<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ingatkan Dampak Kemajuan Teknologi, Sultan HB X: Manfaatkan, Jangan Jadi 'Robot'</title><description>Di sisi lain, beliau mengingatkan bahwa kemajuan teknologi itu sendiri juga berpotensi memiliki dampak negatif</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/06/16/510/2612414/ingatkan-dampak-kemajuan-teknologi-sultan-hb-x-manfaatkan-jangan-jadi-robot</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/06/16/510/2612414/ingatkan-dampak-kemajuan-teknologi-sultan-hb-x-manfaatkan-jangan-jadi-robot"/><item><title>Ingatkan Dampak Kemajuan Teknologi, Sultan HB X: Manfaatkan, Jangan Jadi 'Robot'</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/06/16/510/2612414/ingatkan-dampak-kemajuan-teknologi-sultan-hb-x-manfaatkan-jangan-jadi-robot</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/06/16/510/2612414/ingatkan-dampak-kemajuan-teknologi-sultan-hb-x-manfaatkan-jangan-jadi-robot</guid><pubDate>Kamis 16 Juni 2022 07:48 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/06/16/510/2612414/ingatkan-dampak-kemajuan-teknologi-sultan-hb-x-manfaatkan-jangan-jadi-robot-tMxmIXj3qn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sultan Hamengku Buwono X/ Foto: Pemda Jogja</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/06/16/510/2612414/ingatkan-dampak-kemajuan-teknologi-sultan-hb-x-manfaatkan-jangan-jadi-robot-tMxmIXj3qn.jpg</image><title>Sultan Hamengku Buwono X/ Foto: Pemda Jogja</title></images><description>YOGYAKARTA - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X mendorong generasi muda agar dapat memanfaatkan teknologi sebaik mungkin untuk memajukan potensi ekonomi tidak hanya di Yogyakarta, tetapi juga di Indonesia.
Di sisi lain, beliau mengingatkan bahwa kemajuan teknologi itu sendiri juga berpotensi memiliki dampak negatif.
BACA JUGA:Sultan HB X Minta Warganya Waspadai Pohon Tumbang Selama Pancaroba
&quot;Awal pasti dimulai dari sekedar pengganti mesin tik. Dulu melihat di kantor punya komputer itu punya komputer sekedar pengganti mesin tik saja. Tapi kita membangun, tahap demi tahap kita lakukan,&quot; kata Sultan saat memberi sambutan di peresmian Kantor
Tokopedia Care Yogyakarta di Sleman City Hall, Yogyakarta, Rabu (15/6/2022).
&quot;Harapannya generasi ini, generasi baru yang mengenal komputer bisa menjadi baik bekerja di sektor software maupun hardware dengan pendidikan yang lebih berkembang di bidang digitalisasi,&quot; ujarnya.
Meski begitu Sultan mengingatkan bahwa teknologi sifatnya netral, sehingga dampak yang dihasilkan, baik atau buruk, tetap bergantung pada manusia yang menggunakannya.
Beliau mencontohkan salah satu contoh kemajuan itu adalah bagaimana orang-orang semakin sering menggunakan teknologi untuk melakukan berbagai kegiatan dari rumah mereka tanpa perlu pergi keluar.
&quot;Kita mau bertemu siapa pun, buka laptop sudah bisa bertemu, jadi cukup dari rumah. Nanti belanja di supermarket pun hanya on di tv sudah nyambung ke supermarket ada barang yang dijual,&quot; jelasnya.Menurutnya, segala kemudahan ini juga memiliki dampak berkurangnya sosialisasi antar manusia, sehingga dia mengingatkan untuk tetap menjaga sosialiasi tersebut agar tidak menjadi 'robot'.
&quot;Sekarang tinggal kita menyadari bahwa itu alat untuk kemudahan bagi kita, bukan sebaliknya kita 'mengabdi' ke alat itu, kita menjadi 'robot',&quot; katanya.
BACA JUGA:Silaturahmi Lebaran, Prabowo Temui Sri Sultan Hamengkubuwono X
Dia berpesan agar masyarakat Indonesia bisa tetap memahami budaya, tidak hanya bekerja dengan teknologi semata.
&quot;Kita harus bisa menjadi 'human' (manusia), daripada menjadi korban teknologi, yang dasarnya menjauhkan kita dari ciptaan Allah, tetangga, teman-teman, dan sebagainya,&quot; ucapnya.</description><content:encoded>YOGYAKARTA - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X mendorong generasi muda agar dapat memanfaatkan teknologi sebaik mungkin untuk memajukan potensi ekonomi tidak hanya di Yogyakarta, tetapi juga di Indonesia.
Di sisi lain, beliau mengingatkan bahwa kemajuan teknologi itu sendiri juga berpotensi memiliki dampak negatif.
BACA JUGA:Sultan HB X Minta Warganya Waspadai Pohon Tumbang Selama Pancaroba
&quot;Awal pasti dimulai dari sekedar pengganti mesin tik. Dulu melihat di kantor punya komputer itu punya komputer sekedar pengganti mesin tik saja. Tapi kita membangun, tahap demi tahap kita lakukan,&quot; kata Sultan saat memberi sambutan di peresmian Kantor
Tokopedia Care Yogyakarta di Sleman City Hall, Yogyakarta, Rabu (15/6/2022).
&quot;Harapannya generasi ini, generasi baru yang mengenal komputer bisa menjadi baik bekerja di sektor software maupun hardware dengan pendidikan yang lebih berkembang di bidang digitalisasi,&quot; ujarnya.
Meski begitu Sultan mengingatkan bahwa teknologi sifatnya netral, sehingga dampak yang dihasilkan, baik atau buruk, tetap bergantung pada manusia yang menggunakannya.
Beliau mencontohkan salah satu contoh kemajuan itu adalah bagaimana orang-orang semakin sering menggunakan teknologi untuk melakukan berbagai kegiatan dari rumah mereka tanpa perlu pergi keluar.
&quot;Kita mau bertemu siapa pun, buka laptop sudah bisa bertemu, jadi cukup dari rumah. Nanti belanja di supermarket pun hanya on di tv sudah nyambung ke supermarket ada barang yang dijual,&quot; jelasnya.Menurutnya, segala kemudahan ini juga memiliki dampak berkurangnya sosialisasi antar manusia, sehingga dia mengingatkan untuk tetap menjaga sosialiasi tersebut agar tidak menjadi 'robot'.
&quot;Sekarang tinggal kita menyadari bahwa itu alat untuk kemudahan bagi kita, bukan sebaliknya kita 'mengabdi' ke alat itu, kita menjadi 'robot',&quot; katanya.
BACA JUGA:Silaturahmi Lebaran, Prabowo Temui Sri Sultan Hamengkubuwono X
Dia berpesan agar masyarakat Indonesia bisa tetap memahami budaya, tidak hanya bekerja dengan teknologi semata.
&quot;Kita harus bisa menjadi 'human' (manusia), daripada menjadi korban teknologi, yang dasarnya menjauhkan kita dari ciptaan Allah, tetangga, teman-teman, dan sebagainya,&quot; ucapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
