<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Humor Gus Dur: Ketika Santri Minta Rokok Kiai</title><description>Namun, seperti kenakalan remaja pada umumnya, tak perduli santri atau bukan, semakin dilarang semakin tertantang untuk melanggar</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/06/14/337/2610861/humor-gus-dur-ketika-santri-minta-rokok-kiai</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/06/14/337/2610861/humor-gus-dur-ketika-santri-minta-rokok-kiai"/><item><title>Humor Gus Dur: Ketika Santri Minta Rokok Kiai</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/06/14/337/2610861/humor-gus-dur-ketika-santri-minta-rokok-kiai</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/06/14/337/2610861/humor-gus-dur-ketika-santri-minta-rokok-kiai</guid><pubDate>Selasa 14 Juni 2022 05:05 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/06/13/337/2610861/humor-gus-dur-ketika-santri-minta-rokok-kiai-nWa24uAAZ8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi/ Foto: nu.or.id</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/06/13/337/2610861/humor-gus-dur-ketika-santri-minta-rokok-kiai-nWa24uAAZ8.jpg</image><title>Ilustrasi/ Foto: nu.or.id</title></images><description>


JAKARTA - Di sebagian besar pesantren, santri dilarang keras merokok. Tak terkecuali di Pesantren Tambak Beras yang diasuh oleh Kiai Fattah, tempat Gus Dur pernah nyantri.

Namun, seperti kenakalan remaja pada umumnya, tak perduli santri atau bukan, semakin dilarang semakin tertantang untuk melanggar.

BACA JUGA:Ketika Gus Dur Bicara Pandangan Islam Tentang Pancasila dan Bikin Kesal Wartawan



Suatu hari, Gus Dur berkisah tentang seorang santri Tambak Beras yang berani mengambil rokok Kiai Fattah. Suatu malam, kata Gus Dur, listrik di Pesantren Tambak Beras padam. Tak terlihat satu pun cahaya di sana.

Santri ada yang tidak peduli, ada juga yang memilih tidur saja. Namun ada juga santri yang terlihat jalan-jalan mencari udara segar karena belum mengantuk.

Lalu di luar sebuah rumah, terlihat seseorang sedang duduk-duduk santai sambil merokok. Seorang santri yang kebetulan melintas di dekatnya terkejut melihat ada nyala rokok di tengah kegelapan malam itu.


&amp;ldquo;Nyedot, Kang?&amp;rdquo; tanya si santri berbasa-basi sembari menghampiri seniornya yang sedang asyik merokok itu. Langsung saja sosok yang ada di kegelapan itu memberikan rokok yang sedang dihisapnya kepada sang yunior.






Saat dihisap, bara rokok itu membesar, sehingga profil yang duduk di sebelahnya terebut tertangkap nyala bara. Si santri mengenali wajah orang yang merokok tersebut.

BACA JUGA: Humor Gus Dur : Argometer Made in Japan Sangat Cepat&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Kaget setengah mampus, santri itu langsung lari tunggang-langgang sambil membawa rokok pinjamannya.

Mendapati rokoknya dibawa kabur, orang yang duduk di dalam kegelapan ini pun spontan berteriak.

&amp;ldquo;Hai! rokokku jangan dibawa lari!&amp;rdquo; teriak Kiai Fattah.</description><content:encoded>


JAKARTA - Di sebagian besar pesantren, santri dilarang keras merokok. Tak terkecuali di Pesantren Tambak Beras yang diasuh oleh Kiai Fattah, tempat Gus Dur pernah nyantri.

Namun, seperti kenakalan remaja pada umumnya, tak perduli santri atau bukan, semakin dilarang semakin tertantang untuk melanggar.

BACA JUGA:Ketika Gus Dur Bicara Pandangan Islam Tentang Pancasila dan Bikin Kesal Wartawan



Suatu hari, Gus Dur berkisah tentang seorang santri Tambak Beras yang berani mengambil rokok Kiai Fattah. Suatu malam, kata Gus Dur, listrik di Pesantren Tambak Beras padam. Tak terlihat satu pun cahaya di sana.

Santri ada yang tidak peduli, ada juga yang memilih tidur saja. Namun ada juga santri yang terlihat jalan-jalan mencari udara segar karena belum mengantuk.

Lalu di luar sebuah rumah, terlihat seseorang sedang duduk-duduk santai sambil merokok. Seorang santri yang kebetulan melintas di dekatnya terkejut melihat ada nyala rokok di tengah kegelapan malam itu.


&amp;ldquo;Nyedot, Kang?&amp;rdquo; tanya si santri berbasa-basi sembari menghampiri seniornya yang sedang asyik merokok itu. Langsung saja sosok yang ada di kegelapan itu memberikan rokok yang sedang dihisapnya kepada sang yunior.






Saat dihisap, bara rokok itu membesar, sehingga profil yang duduk di sebelahnya terebut tertangkap nyala bara. Si santri mengenali wajah orang yang merokok tersebut.

BACA JUGA: Humor Gus Dur : Argometer Made in Japan Sangat Cepat&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Kaget setengah mampus, santri itu langsung lari tunggang-langgang sambil membawa rokok pinjamannya.

Mendapati rokoknya dibawa kabur, orang yang duduk di dalam kegelapan ini pun spontan berteriak.

&amp;ldquo;Hai! rokokku jangan dibawa lari!&amp;rdquo; teriak Kiai Fattah.</content:encoded></item></channel></rss>
