<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kasus Promo Berbau SARA, Wamenag Sebut Sensitivitas Holywings Tumpul</title><description>Wakil Menteri Agama (Wamenag), Zainud Tauhid Sa'adi menyesalkan kasus promo minuman alkohol yang dilakukan oleh Holywings&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/06/27/337/2619058/kasus-promo-berbau-sara-wamenag-sebut-sensitivitas-holywings-tumpul</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/06/27/337/2619058/kasus-promo-berbau-sara-wamenag-sebut-sensitivitas-holywings-tumpul"/><item><title>Kasus Promo Berbau SARA, Wamenag Sebut Sensitivitas Holywings Tumpul</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/06/27/337/2619058/kasus-promo-berbau-sara-wamenag-sebut-sensitivitas-holywings-tumpul</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/06/27/337/2619058/kasus-promo-berbau-sara-wamenag-sebut-sensitivitas-holywings-tumpul</guid><pubDate>Senin 27 Juni 2022 15:52 WIB</pubDate><dc:creator>Riezky Maulana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/06/27/337/2619058/kasus-promo-berbau-sara-wamenag-sebut-sensitivitas-holywings-tumpul-cA70pmgHHo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wamenag RI, Zainut Tauhid (foto: dok Kemenag RI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/06/27/337/2619058/kasus-promo-berbau-sara-wamenag-sebut-sensitivitas-holywings-tumpul-cA70pmgHHo.jpg</image><title>Wamenag RI, Zainut Tauhid (foto: dok Kemenag RI)</title></images><description>
JAKARTA - Wakil Menteri Agama (Wamenag), Zainud Tauhid Sa'adi menyesalkan kasus promo minuman alkohol yang dilakukan oleh Holywings kepada pengunjung yang bernama Muhammad dan Maria. Menurut dia, kejadian ini menunjukkan sensitivitas manajemen ihwal keagaaman di Indonesia tumpul.

Sebab, jika pihak manajemen paham, maka promosi yang membawa embel-embel agama tidak dilakukan.

&quot;Saya sangat menyesalkan terjadinya kasus tersebut. Hal ini menunjukkan betapa tumpulnya rasa sensitif keberagamaan pihak manajemen, sehingga tanpa pikir panjang membuat promosi produk yang dapat melukai perasaan umat beragama,&quot; ujar Zainud dalam keterangannya, Senin (27/6/2022).
BACA JUGA:Desakan agar Holywings Ditutup Permanen Semakin Menguat, Ini Kata Wagub DKI&amp;nbsp; 
&amp;nbsp;
Dirinya pun meminta kepada masyarakat agar menahan diri dan tidak melakukan tindakan anarkis dalam merespons kasus ini. Pasalnya, kasus tersebut sudah ditangani oleh pihak kepolisian.

&quot;Saya meminta kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan tindakan anarkhis. Menyerahkan semua proses hukumnya kepada pihak yang berwenang,&quot; tuturnya.
BACA JUGA:MUI Apresiasi Polisi Cepat Tangani Kasus Dugaan SARA Holywings: Ini Masalah Serius

&quot;Saya yakin polisi, jaksa dan hakim akan bertindak secara profesional, proporsional dan menjunnjung tinggi nilai-nilai keadilan,&quot; imbuhnya.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNi8yNS8xLzE0OTcwNS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Dia pun berharap kasus ini tidak akan terjadi lagi di kemudian hari. Seharusnya, kata Zainud, insiden ini dapat dijadikan pelajaran bagi para pengusaha agar mengindahkan sakralnya agama dalam menjalankan bisnisnya.

&quot;Jangan hanya untuk mengejar keuntungan bisnis atau sekedar untuk meningkatkan promosi produknya, berani menabrak dan melanggar hukum dan menciderai kesucian agama,&quot; tuturnya.

Sebagai informasi, belakangan media sosial (medsos) dibuat gempar dengan adanya unggahan promosi minuman alkohol dari Holywings. Promosi itu menyatakan bahwa bagi mereka yang bernama Muhammad dan Maria mendapatkan satu botol minuman alkohol gratis tiap Kamis. Syaratnya, membawa kartu identitas.

Polisi menetapkan enam orang sebagai tersangka kasus dugaan penistaan agama dan berita hoaks terkait promosi miras berbau SARA yang dilakukan Holywings di media sosial. Keenamnya merupakan tim kreatif di Holywings.

</description><content:encoded>
JAKARTA - Wakil Menteri Agama (Wamenag), Zainud Tauhid Sa'adi menyesalkan kasus promo minuman alkohol yang dilakukan oleh Holywings kepada pengunjung yang bernama Muhammad dan Maria. Menurut dia, kejadian ini menunjukkan sensitivitas manajemen ihwal keagaaman di Indonesia tumpul.

Sebab, jika pihak manajemen paham, maka promosi yang membawa embel-embel agama tidak dilakukan.

&quot;Saya sangat menyesalkan terjadinya kasus tersebut. Hal ini menunjukkan betapa tumpulnya rasa sensitif keberagamaan pihak manajemen, sehingga tanpa pikir panjang membuat promosi produk yang dapat melukai perasaan umat beragama,&quot; ujar Zainud dalam keterangannya, Senin (27/6/2022).
BACA JUGA:Desakan agar Holywings Ditutup Permanen Semakin Menguat, Ini Kata Wagub DKI&amp;nbsp; 
&amp;nbsp;
Dirinya pun meminta kepada masyarakat agar menahan diri dan tidak melakukan tindakan anarkis dalam merespons kasus ini. Pasalnya, kasus tersebut sudah ditangani oleh pihak kepolisian.

&quot;Saya meminta kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan tindakan anarkhis. Menyerahkan semua proses hukumnya kepada pihak yang berwenang,&quot; tuturnya.
BACA JUGA:MUI Apresiasi Polisi Cepat Tangani Kasus Dugaan SARA Holywings: Ini Masalah Serius

&quot;Saya yakin polisi, jaksa dan hakim akan bertindak secara profesional, proporsional dan menjunnjung tinggi nilai-nilai keadilan,&quot; imbuhnya.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNi8yNS8xLzE0OTcwNS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Dia pun berharap kasus ini tidak akan terjadi lagi di kemudian hari. Seharusnya, kata Zainud, insiden ini dapat dijadikan pelajaran bagi para pengusaha agar mengindahkan sakralnya agama dalam menjalankan bisnisnya.

&quot;Jangan hanya untuk mengejar keuntungan bisnis atau sekedar untuk meningkatkan promosi produknya, berani menabrak dan melanggar hukum dan menciderai kesucian agama,&quot; tuturnya.

Sebagai informasi, belakangan media sosial (medsos) dibuat gempar dengan adanya unggahan promosi minuman alkohol dari Holywings. Promosi itu menyatakan bahwa bagi mereka yang bernama Muhammad dan Maria mendapatkan satu botol minuman alkohol gratis tiap Kamis. Syaratnya, membawa kartu identitas.

Polisi menetapkan enam orang sebagai tersangka kasus dugaan penistaan agama dan berita hoaks terkait promosi miras berbau SARA yang dilakukan Holywings di media sosial. Keenamnya merupakan tim kreatif di Holywings.

</content:encoded></item></channel></rss>
