<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Fenomena La Nina Ciptakan Pergeseran Siklus Musim Kemarau</title><description>&amp;nbsp;
Gangguan lokal yang dimaksud bisa saja dikarenakan permukaan suhu laut yang relatif hangat</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/06/21/525/2615702/fenomena-la-nina-ciptakan-pergeseran-siklus-musim-kemarau</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/06/21/525/2615702/fenomena-la-nina-ciptakan-pergeseran-siklus-musim-kemarau"/><item><title>Fenomena La Nina Ciptakan Pergeseran Siklus Musim Kemarau</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/06/21/525/2615702/fenomena-la-nina-ciptakan-pergeseran-siklus-musim-kemarau</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/06/21/525/2615702/fenomena-la-nina-ciptakan-pergeseran-siklus-musim-kemarau</guid><pubDate>Selasa 21 Juni 2022 21:43 WIB</pubDate><dc:creator>Adi Haryanto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/06/21/525/2615702/fenomena-la-nina-ciptakan-pergeseran-siklus-musim-kemarau-Lv6dGqTChB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi La nina/ Foto: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/06/21/525/2615702/fenomena-la-nina-ciptakan-pergeseran-siklus-musim-kemarau-Lv6dGqTChB.jpg</image><title>Ilustrasi La nina/ Foto: Okezone</title></images><description>
CIMAHI - Potensi hujan masih akan terjadi hingga akhir bulan Juni di wilayah Jawa Barat dan Bandung Raya meskipun siklusnya saat ini sudah memasuki masa peralihan ke musim kemarau.

&quot;Siklusnya memang sudah masuk musim kemarau tapi ada beberapa pergeseran dan gangguan secara lokal maupun global yang berdampak hujan masih turun,&quot; terang Prakirawan Stasiun Geofisika Bandung, Muhamad Iid Mujtahiddin saat dihubungi, Selasa (21/6/2022).

BACA JUGA:Mengenal Fenomena La Nina yang Bisa Picu Bencana di Indonesia

Dijelaskannya, melihat dari perkiraan memang wilayah Jawa Barat ini sudah memasuki periode kemarau pada Juni. Bahkan puncak musim hujan juga sudah terlewati, meskipun setiap daerah bisa saja berbeda-beda kondisi cuacanya.

Gangguan lokal yang dimaksud bisa saja dikarenakan permukaan suhu laut yang relatif hangat. Kondisi tersebut akan berpengaruh terhadap potensi hujan yang kerap mengguyur wilayah Jawa Barat termasuk di Bandung Raya dalam sebulan terakhir yang masih terjadi.

Kemudian penyebab globalnya adalah faktor fenomena La Nina. Yakni fenomena alam yang menyebabkan udara terasa lebih dingin atau mengalami curah hujan yang lebih tinggi. Fenomanan itu menjadi salah satu faktor yang menyebabkan musim hujan.

BACA JUGA:Efek La Nina, BMKG: Awal Kemarau di 163 Wilayah Akan Mundur

&quot;Kondisinya mirip dengan tahun kemarin tapi sedikit lebih banyak hujannya di tahun ini daripada tahun kemarin, karena ada gangguan La Nina,&quot; kata dia.

Sedangkan untuk musim kemarau, lanjut dia, diperkirakan baru akan masuk pada bulan Juli, Agustus dan September. Tetapi diperkirakan tidak akan ada El Nino, yaitu fenomena yang menyebabkan panas. &quot;Kemungkinan nanti di Juli, Agustus, September relatif lebih ke musim kemarau,&quot; sambungnya.

BACA JUGA:Cuaca Jakarta Hari Ini, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Disertai Angin Kencang

Sementara itu Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi, Asep Bachtiar menyebutkan, tetap melakukan antisipasi dengan berbagai potensi bencana yang diakibatkan cuaca musim hujan saat ini. Apalagi setiap hari hujan selalu turun dengan intensitas yang tinggi.

&quot;Ini kan mau kemarau, tapi posisinya masih musim hujan, jadi kita tetap melakukan mitigasi dan memastikan ketersediaan logistik bahan pokok kebencanaan aman,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>
CIMAHI - Potensi hujan masih akan terjadi hingga akhir bulan Juni di wilayah Jawa Barat dan Bandung Raya meskipun siklusnya saat ini sudah memasuki masa peralihan ke musim kemarau.

&quot;Siklusnya memang sudah masuk musim kemarau tapi ada beberapa pergeseran dan gangguan secara lokal maupun global yang berdampak hujan masih turun,&quot; terang Prakirawan Stasiun Geofisika Bandung, Muhamad Iid Mujtahiddin saat dihubungi, Selasa (21/6/2022).

BACA JUGA:Mengenal Fenomena La Nina yang Bisa Picu Bencana di Indonesia

Dijelaskannya, melihat dari perkiraan memang wilayah Jawa Barat ini sudah memasuki periode kemarau pada Juni. Bahkan puncak musim hujan juga sudah terlewati, meskipun setiap daerah bisa saja berbeda-beda kondisi cuacanya.

Gangguan lokal yang dimaksud bisa saja dikarenakan permukaan suhu laut yang relatif hangat. Kondisi tersebut akan berpengaruh terhadap potensi hujan yang kerap mengguyur wilayah Jawa Barat termasuk di Bandung Raya dalam sebulan terakhir yang masih terjadi.

Kemudian penyebab globalnya adalah faktor fenomena La Nina. Yakni fenomena alam yang menyebabkan udara terasa lebih dingin atau mengalami curah hujan yang lebih tinggi. Fenomanan itu menjadi salah satu faktor yang menyebabkan musim hujan.

BACA JUGA:Efek La Nina, BMKG: Awal Kemarau di 163 Wilayah Akan Mundur

&quot;Kondisinya mirip dengan tahun kemarin tapi sedikit lebih banyak hujannya di tahun ini daripada tahun kemarin, karena ada gangguan La Nina,&quot; kata dia.

Sedangkan untuk musim kemarau, lanjut dia, diperkirakan baru akan masuk pada bulan Juli, Agustus dan September. Tetapi diperkirakan tidak akan ada El Nino, yaitu fenomena yang menyebabkan panas. &quot;Kemungkinan nanti di Juli, Agustus, September relatif lebih ke musim kemarau,&quot; sambungnya.

BACA JUGA:Cuaca Jakarta Hari Ini, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Disertai Angin Kencang

Sementara itu Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi, Asep Bachtiar menyebutkan, tetap melakukan antisipasi dengan berbagai potensi bencana yang diakibatkan cuaca musim hujan saat ini. Apalagi setiap hari hujan selalu turun dengan intensitas yang tinggi.

&quot;Ini kan mau kemarau, tapi posisinya masih musim hujan, jadi kita tetap melakukan mitigasi dan memastikan ketersediaan logistik bahan pokok kebencanaan aman,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
