<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gunung Anak Krakatau Erupsi hingga Dua Kali, Ini Penjelasan PVMBG   </title><description>Gunung Anak Kratakau kembali mengalami erupsi dengan menyemburkan abu vulkanik sejauh 600 meter</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/06/15/337/2612283/gunung-anak-krakatau-erupsi-hingga-dua-kali-ini-penjelasan-pvmbg</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/06/15/337/2612283/gunung-anak-krakatau-erupsi-hingga-dua-kali-ini-penjelasan-pvmbg"/><item><title>Gunung Anak Krakatau Erupsi hingga Dua Kali, Ini Penjelasan PVMBG   </title><link>https://news.okezone.com/read/2022/06/15/337/2612283/gunung-anak-krakatau-erupsi-hingga-dua-kali-ini-penjelasan-pvmbg</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/06/15/337/2612283/gunung-anak-krakatau-erupsi-hingga-dua-kali-ini-penjelasan-pvmbg</guid><pubDate>Rabu 15 Juni 2022 19:37 WIB</pubDate><dc:creator>Dimas Choirul</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/06/15/337/2612283/gunung-anak-krakatau-erupsi-hingga-dua-kali-ini-penjelasan-pvmbg-Xkh7ehNChb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gunung Anak Krakatau saat erupsi (foto: dok PVMBG)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/06/15/337/2612283/gunung-anak-krakatau-erupsi-hingga-dua-kali-ini-penjelasan-pvmbg-Xkh7ehNChb.jpg</image><title>Gunung Anak Krakatau saat erupsi (foto: dok PVMBG)</title></images><description>

JAKARTA - Gunung Anak Kratakau kembali mengalami erupsi dengan menyemburkan abu vulkanik sejauh 600 meter pada pukul 13.37 WIB, Rabu (15/6/2022). Erupsi ini terjadi hingga dua kali setelah sebelumnya terjadi pada pukul 06.37 WIB.

Koordinator Kelompok Gunung Api dan Penyelidik Bumi Madya Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Badan Geologi (PVMBG), Oktory Prambada mengatakan, Gunung Anak Krakatau saat ini memang dalam masa fase erupsi lantaran pembentukan kerucut (cone) baru.

&quot;Di mana fase erupsi pada kali ini lebih pada pembentukan kembali cone baru yang berasosiasi dengan letusan kecil dan aliran lava, suatu proses yang wajar untuk aktivitas nya saat ini,&quot; katanya saat dihubungi MNC Portal, Rabu (15/6/2022).
&amp;nbsp;BACA JUGA:Gunung Anak Krakatau Erupsi Lagi, Masyarakat Diimbau Tidak Mendekat
Saat ini Gunung Anak Krakatau berada pada Status Level Ill (Siaga). Oktory merekomendasikan agar masyarakat atau pengunjung atau wisatawan dan pendaki tidak mendekati Gunung Anak Krakatai dalam radius 5 kilometer dari kawah aktif. &quot;Di luar radius itu aman,&quot; tuturnya.

Diketahui, berdasarkan laporan Badan Geologi pada pukul 13.37 siang tadi, kolom abu sekitar 600 meter di atas puncak atau sekitar 757 meter di atas permukaan laut. Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal ke arah selatan. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 57 mm dan durasi 82 detik.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Erupsi, Gunung Anak Krakatau Semburkan Abu Vulkanik Sejauh 500 Meter
Sebelumnya, pada pukul 06.37 WIB Gunung Anak Krakatau menyemburkan abu vulkanik dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 500 meter di atas puncak atau sekitar 657 meter di atas permukaan laut.

</description><content:encoded>

JAKARTA - Gunung Anak Kratakau kembali mengalami erupsi dengan menyemburkan abu vulkanik sejauh 600 meter pada pukul 13.37 WIB, Rabu (15/6/2022). Erupsi ini terjadi hingga dua kali setelah sebelumnya terjadi pada pukul 06.37 WIB.

Koordinator Kelompok Gunung Api dan Penyelidik Bumi Madya Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Badan Geologi (PVMBG), Oktory Prambada mengatakan, Gunung Anak Krakatau saat ini memang dalam masa fase erupsi lantaran pembentukan kerucut (cone) baru.

&quot;Di mana fase erupsi pada kali ini lebih pada pembentukan kembali cone baru yang berasosiasi dengan letusan kecil dan aliran lava, suatu proses yang wajar untuk aktivitas nya saat ini,&quot; katanya saat dihubungi MNC Portal, Rabu (15/6/2022).
&amp;nbsp;BACA JUGA:Gunung Anak Krakatau Erupsi Lagi, Masyarakat Diimbau Tidak Mendekat
Saat ini Gunung Anak Krakatau berada pada Status Level Ill (Siaga). Oktory merekomendasikan agar masyarakat atau pengunjung atau wisatawan dan pendaki tidak mendekati Gunung Anak Krakatai dalam radius 5 kilometer dari kawah aktif. &quot;Di luar radius itu aman,&quot; tuturnya.

Diketahui, berdasarkan laporan Badan Geologi pada pukul 13.37 siang tadi, kolom abu sekitar 600 meter di atas puncak atau sekitar 757 meter di atas permukaan laut. Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal ke arah selatan. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 57 mm dan durasi 82 detik.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Erupsi, Gunung Anak Krakatau Semburkan Abu Vulkanik Sejauh 500 Meter
Sebelumnya, pada pukul 06.37 WIB Gunung Anak Krakatau menyemburkan abu vulkanik dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 500 meter di atas puncak atau sekitar 657 meter di atas permukaan laut.

</content:encoded></item></channel></rss>
