<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kedaulatan Wilayah Tak Bisa Dikompromi, Moeldoko Serukan Kementerian dan Lembaga Jaga Keutuhan NKRI</title><description>Moeldoko mengatakan gangguan terhadap kedaulatan negara haruda dapat dikelola.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/06/25/337/2618112/kedaulatan-wilayah-tak-bisa-dikompromi-moeldoko-serukan-kementerian-dan-lembaga-jaga-keutuhan-nkri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/06/25/337/2618112/kedaulatan-wilayah-tak-bisa-dikompromi-moeldoko-serukan-kementerian-dan-lembaga-jaga-keutuhan-nkri"/><item><title>Kedaulatan Wilayah Tak Bisa Dikompromi, Moeldoko Serukan Kementerian dan Lembaga Jaga Keutuhan NKRI</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/06/25/337/2618112/kedaulatan-wilayah-tak-bisa-dikompromi-moeldoko-serukan-kementerian-dan-lembaga-jaga-keutuhan-nkri</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/06/25/337/2618112/kedaulatan-wilayah-tak-bisa-dikompromi-moeldoko-serukan-kementerian-dan-lembaga-jaga-keutuhan-nkri</guid><pubDate>Sabtu 25 Juni 2022 15:19 WIB</pubDate><dc:creator>Raka Dwi Novianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/06/25/337/2618112/kedaulatan-wilayah-tak-bisa-dikompromi-moeldoko-serukan-kementerian-dan-lembaga-jaga-keutuhan-nkri-2wpVCi38iS.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/06/25/337/2618112/kedaulatan-wilayah-tak-bisa-dikompromi-moeldoko-serukan-kementerian-dan-lembaga-jaga-keutuhan-nkri-2wpVCi38iS.jpg</image><title>Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. </title></images><description>JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan  Moeldoko menegaskan bahwa kedaulatan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah hal yang tidak bisa dikompromikan. Dia menyerukan agar Kementerian dan Lembaga mampu bekerja secara kolaboratif demi menjaga keutuhan wilayah NKRI.
Merespon beberapa klaim terhadap wilayah Indonesia oleh beberapa pihak luar serta ancaman eksternal terhadap kedaulatan wilayah NKRI, KSP mengadakan rapat koordinasi di Batam, Kep. Riau, Jumat (24/6/2022) dengan beberapa Kementerian/Lembaga untuk memperkuat pengamanan wilayah laut Indonesia.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Finlandia Temui Moeldoko, Ajak Kerja Sama Bangun IKN Ramah Lingkungan

&amp;ldquo;Kalau sudah berbicara kedaulatan negara, ini pasti akan menyulut emosi yang tinggi. Kita harus mengelola konstelasi ini. Di satu sisi, kita harus mengelola emosi masyarakat Indonesia, di satu sisi kita harus mengelola gangguan-gangguan terhadap kedaulatan Indonesia,&amp;rdquo; kata Moeldoko dalam keterangannya, Sabtu (25/6/2022).
Rapat koordinasi yang dipimpin oleh KSP dan dihadiri oleh perwakilan dari Kemenkopolhukam, Bakamla, Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Kogabwilhan I ini diharapkan bisa memahami rumitnya situasi di perbatasan utamanya di batas-batas wilayah laut terluar Indonesia.
Moeldoko memastikan bahwa KSP sebagai lembaga yang mengawal isu-isu strategis nasional akan bekerja mengelola persoalan batas-batas negara dan kedaulatan Indonesia.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Moeldoko Minta Masyarakat Waspada Gerakan NII: Hati-Hati Mereka Ada di Tengah-Tengah Kita

