<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sepekan Digenangi Banjir yang Tak Kunjung Surut, Warga Pekalongan Kesulitan Penuhi Kebutuhan Hidup</title><description>Warga juga banyak menderita penyakit gatal, demam, dan kembung.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/06/28/512/2619530/sepekan-digenangi-banjir-yang-tak-kunjung-surut-warga-pekalongan-kesulitan-penuhi-kebutuhan-hidup</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/06/28/512/2619530/sepekan-digenangi-banjir-yang-tak-kunjung-surut-warga-pekalongan-kesulitan-penuhi-kebutuhan-hidup"/><item><title>Sepekan Digenangi Banjir yang Tak Kunjung Surut, Warga Pekalongan Kesulitan Penuhi Kebutuhan Hidup</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/06/28/512/2619530/sepekan-digenangi-banjir-yang-tak-kunjung-surut-warga-pekalongan-kesulitan-penuhi-kebutuhan-hidup</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/06/28/512/2619530/sepekan-digenangi-banjir-yang-tak-kunjung-surut-warga-pekalongan-kesulitan-penuhi-kebutuhan-hidup</guid><pubDate>Selasa 28 Juni 2022 11:49 WIB</pubDate><dc:creator>Suryono Sukarno</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/06/28/512/2619530/sepekan-digenangi-banjir-yang-tak-kunjung-surut-warga-pekalongan-kesulitan-penuhi-kebutuhan-hidup-hqE4XbcewG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Tangkapan layar/Suryono Sukarno.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/06/28/512/2619530/sepekan-digenangi-banjir-yang-tak-kunjung-surut-warga-pekalongan-kesulitan-penuhi-kebutuhan-hidup-hqE4XbcewG.jpg</image><title>Foto: Tangkapan layar/Suryono Sukarno.</title></images><description>PEKALONGAN &amp;ndash; Banjir yang menggenangi Kota Pekalongan, Jawa Tengah sejak sepekan lalu hingga kini belum juga surut. Warga mengaku kesulitan beraktivitas serta memenuhi kebutuhan hidup karena daerah mereka masih terendam banjir.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Hujan Deras, Ratusan Rumah di Pekalongan Terendam Banjir
Ratusan rumah di Kelurahan Pasirsari, Kota Pekalongan hingga kini masih terendam banjir dengan ketinggian rata-rata 30 hingga 50 centimeter. Selain membuat warga sulit melakukan aktivitas, banjir juga membuat banyak orang menderita sakit seperti gatal, demam dan kembung.
Banjir yang merendam wilayah perkampungan ini terjadi sejak sepekan lalu  karena limpasan air sungai akibat adanya tanggul sungai yang jebol. Setelah seminggu berlalu, banjir hanya surut sekira 5 cm saja dan masih merendam rumah dan jalan di Pasirsari.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Atasi Banjir Rob, Pekalongan Butuh Dana Rp3 Triliun

Warga yang didominasi pekerja produksi batik rumahan mengaku kesulitan beraktivitas karena banjir yang masih menggenang. Mereka menggunakan perahu karet dan rakit untuk bepergian agar baju kerja atau  barang yang dibawa tidak basah.
Karena terlalu lama terendam banjir banyak warga yang kesulitan memenuhi kebutuhan hidup. Stok makanan atau sembako hampir habis dan bantuan juga minim.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNi8yNi8xLzE0OTcyNS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Banjir akibat limpasan air Sungai Meduri ini merendam ribuan rumah di tiga desa, yakni Desa Karangjompo dan Tegaldowo, Kecamatan Tirto, dan Kelurahan Pasirsari, Pekalongan.
</description><content:encoded>PEKALONGAN &amp;ndash; Banjir yang menggenangi Kota Pekalongan, Jawa Tengah sejak sepekan lalu hingga kini belum juga surut. Warga mengaku kesulitan beraktivitas serta memenuhi kebutuhan hidup karena daerah mereka masih terendam banjir.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Hujan Deras, Ratusan Rumah di Pekalongan Terendam Banjir
Ratusan rumah di Kelurahan Pasirsari, Kota Pekalongan hingga kini masih terendam banjir dengan ketinggian rata-rata 30 hingga 50 centimeter. Selain membuat warga sulit melakukan aktivitas, banjir juga membuat banyak orang menderita sakit seperti gatal, demam dan kembung.
Banjir yang merendam wilayah perkampungan ini terjadi sejak sepekan lalu  karena limpasan air sungai akibat adanya tanggul sungai yang jebol. Setelah seminggu berlalu, banjir hanya surut sekira 5 cm saja dan masih merendam rumah dan jalan di Pasirsari.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Atasi Banjir Rob, Pekalongan Butuh Dana Rp3 Triliun

Warga yang didominasi pekerja produksi batik rumahan mengaku kesulitan beraktivitas karena banjir yang masih menggenang. Mereka menggunakan perahu karet dan rakit untuk bepergian agar baju kerja atau  barang yang dibawa tidak basah.
Karena terlalu lama terendam banjir banyak warga yang kesulitan memenuhi kebutuhan hidup. Stok makanan atau sembako hampir habis dan bantuan juga minim.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNi8yNi8xLzE0OTcyNS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Banjir akibat limpasan air Sungai Meduri ini merendam ribuan rumah di tiga desa, yakni Desa Karangjompo dan Tegaldowo, Kecamatan Tirto, dan Kelurahan Pasirsari, Pekalongan.
</content:encoded></item></channel></rss>
