<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gara-Gara PMK, Pedagang Hewan Kurban di Bekasi Tak Jual Sapi</title><description>Seorang pedagang hewan kurban di Bekasi memilih tidak menjual sapi gara-gara wabah PMK.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/06/30/338/2621184/gara-gara-pmk-pedagang-hewan-kurban-di-bekasi-tak-jual-sapi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/06/30/338/2621184/gara-gara-pmk-pedagang-hewan-kurban-di-bekasi-tak-jual-sapi"/><item><title>Gara-Gara PMK, Pedagang Hewan Kurban di Bekasi Tak Jual Sapi</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/06/30/338/2621184/gara-gara-pmk-pedagang-hewan-kurban-di-bekasi-tak-jual-sapi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/06/30/338/2621184/gara-gara-pmk-pedagang-hewan-kurban-di-bekasi-tak-jual-sapi</guid><pubDate>Kamis 30 Juni 2022 16:05 WIB</pubDate><dc:creator>Jonathan Simanjuntak</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/06/30/338/2621184/gara-gara-pmk-pedagang-hewan-kurban-di-bekasi-tak-jual-sapi-YUHl3M4Xkk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Penjual hewan kurban di Bekasi, Udin. (MNC Portal/Jonathan Simanjuntak)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/06/30/338/2621184/gara-gara-pmk-pedagang-hewan-kurban-di-bekasi-tak-jual-sapi-YUHl3M4Xkk.jpg</image><title>Penjual hewan kurban di Bekasi, Udin. (MNC Portal/Jonathan Simanjuntak)</title></images><description>BEKASI - Seorang pedagang hewan kurban di Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi yakni Udin (37) memilih tidak menjual sapi pada Idul Adha 2022. Hal ini menyusul merebaknya penyakit mulut dan kuku (PMK) di wilayah Indonesia.

Udin mengaku menjual hewan kurban tiap tahunnya di lapak tersebut. Biasanya ia menjual kambing dan sapi.

&amp;ldquo;Tahun ini saja tidak jualan sapi. Sekarang kan lagi musim PMK, jadi saya tidak berani karena risiko gede (rugi),&amp;rdquo; kata Udin ketika ditemui di lapaknya, Kamis (30/6/2022).

Pasalnya, kerugian bisa ditaksir puluhan juta apabila sapi tersebut tidak terjual. Hal ini karena apabila salah satu sapi terdeteksi sakit, maka pengiriman seluruh sapi ditahan.

&amp;ldquo;Daripada kita ambil risiko yang gede, mending kita ambil yang ringan saja. Insya Allah tahun depan bisa penyakit PMK bisa hilang,&amp;rdquo; ucapnya.

Udin menyadari omzetnya menurun karena tidak menjual sapi. Pasalnya, tiap tahunnya Udin mengaku dapat menjual lebih dari 20 ekor sapi.

BACA JUGA:Ratusan Sapi Terkena PMK di Lombok Barat Sembuh, Wapres Apresiasi

&amp;ldquo;Kemarin ada sampai dua rit. Itu satu truck ada 9 ada 10. Ya bisa 20-an (sapi terjual),&amp;rdquo; katanya.


Tak hanya sapi, penyakit PMK juga membuat dia lebih sedikit menyetok kambing. Tahun ini ia memilih hanya menjual 56 kambing dibandingkan tahun lalu sebanyak sekira 90 ekor.


&amp;ldquo;Sengaja kita kurangin, ya alasannya yang penting kita jangan menghilangkan jejak pelanggan,&amp;rdquo; tuturnya.

</description><content:encoded>BEKASI - Seorang pedagang hewan kurban di Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi yakni Udin (37) memilih tidak menjual sapi pada Idul Adha 2022. Hal ini menyusul merebaknya penyakit mulut dan kuku (PMK) di wilayah Indonesia.

Udin mengaku menjual hewan kurban tiap tahunnya di lapak tersebut. Biasanya ia menjual kambing dan sapi.

&amp;ldquo;Tahun ini saja tidak jualan sapi. Sekarang kan lagi musim PMK, jadi saya tidak berani karena risiko gede (rugi),&amp;rdquo; kata Udin ketika ditemui di lapaknya, Kamis (30/6/2022).

Pasalnya, kerugian bisa ditaksir puluhan juta apabila sapi tersebut tidak terjual. Hal ini karena apabila salah satu sapi terdeteksi sakit, maka pengiriman seluruh sapi ditahan.

&amp;ldquo;Daripada kita ambil risiko yang gede, mending kita ambil yang ringan saja. Insya Allah tahun depan bisa penyakit PMK bisa hilang,&amp;rdquo; ucapnya.

Udin menyadari omzetnya menurun karena tidak menjual sapi. Pasalnya, tiap tahunnya Udin mengaku dapat menjual lebih dari 20 ekor sapi.

BACA JUGA:Ratusan Sapi Terkena PMK di Lombok Barat Sembuh, Wapres Apresiasi

&amp;ldquo;Kemarin ada sampai dua rit. Itu satu truck ada 9 ada 10. Ya bisa 20-an (sapi terjual),&amp;rdquo; katanya.


Tak hanya sapi, penyakit PMK juga membuat dia lebih sedikit menyetok kambing. Tahun ini ia memilih hanya menjual 56 kambing dibandingkan tahun lalu sebanyak sekira 90 ekor.


&amp;ldquo;Sengaja kita kurangin, ya alasannya yang penting kita jangan menghilangkan jejak pelanggan,&amp;rdquo; tuturnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
