<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Subsidi BBM Dinikmati 60% Orang Kaya, Pertamina Upayakan Mekanisme Pendaftaran</title><description>60% masyarakat mampu atau yang masuk dalam golongan kaya ini mengonsumsi hampir 80% dari total konsumsi BBM bersubsidi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/07/01/1/2621570/subsidi-bbm-dinikmati-60-orang-kaya-pertamina-upayakan-mekanisme-pendaftaran</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/07/01/1/2621570/subsidi-bbm-dinikmati-60-orang-kaya-pertamina-upayakan-mekanisme-pendaftaran"/><item><title>Subsidi BBM Dinikmati 60% Orang Kaya, Pertamina Upayakan Mekanisme Pendaftaran</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/07/01/1/2621570/subsidi-bbm-dinikmati-60-orang-kaya-pertamina-upayakan-mekanisme-pendaftaran</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/07/01/1/2621570/subsidi-bbm-dinikmati-60-orang-kaya-pertamina-upayakan-mekanisme-pendaftaran</guid><pubDate>Jum'at 01 Juli 2022 09:23 WIB</pubDate><dc:creator>Agustina Wulandari </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/07/01/1/2621570/subsidi-bbm-dinikmati-60-orang-kaya-pertamina-upayakan-mekanisme-pendaftaran-VjcfrqX4M5.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Pertamina upayakan mekanisme pendaftaran subsidi BBM lewat MyPertamina. (Foto: Dok. Pertamina)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/07/01/1/2621570/subsidi-bbm-dinikmati-60-orang-kaya-pertamina-upayakan-mekanisme-pendaftaran-VjcfrqX4M5.jpeg</image><title>Pertamina upayakan mekanisme pendaftaran subsidi BBM lewat MyPertamina. (Foto: Dok. Pertamina)</title></images><description>JAKARTA - Subsidi pada dasarnya ditujukan bagi masyarakat menengah ke bawah untuk meringankan beban hidup mereka. Tapi faktanya berbeda dengan subsidi BBM.
Pertamina mengungkap 60 persen masyarakat yang menggunakan BBM subsidi adalah termasuk kalangan kaya.
&quot;60% masyarakat mampu atau yang masuk dalam golongan kaya ini mengonsumsi hampir 80% dari total konsumsi BBM bersubsidi. Sedangkan 40% masyarakat rentan dan miskin hanya mengonsumsi 20% dari total subsidi energi tersebut,&quot; kata Irto Ginting selaku Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga saat Press Conference di Graha Pertamina Jakarta, Kamis (30/6/2022).
Penggunaan subsidi tidak tepat sasaran ini mendorong Pertamina Patra Niaga sebagai Subholding Commercial and Trading Pertamina mengupayakan mekanisme yang dapat memastikan subsidi tetap sasaran.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Subsidi BBM dan LPG, Wujud Nyata Kehadiran Negara Hingga Menyentuh Pelosok Negeri

Menurut Irto, subsidi yang tepat sasaran ini penting, mengingat Pemerintah telah mengalokasikan dana hingga Rp520 triliun untuk subsidi energi pada 2022.
Upaya menciptakan mekanisme penyaluran BBM Subsidi tersebut juga merupakan pelaksanaan dari Peraturan Presiden No. 191 Tahun 2014 serta Surat Keputusan (SK) Kepala BPH Migas No 04/P3JBT/BPH Migas/KOM/2020.
Menurutnya, regulasi yang ada secara jelas menetapkan segmentasi pengguna, kuota dan lain-lain mengenai penyaluran BBM Subsidi, namun di lapangan masih tidak tepat sasaran.
&quot;Oleh karena itu, Pertamina Patra Niaga sebagai pelaksana penugasan berinisiatif mengembangkan mekanisme baru untuk memastikan penyaluran di lapangan tepat sasaran,&quot; ucap Irto.
Mekanisme baru tersebut, lanjut Irto, sedang diujicoba dan dimulai dengan pendaftaran di website MyPertamina.
&quot;Pendaftaran ini dimaksudkan untuk pencocokan data berbasis sistem atau digital,&quot; ujarnya.
Untuk itu, kata Irto, Pertamina mulai 1 Juli 2022 akan membuka pendaftaran melalui website subsiditepat.mypertamina.id.
Irto melanjutkan, pada masa pendaftaran ini, masyarakat masih bisa membeli Pertalite dan Solar Subsidi, namun masyarakat diharapkan segera mendaftarkan kendaraan roda empat  dan identitasnya untuk mendapat QR Code.
&quot;Tujuan pendataan ini tidak lain untuk melindungi masyarakat rentan dan memastikan subsidi energi tepat sasaran,&quot; tuturnya.
CM</description><content:encoded>JAKARTA - Subsidi pada dasarnya ditujukan bagi masyarakat menengah ke bawah untuk meringankan beban hidup mereka. Tapi faktanya berbeda dengan subsidi BBM.
Pertamina mengungkap 60 persen masyarakat yang menggunakan BBM subsidi adalah termasuk kalangan kaya.
&quot;60% masyarakat mampu atau yang masuk dalam golongan kaya ini mengonsumsi hampir 80% dari total konsumsi BBM bersubsidi. Sedangkan 40% masyarakat rentan dan miskin hanya mengonsumsi 20% dari total subsidi energi tersebut,&quot; kata Irto Ginting selaku Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga saat Press Conference di Graha Pertamina Jakarta, Kamis (30/6/2022).
Penggunaan subsidi tidak tepat sasaran ini mendorong Pertamina Patra Niaga sebagai Subholding Commercial and Trading Pertamina mengupayakan mekanisme yang dapat memastikan subsidi tetap sasaran.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Subsidi BBM dan LPG, Wujud Nyata Kehadiran Negara Hingga Menyentuh Pelosok Negeri

Menurut Irto, subsidi yang tepat sasaran ini penting, mengingat Pemerintah telah mengalokasikan dana hingga Rp520 triliun untuk subsidi energi pada 2022.
Upaya menciptakan mekanisme penyaluran BBM Subsidi tersebut juga merupakan pelaksanaan dari Peraturan Presiden No. 191 Tahun 2014 serta Surat Keputusan (SK) Kepala BPH Migas No 04/P3JBT/BPH Migas/KOM/2020.
Menurutnya, regulasi yang ada secara jelas menetapkan segmentasi pengguna, kuota dan lain-lain mengenai penyaluran BBM Subsidi, namun di lapangan masih tidak tepat sasaran.
&quot;Oleh karena itu, Pertamina Patra Niaga sebagai pelaksana penugasan berinisiatif mengembangkan mekanisme baru untuk memastikan penyaluran di lapangan tepat sasaran,&quot; ucap Irto.
Mekanisme baru tersebut, lanjut Irto, sedang diujicoba dan dimulai dengan pendaftaran di website MyPertamina.
&quot;Pendaftaran ini dimaksudkan untuk pencocokan data berbasis sistem atau digital,&quot; ujarnya.
Untuk itu, kata Irto, Pertamina mulai 1 Juli 2022 akan membuka pendaftaran melalui website subsiditepat.mypertamina.id.
Irto melanjutkan, pada masa pendaftaran ini, masyarakat masih bisa membeli Pertalite dan Solar Subsidi, namun masyarakat diharapkan segera mendaftarkan kendaraan roda empat  dan identitasnya untuk mendapat QR Code.
&quot;Tujuan pendataan ini tidak lain untuk melindungi masyarakat rentan dan memastikan subsidi energi tepat sasaran,&quot; tuturnya.
CM</content:encoded></item></channel></rss>
