<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gaduh Promosi Holywings, Ini Fatwa MUI tentang Minuman Beralkohol</title><description>Holywings menggratiskan minuman beralkohol bagi yang mempunyai nama Muhammad dan Maria.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/06/28/337/2619686/gaduh-promosi-holywings-ini-fatwa-mui-tentang-minuman-beralkohol</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/06/28/337/2619686/gaduh-promosi-holywings-ini-fatwa-mui-tentang-minuman-beralkohol"/><item><title>Gaduh Promosi Holywings, Ini Fatwa MUI tentang Minuman Beralkohol</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/06/28/337/2619686/gaduh-promosi-holywings-ini-fatwa-mui-tentang-minuman-beralkohol</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/06/28/337/2619686/gaduh-promosi-holywings-ini-fatwa-mui-tentang-minuman-beralkohol</guid><pubDate>Selasa 28 Juni 2022 14:35 WIB</pubDate><dc:creator>Nur Khabibi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/06/28/337/2619686/gaduh-promosi-holywings-ini-fatwa-mui-tentang-minuman-beralkohol-I0eInk6Q5B.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/06/28/337/2619686/gaduh-promosi-holywings-ini-fatwa-mui-tentang-minuman-beralkohol-I0eInk6Q5B.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Beberapa hari ini publik dihebohkan dengan promo yang disediakan tempat hiburan malam, Holywings. Dalam promonya tersebut, Holywings menggratiskan minuman beralkohol bagi yang mempunyai nama Muhammad dan Maria.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun telah menerbitkan fatwa tentang minol tersebut sebanyak dua kali. Masing-masing tertuang dalam Fatwa MUI No. 11 tahun 2009 tentang Hukum Alkohol dan Fatwa MUI No. 10 tahun 2018 tentang Produk Makanan dan Minuman Yang Mengandung Alkohol/Etanol.
&quot;Kedua fatwa tersebut dimaksudkan sebagai pedoman bagi masyarakat dan juga para produsen minuman dan makanan berbahan atau berperantara alkohol. Karena pada kenyataanya, di zaman sekarang ini, dalam kehidupan sehari-hari kita tidak dapat melepaskan diri dari alkohol,&quot; tulis MUI dalam website resminya yang dikutip Selasa (28/6/2022).
Saat ini, alkohol banyak digunakan sebagai bahan baku, bahan tambahan, ataupun bahan penolong dalam pembuatan makanan, minuman, obat-obatan, dan kosmetika, alat kesehatan serta kepentingan lainnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Kasus Penistaan Agama, Polisi Bidik Petinggi Holywings Lainnya
Pedoman transaksi publik (muamalat) dari lembaga fatwa seperti MUI sangat penting mengingat hadis Nabi SAW, bahwa terkait khamar, ada sepuluh hal yang dilaknat :
&amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1618; &amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1614;&amp;#1587;&amp;#1616; &amp;#1576;&amp;#1618;&amp;#1606;&amp;#1616; &amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1616;&amp;#1603;&amp;#1613; &amp;#1602;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1614; &amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1614; &amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1587;&amp;#1615;&amp;#1608;&amp;#1604;&amp;#1615; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1617;&amp;#1607;&amp;#1616; &amp;#1589;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1617;&amp;#1609; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1617;&amp;#1607;&amp;#1615; &amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1610;&amp;#1618;&amp;#1607;&amp;#1616; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1587;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1617;&amp;#1605;&amp;#1614; &amp;#1601;&amp;#1616;&amp;#1610; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1582;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1618;&amp;#1585;&amp;#1616; &amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1588;&amp;#1618;&amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1577;&amp;#1611; &amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1589;&amp;#1616;&amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1615;&amp;#1593;&amp;#1618;&amp;#1578;&amp;#1614;&amp;#1589;&amp;#1616;&amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1588;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1585;&amp;#1616;&amp;#1576;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1581;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1605;&amp;#1616;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1581;&amp;#1618;&amp;#1605;&amp;#1615;&amp;#1608;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1577;&amp;#1615; &amp;#1573;&amp;#1616;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1610;&amp;#1618;&amp;#1607;&amp;#1616; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1587;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1602;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1576;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1574;&amp;#1616;&amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1570;&amp;#1603;&amp;#1616;&amp;#1604;&amp;#1614; &amp;#1579;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1616;&amp;#1607;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1605;&amp;#1615;&amp;#1588;&amp;#1618;&amp;#1578;&amp;#1614;&amp;#1585;&amp;#1616;&amp;#1610; &amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1605;&amp;#1615;&amp;#1588;&amp;#1618;&amp;#1578;&amp;#1614;&amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1577;&amp;#1615; &amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1615;
Dari Anas bin Malik ia berkata; Rasulullah &amp;#65018; melaknat sepuluh orang yang berkenaan dengan khamr; Orang yang memeras, yang meminta diperaskan, peminum, pembawanya, yang dibawakan untuknya, penuangnya, penjual, yang memakan hasilnya, pembelinya dan yang minta dibelikan. (HR. Tirmidzi dan Abi Daud).
