<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemuda Perindo Kritisi Banyaknya Oknum dalam Penegakan Hukum</title><description>Ferry menyoroti beberapa kasus yang dianggap tajam ke bawah tumpul ke atas.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/06/26/337/2618573/pemuda-perindo-kritisi-banyaknya-oknum-dalam-penegakan-hukum</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/06/26/337/2618573/pemuda-perindo-kritisi-banyaknya-oknum-dalam-penegakan-hukum"/><item><title>Pemuda Perindo Kritisi Banyaknya Oknum dalam Penegakan Hukum</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/06/26/337/2618573/pemuda-perindo-kritisi-banyaknya-oknum-dalam-penegakan-hukum</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/06/26/337/2618573/pemuda-perindo-kritisi-banyaknya-oknum-dalam-penegakan-hukum</guid><pubDate>Minggu 26 Juni 2022 19:12 WIB</pubDate><dc:creator>Nur Khabibi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/06/26/337/2618573/pemuda-perindo-kritisi-banyaknya-oknum-dalam-penegakan-hukum-aH9whrxMYL.JPG" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/06/26/337/2618573/pemuda-perindo-kritisi-banyaknya-oknum-dalam-penegakan-hukum-aH9whrxMYL.JPG</image><title></title></images><description>JAKARTA - Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Hukum dan HAM DPP Pemuda Partai Perindo, Ferry Iman Halim menjadi narasumber dalam Podcas Aksi Nyata Perindo. Hari ini, mengambil tema Indonesia, Hukum dan Tantangannya.

Dalam paparannya, Ferry menyoroti beberapa kasus yang dianggap tajam ke bawah tumpul ke atas. Ia menyebutkan, salah satu contohnya merupakan kasus viral seorang kakek yang dihukum lantaran mencuri kayu.

Ia menyebutkan, hukuman yang diterima kakek tersebut lebih berat dari kasus pidana lainnya. Menurutnya, kasus tersebut lantaran banyak oknum yang tidak bertanggung jawab.

BACA JUGA:Lawyer Muda Ini Paparkan Alasan Gabung dengan Perindo

&quot;Kalau perspektif aku si positif, di Indonesia ini yang namanya hukum harus dan pasti ditegakkan, memang perjalanannya ada ketentuan-ketentuan atau aturan yang mesti diperbaharui, karena hukum kan dinamis,&quot; kata Ferry dalam Podcast yang ditayangkan YouTube Partai Perindo, Minggu (26/6/2022).
&quot;Kalau saya bilang sistemnya sudah oke, tapi yang terjadi kita bicara lagi mengenai oknum penyelewengan,&quot; ucapnya menambahkan.

Ia menyebutkan, lembaga-lembaga hukum yang tersedia sudah sesuai dengan prosedur yang berlaku. Maraknya kasus tajam ke bawah tumpul ke atas lantaran adanya oknum-oknum pada badan hukum yang tersedi.

&quot;Dan yang pasti hati nurani harus dikedepankan sebagai seorang penegak hukum, kita gabisa si hanya based on teks book, tapi ga melihat konteks relevansi buat saya salah sih,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Hukum dan HAM DPP Pemuda Partai Perindo, Ferry Iman Halim menjadi narasumber dalam Podcas Aksi Nyata Perindo. Hari ini, mengambil tema Indonesia, Hukum dan Tantangannya.

Dalam paparannya, Ferry menyoroti beberapa kasus yang dianggap tajam ke bawah tumpul ke atas. Ia menyebutkan, salah satu contohnya merupakan kasus viral seorang kakek yang dihukum lantaran mencuri kayu.

Ia menyebutkan, hukuman yang diterima kakek tersebut lebih berat dari kasus pidana lainnya. Menurutnya, kasus tersebut lantaran banyak oknum yang tidak bertanggung jawab.

BACA JUGA:Lawyer Muda Ini Paparkan Alasan Gabung dengan Perindo

&quot;Kalau perspektif aku si positif, di Indonesia ini yang namanya hukum harus dan pasti ditegakkan, memang perjalanannya ada ketentuan-ketentuan atau aturan yang mesti diperbaharui, karena hukum kan dinamis,&quot; kata Ferry dalam Podcast yang ditayangkan YouTube Partai Perindo, Minggu (26/6/2022).
&quot;Kalau saya bilang sistemnya sudah oke, tapi yang terjadi kita bicara lagi mengenai oknum penyelewengan,&quot; ucapnya menambahkan.

Ia menyebutkan, lembaga-lembaga hukum yang tersedia sudah sesuai dengan prosedur yang berlaku. Maraknya kasus tajam ke bawah tumpul ke atas lantaran adanya oknum-oknum pada badan hukum yang tersedi.

&quot;Dan yang pasti hati nurani harus dikedepankan sebagai seorang penegak hukum, kita gabisa si hanya based on teks book, tapi ga melihat konteks relevansi buat saya salah sih,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
