<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>UNICEF: 15 Bocah Tenggelam dan 3,5 Juta Anak Butuh Air Bersih Akibat Banjir Bandang Bangladesh</title><description>Pemerintah dan lembaga bantuan telah bergegas memberikan bantuan termasuk air dan persediaan lainnya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/06/26/18/2618504/unicef-15-bocah-tenggelam-dan-3-5-juta-anak-butuh-air-bersih-akibat-banjir-bandang-bangladesh</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/06/26/18/2618504/unicef-15-bocah-tenggelam-dan-3-5-juta-anak-butuh-air-bersih-akibat-banjir-bandang-bangladesh"/><item><title>UNICEF: 15 Bocah Tenggelam dan 3,5 Juta Anak Butuh Air Bersih Akibat Banjir Bandang Bangladesh</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/06/26/18/2618504/unicef-15-bocah-tenggelam-dan-3-5-juta-anak-butuh-air-bersih-akibat-banjir-bandang-bangladesh</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/06/26/18/2618504/unicef-15-bocah-tenggelam-dan-3-5-juta-anak-butuh-air-bersih-akibat-banjir-bandang-bangladesh</guid><pubDate>Minggu 26 Juni 2022 14:37 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/06/26/18/2618504/unicef-15-bocah-tenggelam-dan-3-5-juta-anak-butuh-air-bersih-akibat-banjir-bandang-bangladesh-Ok3zkcH2P8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Banjir Bandang di Bangladesh (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/06/26/18/2618504/unicef-15-bocah-tenggelam-dan-3-5-juta-anak-butuh-air-bersih-akibat-banjir-bandang-bangladesh-Ok3zkcH2P8.jpg</image><title>Banjir Bandang di Bangladesh (Foto: Reuters)</title></images><description>LONDON - Perwakilan UNICEF di Bangladesh Sheldon Yett pada Jumat (24/6/2022) mengatakan lima belas anak tenggelam dalam banjir bandang yang melanda Bangladesh dengan 3,5 juta lainnya sangat membutuhkan air minum bersih karena risiko penyakit yang ditularkan melalui air meningkat.
&quot;Itu jumlah anak-anak yang mengejutkan dan peningkatan selama beberapa hari terakhir. Daerah yang luas sepenuhnya terendam air dan terputus dari air minum dan persediaan makanan yang aman. Anak-anak membutuhkan bantuan sekarang,&quot; terangnya.

Pemerintah dan lembaga bantuan telah bergegas memberikan bantuan termasuk air dan persediaan lainnya setelah banjir bandang di seperempat negara Asia Selatan itu.
Baca juga:&amp;nbsp;Banjir Terjang India dan Bangladesh, Belasan Orang Tewas Tersambar Petir
Yett dalam pengarahan di Jenewa mengatakan banjir juga telah mengganggu fasilitas kesehatan, menutup sekolah dan mengganggu perawatan kekurangan gizi untuk ratusan anak.
Dia mengatakan kasus diare meningkat menjadi 2.700 pada pertengahan minggu ini.
Baca juga:&amp;nbsp;Krisis Ekonomi Memburuk, Ribuan Anak di Sri Lanka Berisiko Meninggal Akibat MalnutrisiPihak berwenang di Bangladesh dan negara tetangga India telah memperingatkan risiko epidemi penyakit. Secara total, lebih dari 4,5 juta orang telah terdampar dan puluhan tewas di Bangladesh, banyak di antaranya dalam banjir terburuk di wilayah Sylhet di timur laut selama lebih dari 100 tahun.



Di negara bagian Assam, India timur, helikopter angkatan udara India telah dikerahkan untuk menurunkan makanan dan pasokan lainnya ke wilayah yang terputus.

</description><content:encoded>LONDON - Perwakilan UNICEF di Bangladesh Sheldon Yett pada Jumat (24/6/2022) mengatakan lima belas anak tenggelam dalam banjir bandang yang melanda Bangladesh dengan 3,5 juta lainnya sangat membutuhkan air minum bersih karena risiko penyakit yang ditularkan melalui air meningkat.
&quot;Itu jumlah anak-anak yang mengejutkan dan peningkatan selama beberapa hari terakhir. Daerah yang luas sepenuhnya terendam air dan terputus dari air minum dan persediaan makanan yang aman. Anak-anak membutuhkan bantuan sekarang,&quot; terangnya.

Pemerintah dan lembaga bantuan telah bergegas memberikan bantuan termasuk air dan persediaan lainnya setelah banjir bandang di seperempat negara Asia Selatan itu.
Baca juga:&amp;nbsp;Banjir Terjang India dan Bangladesh, Belasan Orang Tewas Tersambar Petir
Yett dalam pengarahan di Jenewa mengatakan banjir juga telah mengganggu fasilitas kesehatan, menutup sekolah dan mengganggu perawatan kekurangan gizi untuk ratusan anak.
Dia mengatakan kasus diare meningkat menjadi 2.700 pada pertengahan minggu ini.
Baca juga:&amp;nbsp;Krisis Ekonomi Memburuk, Ribuan Anak di Sri Lanka Berisiko Meninggal Akibat MalnutrisiPihak berwenang di Bangladesh dan negara tetangga India telah memperingatkan risiko epidemi penyakit. Secara total, lebih dari 4,5 juta orang telah terdampar dan puluhan tewas di Bangladesh, banyak di antaranya dalam banjir terburuk di wilayah Sylhet di timur laut selama lebih dari 100 tahun.



Di negara bagian Assam, India timur, helikopter angkatan udara India telah dikerahkan untuk menurunkan makanan dan pasokan lainnya ke wilayah yang terputus.

</content:encoded></item></channel></rss>
