Uang itu lalu dipakai membeli obat penurun panas dan sisanya untuk makan,&quot; ungkap Sukadi.

HS sendiri sudah sekitar tiga bulan di proyek bangunan. &quot;Sedangkan istrinya sebagai penjahit tidak lagi mendapat orderan sejak pandemi,&quot; imbuh Sukadi.

</description><content:encoded>

DENPASAR - Pasangan suami istri, HS (23) dan LA (23) ditangkap polisi karena mencuri besi  penutup gorong-gorong di Denpasar, Bali. Keduanya butuh uang untuk membeli obat anaknya yang tengah sakit.

&quot;Aksi kedua pelaku terekam CCTV lalu dilaporkan oleh warga,&quot; kata Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu Ketut Sukadi, Selasa (14/6/2022).

HS dan LA melakukan aksinya di komplek perumahan Pedungan Indah di Jalan Gurita Denpasar, Kamis 9 Juni 2022 sekitar pukul 09.00 Wita.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Sembunyi di Rumah Warga, Pencuri Ini Ditangkap
Dalam aksinya, pasutri asal Banyuwangi, Jawa Timur, itu berboncengan sepeda motor sambil membawa anaknya yang berusia 3 tahun.

Aksi pencurian yang terekam CCTV itu lalu  diunggah warga ke media sosial dan viral. Berbekal plat nomor polisi sepeda motor yang dipakai, polisi dengan mudah menangkap pelaku.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Polisi Tangkap 1 Pencuri Spesialis Hewan Ternak di Sukabumi, 3 Orang BuronKepada polisi, HS dan LA mengaku telah 11 kali melakukan aksi serupa di beberapa tempat. Besi penutup gorong-gorong itu lantas dijual ke tukang rongsokan seharga Rp126 ribu.

&quot;Uang itu lalu dipakai membeli obat penurun panas dan sisanya untuk makan,&quot; ungkap Sukadi.

HS sendiri sudah sekitar tiga bulan di proyek bangunan. &quot;Sedangkan istrinya sebagai penjahit tidak lagi mendapat orderan sejak pandemi,&quot; imbuh Sukadi.

</content:encoded></item></channel></rss>
