<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Viral Cerita Sopir Ambulans yang Kerap Ditemani Makhluk Halus saat Menyetir</title><description>Tak jarang, mobil ambulans pun dipacu dalam kecepatan tinggi agar cepat sampai ke rumah sakit.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/06/29/338/2620209/viral-cerita-sopir-ambulans-yang-kerap-ditemani-makhluk-halus-saat-menyetir</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/06/29/338/2620209/viral-cerita-sopir-ambulans-yang-kerap-ditemani-makhluk-halus-saat-menyetir"/><item><title>Viral Cerita Sopir Ambulans yang Kerap Ditemani Makhluk Halus saat Menyetir</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/06/29/338/2620209/viral-cerita-sopir-ambulans-yang-kerap-ditemani-makhluk-halus-saat-menyetir</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/06/29/338/2620209/viral-cerita-sopir-ambulans-yang-kerap-ditemani-makhluk-halus-saat-menyetir</guid><pubDate>Rabu 29 Juni 2022 11:09 WIB</pubDate><dc:creator>Iskandar Nasution</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/06/29/338/2620209/viral-cerita-sopir-ambulans-yang-kerap-ditemani-makhluk-halus-saat-menyetir-JtowurTVWG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Viral cerita sopir ambulans yang kerap ditemani makhluk halus saat mengantarkan jenazah atau pasien/Iskandar Nasution</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/06/29/338/2620209/viral-cerita-sopir-ambulans-yang-kerap-ditemani-makhluk-halus-saat-menyetir-JtowurTVWG.jpg</image><title>Viral cerita sopir ambulans yang kerap ditemani makhluk halus saat mengantarkan jenazah atau pasien/Iskandar Nasution</title></images><description>BANTEN - Seorang sopir ambulans asal Malimping, Lebak, Banten sering merasakan adanya makhluk halus berada di dalam mobil yang ia bawa.

Tak jarang, mobil ambulans pun dipacu dalam kecepatan tinggi agar cepat sampai ke rumah sakit.

BACA JUGA:Viral Rombongan Ambulans Bentrok di Makkasar, MUI Ingatkan Adab-Adab Mengantar Jenazah

Ia adalah Delima Humaira, meski ia adalah seorang wanita dan memiliki keluarga, hal tersebut tidak menjadi halangan untuk mengabdikan dirinya ke masyarakat.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNi8yOS8xLzE0OTg2OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Ibu dua anak ini menjadi sopir ambulans dari sebuah Relawan Kemanusiaan bernama Respect Peduli yang ada di wilayah selatan Bayah, Lebak, Banten.

Hampir setiap hari ponselnya berdering, banyak warga meminta tolong dirinya untuk membawa pasien kritis hingga membawa jenazah.

BACA JUGA:Kesal Diminta Menepi, Pengendara ini Malah Lempari Ambulans Dengan Botol

Ia mengaku sering merasakan adanya makhluk halus yang mengikutinya saat mengantarkan pasien meninggal dan jenazah.

Karena sudah sering merasakan hal yang sama, selama satu tahun membawa ambulans, kini dirinya sudah tidak merasa takut lagi.
&quot;Karena memang ambulans ini bawa jenazah, kemudian saya ketemu yang kecelakaan di jalan dengan berdarah-darah itu juga kita bawa, jadi biasanya setelah itu kadang ada 'sesuatu' juga,&quot; pungkas Delima.

&quot;Biasa aja sih sekarang, mungkin karena sudah terbiasa,&quot; tambahnya.

Menurut Delima yang sudah satu tahun menjadi sopir ambulans ini, ia bisa menolong warga yang kurang mampu untuk mendapatkan bantuan ambulans.

Awalnya dirinya terpaksa menjadi sopir ambulans karena pada waktu itu tidak ada yang berani membawa jenazah.

Namun, karena banyaknya warga yang kurang mampu membutuhkan ambulans, akhirnya ia mengabdikan dirinya menjadi sopir ambulans tersebut.

Selama menjadi relawan dan sopir ambulans dirinya tidak mendapatkan upah, pasien yang menggunakan ambulans tersebut juga tidak dipungut biaya.

Dirinya berharap, hasil pengabdiannya pada masyarakat tersebut menjadi ladang amal di kemudian hari.</description><content:encoded>BANTEN - Seorang sopir ambulans asal Malimping, Lebak, Banten sering merasakan adanya makhluk halus berada di dalam mobil yang ia bawa.

Tak jarang, mobil ambulans pun dipacu dalam kecepatan tinggi agar cepat sampai ke rumah sakit.

BACA JUGA:Viral Rombongan Ambulans Bentrok di Makkasar, MUI Ingatkan Adab-Adab Mengantar Jenazah

Ia adalah Delima Humaira, meski ia adalah seorang wanita dan memiliki keluarga, hal tersebut tidak menjadi halangan untuk mengabdikan dirinya ke masyarakat.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNi8yOS8xLzE0OTg2OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Ibu dua anak ini menjadi sopir ambulans dari sebuah Relawan Kemanusiaan bernama Respect Peduli yang ada di wilayah selatan Bayah, Lebak, Banten.

Hampir setiap hari ponselnya berdering, banyak warga meminta tolong dirinya untuk membawa pasien kritis hingga membawa jenazah.

BACA JUGA:Kesal Diminta Menepi, Pengendara ini Malah Lempari Ambulans Dengan Botol

Ia mengaku sering merasakan adanya makhluk halus yang mengikutinya saat mengantarkan pasien meninggal dan jenazah.

Karena sudah sering merasakan hal yang sama, selama satu tahun membawa ambulans, kini dirinya sudah tidak merasa takut lagi.
&quot;Karena memang ambulans ini bawa jenazah, kemudian saya ketemu yang kecelakaan di jalan dengan berdarah-darah itu juga kita bawa, jadi biasanya setelah itu kadang ada 'sesuatu' juga,&quot; pungkas Delima.

&quot;Biasa aja sih sekarang, mungkin karena sudah terbiasa,&quot; tambahnya.

Menurut Delima yang sudah satu tahun menjadi sopir ambulans ini, ia bisa menolong warga yang kurang mampu untuk mendapatkan bantuan ambulans.

Awalnya dirinya terpaksa menjadi sopir ambulans karena pada waktu itu tidak ada yang berani membawa jenazah.

Namun, karena banyaknya warga yang kurang mampu membutuhkan ambulans, akhirnya ia mengabdikan dirinya menjadi sopir ambulans tersebut.

Selama menjadi relawan dan sopir ambulans dirinya tidak mendapatkan upah, pasien yang menggunakan ambulans tersebut juga tidak dipungut biaya.

Dirinya berharap, hasil pengabdiannya pada masyarakat tersebut menjadi ladang amal di kemudian hari.</content:encoded></item></channel></rss>