Baca juga:&amp;nbsp;Wagub Riza Sebut Hollywings Kembali Beroperasi jika Ganti NamaDalam Fatwa MUI No. 10 tahun 2018 dijelaskan bahwa yang dimaksud khamar adalah setiap minuman yang memabukkan, baik dari anggur maupun yang lainnya, baik dimasak maupun tidak.
Sementara alkohol adalah etil alkohol atau etanol, suatu senyawa kimia dengan rumus (C2H5OH).
Lebih lanjut fatwa di atas merinci ketentuan produk minuman dan makanan yang mengandung alkohol. Adapun ketentuan minuman yang beralkohol adalah sebagai berikut :
Pertama, produk makanan hasil fermentasi yang mengandung alkohol/etanol hukumnya halal, selama dalam prosesnya tidak menggunakan bahan haram dan apabila secara medis tidak membahayakan.
Kedua, produk makanan hasil fermentasi dengan penambahan alkohol/etanol non khamar hukumnya halal, selama dalam prosesnya tidak menggunakan bahan haram dan apabila secara medis tidak membahayakan.
Ketiga, Vinegar/cuka yang berasal dari khamr baik terjadi dengan sendirinya maupun melalui rekayasa, hukumnya halal dan suci.
Keempat, produk makanan hasil fermentasi susu berbentuk pasta/padat yang mengandung alkohol/etanol adalah halal, selama dalam prosesnya tidak menggunakan bahan haram dan apabila secara medis tidak membahayakan.
Kelima, produk makanan yang ditambahkan khamr adalah haram.
Baca juga:&amp;nbsp;Nama Pemegang Saham Holywings, Ada Nikita MirzaniBerdasarkan ketentuan di atas, MUI menawarkan beberapa rekomendasi :
Pertama, masyarakat dihimbau untuk memilih makanan dan minuman yang suci dan halal serta menghindari penggunaan produk makanan dan minuman yang haram dan najis, serta yang menggunakan bahan yang tidak jelas kehalalan serta kesuciannya.
Kedua, pelaku usaha diminta menjadikan fatwa ini sebagai pedoman untuk memastikan kesucian dan kehalalan makanan dan minuman yang diproduksi dan diperjualbelikan kepada umat Islam.
Lalu terakhir, pihak otoritas menjadikan fatwa ini sebagaai pedoman dalam menjalankan proses sertifikasi halal terhadap produk makanan, minuman, obat-obatan dan kosmetika.</description><content:encoded>JAKARTA - Beberapa hari ini publik dihebohkan dengan promo yang disediakan tempat hiburan malam, Holywings. Dalam promonya tersebut, Holywings menggratiskan minuman beralkohol bagi yang mempunyai nama Muhammad dan Maria.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun telah menerbitkan fatwa tentang minol tersebut sebanyak dua kali. Masing-masing tertuang dalam Fatwa MUI No. 11 tahun 2009 tentang Hukum Alkohol dan Fatwa MUI No. 10 tahun 2018 tentang Produk Makanan dan Minuman Yang Mengandung Alkohol/Etanol.
&quot;Kedua fatwa tersebut dimaksudkan sebagai pedoman bagi masyarakat dan juga para produsen minuman dan makanan berbahan atau berperantara alkohol. Karena pada kenyataanya, di zaman sekarang ini, dalam kehidupan sehari-hari kita tidak dapat melepaskan diri dari alkohol,&quot; tulis MUI dalam website resminya yang dikutip Selasa (28/6/2022).
