<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Profil Imam Syafi'ie, Jawara Betawi yang Sering Ikut Kawal Soekarno</title><description>Imam Syafi&amp;rsquo;ie merupakan jawara Betawi yang sering ikut mengawal Presiden Soekarno.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/06/22/337/2615700/profil-imam-syafi-ie-jawara-betawi-yang-sering-ikut-kawal-soekarno</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/06/22/337/2615700/profil-imam-syafi-ie-jawara-betawi-yang-sering-ikut-kawal-soekarno"/><item><title>Profil Imam Syafi'ie, Jawara Betawi yang Sering Ikut Kawal Soekarno</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/06/22/337/2615700/profil-imam-syafi-ie-jawara-betawi-yang-sering-ikut-kawal-soekarno</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/06/22/337/2615700/profil-imam-syafi-ie-jawara-betawi-yang-sering-ikut-kawal-soekarno</guid><pubDate>Rabu 22 Juni 2022 07:05 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Litbang MPI</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/06/21/337/2615700/profil-imam-syafi-ie-jawara-betawi-yang-sering-ikut-kawal-soekarno-RmLaUBcPUg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kapten Imam Syafiie. (encyclopedia.jakarta-tourism.go.id)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/06/21/337/2615700/profil-imam-syafi-ie-jawara-betawi-yang-sering-ikut-kawal-soekarno-RmLaUBcPUg.jpg</image><title>Kapten Imam Syafiie. (encyclopedia.jakarta-tourism.go.id)</title></images><description>IMAM Syafi&amp;rsquo;ie atau yang lebih dikenal dengan Bang Pi&amp;rsquo;ie adalah salah satu jawara asal Betawi yang berjuang melawan penjajah. Bang Pi&amp;rsquo;ie lahir di Kampung Bangka, Kebayoran Baru pada 27 Agustus 1923.

Diketahui, ia mendirikan organisasi Oesaha Pemoeda Indonesia (OPI). Bang Pi&amp;rsquo;ie mengumpulkan jawara dari berbagai tempat di Jakarta. Semua jawara yang berada di Pasar Senen berada di bawah pengaruhnya dan menganggap Bang Pi&amp;rsquo;ie sebagai pemimpin.

Ketika Soekarno dan Hatta memproklamirkan kemerdekaan Indonesia, Bang Pi&amp;rsquo;ie mengumpulkan para jawara untuk menumpas musuh. Banyak pasukan Belanda yang tewas di tangan Bang Pi&amp;rsquo;ie serta pasukannya.

BACA JUGA:MH Thamrin, Tokoh Betawi yang Membumi&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Misalnya pertempuran di Gang Sentiong serta Kwitang. Pada 1950, banyak anggota yang tidak mendapat tempat di TNI, Bang Pi&amp;rsquo;ie pun menghimpunnya dalam organisasi Cobra. Dalam organisasi Cobra, ia mendidik anggota dengan disipilin.

Organisasi Cobra yang membantu aparat keamanan mengamankan Jakarta ini tidak lepas dari pendekatan Bang Pi&amp;rsquo;ie dengan ulama. Bang Pi&amp;rsquo;ie mempunyai tugas untuk menumpas kejahatan di Jakarta yang saat itu masih rawan. Diketahui, para preman Jakarta tidak berkutik dengan adanya organisasi Cobra.


Pria yang lulus dari Sekolah Staf Komando Angkatan Darat 1958 dengan pangkat Letkol ini sering mengawal perjalanan Soekarno. Ia pernah ditawari jabatan Komandan Cakrabirawa oleh Soekarno tapi Bang Pi&amp;rsquo;ie menolaknya. Pada 24 Februari 1966, Bang Pi&amp;rsquo;ie dilantik sebagai Menteri Khusus Keamanan dalam Kabinet Dwikora yang Disempurnakan oleh Soekarno.

Usai kabinet dibubarkan, Bang Pi&amp;rsquo;ie diburu. Keluarga hingga tempat tinggalnya diperiksa. Kemudian, ia ditahan tanpa pengadilan. Setelah dibebaskan, Bang Pi&amp;rsquo;ie sakit hingga akhirnya meninggal dunia pada 9 September 1982. Ia dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata. (Diolah dari berbagai sumber/Tika Vidya Utami/Litbang MPI)
</description><content:encoded>IMAM Syafi&amp;rsquo;ie atau yang lebih dikenal dengan Bang Pi&amp;rsquo;ie adalah salah satu jawara asal Betawi yang berjuang melawan penjajah. Bang Pi&amp;rsquo;ie lahir di Kampung Bangka, Kebayoran Baru pada 27 Agustus 1923.

Diketahui, ia mendirikan organisasi Oesaha Pemoeda Indonesia (OPI). Bang Pi&amp;rsquo;ie mengumpulkan jawara dari berbagai tempat di Jakarta. Semua jawara yang berada di Pasar Senen berada di bawah pengaruhnya dan menganggap Bang Pi&amp;rsquo;ie sebagai pemimpin.

Ketika Soekarno dan Hatta memproklamirkan kemerdekaan Indonesia, Bang Pi&amp;rsquo;ie mengumpulkan para jawara untuk menumpas musuh. Banyak pasukan Belanda yang tewas di tangan Bang Pi&amp;rsquo;ie serta pasukannya.

BACA JUGA:MH Thamrin, Tokoh Betawi yang Membumi&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Misalnya pertempuran di Gang Sentiong serta Kwitang. Pada 1950, banyak anggota yang tidak mendapat tempat di TNI, Bang Pi&amp;rsquo;ie pun menghimpunnya dalam organisasi Cobra. Dalam organisasi Cobra, ia mendidik anggota dengan disipilin.

Organisasi Cobra yang membantu aparat keamanan mengamankan Jakarta ini tidak lepas dari pendekatan Bang Pi&amp;rsquo;ie dengan ulama. Bang Pi&amp;rsquo;ie mempunyai tugas untuk menumpas kejahatan di Jakarta yang saat itu masih rawan. Diketahui, para preman Jakarta tidak berkutik dengan adanya organisasi Cobra.


Pria yang lulus dari Sekolah Staf Komando Angkatan Darat 1958 dengan pangkat Letkol ini sering mengawal perjalanan Soekarno. Ia pernah ditawari jabatan Komandan Cakrabirawa oleh Soekarno tapi Bang Pi&amp;rsquo;ie menolaknya. Pada 24 Februari 1966, Bang Pi&amp;rsquo;ie dilantik sebagai Menteri Khusus Keamanan dalam Kabinet Dwikora yang Disempurnakan oleh Soekarno.

Usai kabinet dibubarkan, Bang Pi&amp;rsquo;ie diburu. Keluarga hingga tempat tinggalnya diperiksa. Kemudian, ia ditahan tanpa pengadilan. Setelah dibebaskan, Bang Pi&amp;rsquo;ie sakit hingga akhirnya meninggal dunia pada 9 September 1982. Ia dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata. (Diolah dari berbagai sumber/Tika Vidya Utami/Litbang MPI)
</content:encoded></item></channel></rss>
