<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>ACDM ke-40, Indonesia Ajak ASEAN Bangun Resiliensi Bencana Berkelanjutan</title><description>Resiliensi ini membutuhkan komitmen di berbagai tingkatan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/06/22/18/2615825/acdm-ke-40-indonesia-ajak-asean-bangun-resiliensi-bencana-berkelanjutan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/06/22/18/2615825/acdm-ke-40-indonesia-ajak-asean-bangun-resiliensi-bencana-berkelanjutan"/><item><title>ACDM ke-40, Indonesia Ajak ASEAN Bangun Resiliensi Bencana Berkelanjutan</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/06/22/18/2615825/acdm-ke-40-indonesia-ajak-asean-bangun-resiliensi-bencana-berkelanjutan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/06/22/18/2615825/acdm-ke-40-indonesia-ajak-asean-bangun-resiliensi-bencana-berkelanjutan</guid><pubDate>Rabu 22 Juni 2022 09:16 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/06/22/18/2615825/acdm-ke-40-indonesia-ajak-asean-bangun-resiliensi-bencana-berkelanjutan-jfcYXUO20d.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Direktur Pengembangan Strategi BNPB Agus Wibowo. </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/06/22/18/2615825/acdm-ke-40-indonesia-ajak-asean-bangun-resiliensi-bencana-berkelanjutan-jfcYXUO20d.jpeg</image><title>Direktur Pengembangan Strategi BNPB Agus Wibowo. </title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Indonesia mengajak negara-negara ASEAN untuk mengarusutamakan Bali Agenda for Resilience (BAR) di kawasan regional. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) ke-7 pada 23 &amp;ndash; 28 Mei 2022 di Bali.
Ajakan ini disampaikan Direktur Pengembangan Strategi BNPB Agus Wibowo dalam ASEAN Committee for Disaster Management (ACDM) ke-40 yang berlangsung secara daring, Selasa (21/6/2022).
BACA JUGA:&amp;nbsp;10 Bencana Alam Terbesar di Indonesia, Pernah Tewaskan Sebagian Besar Penduduk Bumi

Agus berharap negara-negara ASEAN mengusung Agenda Bali untuk Resiliensi (BAR) dalam forum internasional berikutnya, seperti High-Level Political Forum on Sustainable Development di New York dan Asia-Pacific Ministerial Conference on Disaster Risk Reduction.
&amp;ldquo;Bagi Indonesia, ini merupakan perhatian khusus untuk menyiapkan dan menindaklanjuti BAR serta visi resiliensi berkelanjutan dalam dokumen negara, kertas posisi dan pernyataan resmi pada forum internasional tersebut,&amp;rdquo; ujar Agus yang juga Ketua Delegasi Indonesia pada ACDM.
Agus menambahkan, ini juga menjadi perhatian khusus untuk mengajak berbagai pihak, khususnya mitra non-pemerintah dalam pengarusutamaan Bali Agenda untuk Resiliensi dan resiliensi berkelanjutan dalam berbagai forum dalam negeri.
BACA JUGA:&amp;nbsp;BNPB Catat 1.137 Kali Bencana Alam Terjadi Selama 2022

Sementara itu, Agus menggarisbawahi pernyataan Presiden Joko Widodo dalam pembukaan GPDRR ke-17. Presiden sendiri menawarkan kepada komunitas internasional mengenai konsep resiliensi berkelanjutan untuk menyikapi risiko.
&amp;ldquo;Resiliensi berkelanjutan dapat dicapai dengan penguatan kesiapsiagaan budaya serta kelembagaan yang partisipatif responsive dan adaptif,&amp;rdquo; ujarnya.Hal tersebut harus diinvestaikan oleh setiap negara dalam sains, teknologi dan inovasi, termasuk memastikan akses anggaran dan transfer teknologi.
&amp;ldquo;Resiliensi berkelanjutan juga dapat dicapai dengan membangun resiliens terhadap potensi bencana, perubahan iklim dan infrastruktur,&amp;rdquo; tambahnya.
Resiliensi ini perlu komitmen bersama pada tingkat lokal, nasional dan global.
Pada kesempatan itu, Indonesia mengucapkan terima kasih kepada negara-negara ASEAN yang telah berpartisipasi selama GPDRR ke-7. Agus berharap hasil GPDRR dapat menjadi masukan untuk ACDM dalam menyusun dan melaksanakan program-program kerja.
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Indonesia mengajak negara-negara ASEAN untuk mengarusutamakan Bali Agenda for Resilience (BAR) di kawasan regional. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) ke-7 pada 23 &amp;ndash; 28 Mei 2022 di Bali.
Ajakan ini disampaikan Direktur Pengembangan Strategi BNPB Agus Wibowo dalam ASEAN Committee for Disaster Management (ACDM) ke-40 yang berlangsung secara daring, Selasa (21/6/2022).
BACA JUGA:&amp;nbsp;10 Bencana Alam Terbesar di Indonesia, Pernah Tewaskan Sebagian Besar Penduduk Bumi

Agus berharap negara-negara ASEAN mengusung Agenda Bali untuk Resiliensi (BAR) dalam forum internasional berikutnya, seperti High-Level Political Forum on Sustainable Development di New York dan Asia-Pacific Ministerial Conference on Disaster Risk Reduction.
&amp;ldquo;Bagi Indonesia, ini merupakan perhatian khusus untuk menyiapkan dan menindaklanjuti BAR serta visi resiliensi berkelanjutan dalam dokumen negara, kertas posisi dan pernyataan resmi pada forum internasional tersebut,&amp;rdquo; ujar Agus yang juga Ketua Delegasi Indonesia pada ACDM.
Agus menambahkan, ini juga menjadi perhatian khusus untuk mengajak berbagai pihak, khususnya mitra non-pemerintah dalam pengarusutamaan Bali Agenda untuk Resiliensi dan resiliensi berkelanjutan dalam berbagai forum dalam negeri.
BACA JUGA:&amp;nbsp;BNPB Catat 1.137 Kali Bencana Alam Terjadi Selama 2022

Sementara itu, Agus menggarisbawahi pernyataan Presiden Joko Widodo dalam pembukaan GPDRR ke-17. Presiden sendiri menawarkan kepada komunitas internasional mengenai konsep resiliensi berkelanjutan untuk menyikapi risiko.
&amp;ldquo;Resiliensi berkelanjutan dapat dicapai dengan penguatan kesiapsiagaan budaya serta kelembagaan yang partisipatif responsive dan adaptif,&amp;rdquo; ujarnya.Hal tersebut harus diinvestaikan oleh setiap negara dalam sains, teknologi dan inovasi, termasuk memastikan akses anggaran dan transfer teknologi.
&amp;ldquo;Resiliensi berkelanjutan juga dapat dicapai dengan membangun resiliens terhadap potensi bencana, perubahan iklim dan infrastruktur,&amp;rdquo; tambahnya.
Resiliensi ini perlu komitmen bersama pada tingkat lokal, nasional dan global.
Pada kesempatan itu, Indonesia mengucapkan terima kasih kepada negara-negara ASEAN yang telah berpartisipasi selama GPDRR ke-7. Agus berharap hasil GPDRR dapat menjadi masukan untuk ACDM dalam menyusun dan melaksanakan program-program kerja.
</content:encoded></item></channel></rss>