Saat ini, alkohol banyak digunakan sebagai bahan baku, bahan tambahan, ataupun bahan penolong dalam pembuatan makanan, minuman, obat-obatan, dan kosmetika, alat kesehatan serta kepentingan lainnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Kasus Penistaan Agama, Polisi Bidik Petinggi Holywings Lainnya
Pedoman transaksi publik (muamalat) dari lembaga fatwa seperti MUI sangat penting mengingat hadis Nabi SAW, bahwa terkait khamar, ada sepuluh hal yang dilaknat :
&amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1618; &amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1614;&amp;#1587;&amp;#1616; &amp;#1576;&amp;#1618;&amp;#1606;&amp;#1616; &amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1616;&amp;#1603;&amp;#1613; &amp;#1602;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1614; &amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1614; &amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1587;&amp;#1615;&amp;#1608;&amp;#1604;&amp;#1615; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1617;&amp;#1607;&amp;#1616; &amp;#1589;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1617;&amp;#1609; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1617;&amp;#1607;&amp;#1615; &amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1610;&amp;#1618;&amp;#1607;&amp;#1616; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1587;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1617;&amp;#1605;&amp;#1614; &amp;#1601;&amp;#1616;&amp;#1610; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1582;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1618;&amp;#1585;&amp;#1616; &amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1588;&amp;#1618;&amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1577;&amp;#1611; &amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1589;&amp;#1616;&amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1615;&amp;#1593;&amp;#1618;&amp;#1578;&amp;#1614;&amp;#1589;&amp;#1616;&amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1588;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1585;&amp;#1616;&amp;#1576;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1581;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1605;&amp;#1616;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1581;&amp;#1618;&amp;#1605;&amp;#1615;&amp;#1608;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1577;&amp;#1615; &amp;#1573;&amp;#1616;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1610;&amp;#1618;&amp;#1607;&amp;#1616; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1587;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1602;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1576;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1574;&amp;#1616;&amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1570;&amp;#1603;&amp;#1616;&amp;#1604;&amp;#1614; &amp;#1579;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1616;&amp;#1607;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1605;&amp;#1615;&amp;#1588;&amp;#1618;&amp;#1578;&amp;#1614;&amp;#1585;&amp;#1616;&amp;#1610; &amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1605;&amp;#1615;&amp;#1588;&amp;#1618;&amp;#1578;&amp;#1614;&amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1577;&amp;#1615; &amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1615;
Dari Anas bin Malik ia berkata; Rasulullah &amp;#65018; melaknat sepuluh orang yang berkenaan dengan khamr; Orang yang memeras, yang meminta diperaskan, peminum, pembawanya, yang dibawakan untuknya, penuangnya, penjual, yang memakan hasilnya, pembelinya dan yang minta dibelikan. (HR. Tirmidzi dan Abi Daud).
Baca juga:&amp;nbsp;Wagub Riza Sebut Hollywings Kembali Beroperasi jika Ganti NamaDalam Fatwa MUI No. 10 tahun 2018 dijelaskan bahwa yang dimaksud khamar adalah setiap minuman yang memabukkan, baik dari anggur maupun yang lainnya, baik dimasak maupun tidak.
Sementara alkohol adalah etil alkohol atau etanol, suatu senyawa kimia dengan rumus (C2H5OH).
Lebih lanjut fatwa di atas merinci ketentuan produk minuman dan makanan yang mengandung alkohol. Adapun ketentuan minuman yang beralkohol adalah sebagai berikut :
Pertama, produk makanan hasil fermentasi yang mengandung alkohol/etanol hukumnya halal, selama dalam prosesnya tidak menggunakan bahan haram dan apabila secara medis tidak membahayakan.
Kedua, produk makanan hasil fermentasi dengan penambahan alkohol/etanol non khamar hukumnya halal, selama dalam prosesnya tidak menggunakan bahan haram dan apabila secara medis tidak membahayakan.
Ketiga, Vinegar/cuka yang berasal dari khamr baik terjadi dengan sendirinya maupun melalui rekayasa, hukumnya halal dan suci.
Keempat, produk makanan hasil fermentasi susu berbentuk pasta/padat yang mengandung alkohol/etanol adalah halal, selama dalam prosesnya tidak menggunakan bahan haram dan apabila secara medis tidak membahayakan.
Kelima, produk makanan yang ditambahkan khamr adalah haram.
Baca juga:&amp;nbsp;Nama Pemegang Saham Holywings, Ada Nikita MirzaniBerdasarkan ketentuan di atas, MUI menawarkan beberapa rekomendasi :
Pertama, masyarakat dihimbau untuk memilih makanan dan minuman yang suci dan halal serta menghindari penggunaan produk makanan dan minuman yang haram dan najis, serta yang menggunakan bahan yang tidak jelas kehalalan serta kesuciannya.
Kedua, pelaku usaha diminta menjadikan fatwa ini sebagai pedoman untuk memastikan kesucian dan kehalalan makanan dan minuman yang diproduksi dan diperjualbelikan kepada umat Islam.
Lalu terakhir, pihak otoritas menjadikan fatwa ini sebagaai pedoman dalam menjalankan proses sertifikasi halal terhadap produk makanan, minuman, obat-obatan dan kosmetika.</content:encoded></item></channel></rss>