Secara khusus, KSP berkomitmen untuk mendorong integrasi pengamanan laut di Selat Malaka dan Laut Natuna Utara dalam kerangka implementasi PP 13/2022 tentang Penyelenggaraan Keamanan, Keselamatan, dan Penegakan Hukum di Wilayah Perairan Indonesia dan Wilayah Yurisdiksi Indonesia.
&amp;ldquo;Jadi jangan pernah berpikir kalian bekerja sendirian. Setidaknya ada 18 Kementerian/Lembaga yang bekerja dalam mengelola batas negara, ini memang tidak mudah. Jadi, KSP akan terus berupaya mencari bottleneck dari situasi yang sulit tersebut,&amp;rdquo; imbuh Moeldoko.Saat ini, skema pengamanan di wilayah perairan masih belum optimal karena perencanaan pengamanan wilayah perairan dilakukan secara parsial, bersifat sektoral dan terbatas pada tupoksi masing-masing K/L. Selain itu, pelaksanaan operasi dan patroli bersama yang dikerjasamakan masih bersifat sektoral berbasis isu, dan temporer dengan batas waktu yang berbeda-beda.
Sementara itu, penguatan Keamanan Laut di perairan Natuna menjadi salah satu dari 41 Major Project pembangunan dengan alokasi APBN sebesar Rp12,2 T. Presiden Joko Widodo pun memberikan perhatian yang serius terhadap isu pengamanan wilayah perairan perbatasan, dengan mengutamakan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan, kawasan terluar dan pulau terdepan.
</description><content:encoded>JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan  Moeldoko menegaskan bahwa kedaulatan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah hal yang tidak bisa dikompromikan. Dia menyerukan agar Kementerian dan Lembaga mampu bekerja secara kolaboratif demi menjaga keutuhan wilayah NKRI.
Merespon beberapa klaim terhadap wilayah Indonesia oleh beberapa pihak luar serta ancaman eksternal terhadap kedaulatan wilayah NKRI, KSP mengadakan rapat koordinasi di Batam, Kep. Riau, Jumat (24/6/2022) dengan beberapa Kementerian/Lembaga untuk memperkuat pengamanan wilayah laut Indonesia.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Finlandia Temui Moeldoko, Ajak Kerja Sama Bangun IKN Ramah Lingkungan

&amp;ldquo;Kalau sudah berbicara kedaulatan negara, ini pasti akan menyulut emosi yang tinggi. Kita harus mengelola konstelasi ini. Di satu sisi, kita harus mengelola emosi masyarakat Indonesia, di satu sisi kita harus mengelola gangguan-gangguan terhadap kedaulatan Indonesia,&amp;rdquo; kata Moeldoko dalam keterangannya, Sabtu (25/6/2022).
Rapat koordinasi yang dipimpin oleh KSP dan dihadiri oleh perwakilan dari Kemenkopolhukam, Bakamla, Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Kogabwilhan I ini diharapkan bisa memahami rumitnya situasi di perbatasan utamanya di batas-batas wilayah laut terluar Indonesia.
Moeldoko memastikan bahwa KSP sebagai lembaga yang mengawal isu-isu strategis nasional akan bekerja mengelola persoalan batas-batas negara dan kedaulatan Indonesia.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Moeldoko Minta Masyarakat Waspada Gerakan NII: Hati-Hati Mereka Ada di Tengah-Tengah Kita

Secara khusus, KSP berkomitmen untuk mendorong integrasi pengamanan laut di Selat Malaka dan Laut Natuna Utara dalam kerangka implementasi PP 13/2022 tentang Penyelenggaraan Keamanan, Keselamatan, dan Penegakan Hukum di Wilayah Perairan Indonesia dan Wilayah Yurisdiksi Indonesia.
&amp;ldquo;Jadi jangan pernah berpikir kalian bekerja sendirian. Setidaknya ada 18 Kementerian/Lembaga yang bekerja dalam mengelola batas negara, ini memang tidak mudah. Jadi, KSP akan terus berupaya mencari bottleneck dari situasi yang sulit tersebut,&amp;rdquo; imbuh Moeldoko.Saat ini, skema pengamanan di wilayah perairan masih belum optimal karena perencanaan pengamanan wilayah perairan dilakukan secara parsial, bersifat sektoral dan terbatas pada tupoksi masing-masing K/L. Selain itu, pelaksanaan operasi dan patroli bersama yang dikerjasamakan masih bersifat sektoral berbasis isu, dan temporer dengan batas waktu yang berbeda-beda.
Sementara itu, penguatan Keamanan Laut di perairan Natuna menjadi salah satu dari 41 Major Project pembangunan dengan alokasi APBN sebesar Rp12,2 T. Presiden Joko Widodo pun memberikan perhatian yang serius terhadap isu pengamanan wilayah perairan perbatasan, dengan mengutamakan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan, kawasan terluar dan pulau terdepan.
</content:encoded></item></channel></rss>
