<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hancur Lebur Digempur Rusia, Biaya Pembangunan Kembali Ukraina Diperkirakan Capai Rp11,2 Kuadriliun</title><description>Shmyhal mengatakan bahwa dana pembangunan bisa diambil dari aset-aset Rusia yang disita Barat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/07/05/18/2624045/hancur-lebur-digempur-rusia-biaya-pembangunan-kembali-ukraina-diperkirakan-capai-rp11-2-kuadriliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/07/05/18/2624045/hancur-lebur-digempur-rusia-biaya-pembangunan-kembali-ukraina-diperkirakan-capai-rp11-2-kuadriliun"/><item><title>Hancur Lebur Digempur Rusia, Biaya Pembangunan Kembali Ukraina Diperkirakan Capai Rp11,2 Kuadriliun</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/07/05/18/2624045/hancur-lebur-digempur-rusia-biaya-pembangunan-kembali-ukraina-diperkirakan-capai-rp11-2-kuadriliun</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/07/05/18/2624045/hancur-lebur-digempur-rusia-biaya-pembangunan-kembali-ukraina-diperkirakan-capai-rp11-2-kuadriliun</guid><pubDate>Selasa 05 Juli 2022 16:22 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/07/05/18/2624045/hancur-lebur-digempur-rusia-biaya-pembangunan-kembali-ukraina-diperkirakan-capai-rp11-2-kuadriliun-trX0VgpY4d.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bangunan yang hancur akibat serangan artileri di Lysychank, wilayah Luhansk, Ukraina, 17 Juni 2022. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/07/05/18/2624045/hancur-lebur-digempur-rusia-biaya-pembangunan-kembali-ukraina-diperkirakan-capai-rp11-2-kuadriliun-trX0VgpY4d.jpg</image><title>Bangunan yang hancur akibat serangan artileri di Lysychank, wilayah Luhansk, Ukraina, 17 Juni 2022. (Foto: Reuters)</title></images><description>LUGANO - Pada pembukaan Konferensi Pemulihan Ukraina di Swiss pada Senin (4/7/2022), Perdana Menteri Ukraina Deny Shmyhal mengatakan bahwa diperlukan biaya sekitar USD750 miliar (sekira Rp11,2 kuadriliun) untuk membangun kembali negaranya yang hancur akibat perang, sebuah tugas yang disebut Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sebagai tugas bersama negara-negara demokrasi.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Eks Presiden Rusia: 2 Tahun Lagi Ukraina Mungkin Hilang dari Peta Dunia
&amp;ldquo;Kami percaya, sumber utama pemulihan seharusnya berasal dari aset-aset yang disita dari Rusia dan oligarki Rusia,&amp;rdquo; ungkapnya sebagaimana dilansir dari VOA Indonesia.
&amp;ldquo;Pihak berwenang Rusia melancarkan perang berdarah ini. Mereka menyebabkan kehancuran besar-besaran ini dan mereka lah yang harus bertanggung jawab,&amp;rdquo; tambahnya.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Zelensky Tetapkan Batas Waktu untuk Akhiri Perang Rusia-Ukraina
Melalui sebuah pesan video, Zelensky menekankan bahwa &amp;ldquo;rekonstruksi Ukraina bukanlah tugas lokal satu negara.&amp;rdquo;
&amp;ldquo;Ini adalah tugas bersama seluruh dunia demokrasi,&amp;rdquo; tegasnya, bersikeras bahwa &amp;ldquo;rekonstruksi Ukraina merupakan kontribusi terbesar untuk mendukung perdamaian dunia.&amp;rdquo;Konferensi selama dua hari dengan pengamanan ketat di Kota Lugano, Swiss, itu telah direncanakan sejak sebelum invasi Rusia dan pada mulanya dijadwalkan untuk mendiskusikan reformasi di Ukraina sebelum kemudian dialihkan untuk fokus membahas upaya rekonstruksi.
Meski demikian, aliran bantuan dana bernilai miliaran dolar bagi Ukraina menjadi tantangan baru seiring masih adanya kekhawatiran tentang korupsi yang meluas di negara itu, sehingga reformasi besar-besaran tetap menjadi fokus penting dan menjadi prasyarat dalam rencana pemulihan Ukraina.
</description><content:encoded>LUGANO - Pada pembukaan Konferensi Pemulihan Ukraina di Swiss pada Senin (4/7/2022), Perdana Menteri Ukraina Deny Shmyhal mengatakan bahwa diperlukan biaya sekitar USD750 miliar (sekira Rp11,2 kuadriliun) untuk membangun kembali negaranya yang hancur akibat perang, sebuah tugas yang disebut Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sebagai tugas bersama negara-negara demokrasi.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Eks Presiden Rusia: 2 Tahun Lagi Ukraina Mungkin Hilang dari Peta Dunia
&amp;ldquo;Kami percaya, sumber utama pemulihan seharusnya berasal dari aset-aset yang disita dari Rusia dan oligarki Rusia,&amp;rdquo; ungkapnya sebagaimana dilansir dari VOA Indonesia.
&amp;ldquo;Pihak berwenang Rusia melancarkan perang berdarah ini. Mereka menyebabkan kehancuran besar-besaran ini dan mereka lah yang harus bertanggung jawab,&amp;rdquo; tambahnya.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Zelensky Tetapkan Batas Waktu untuk Akhiri Perang Rusia-Ukraina
Melalui sebuah pesan video, Zelensky menekankan bahwa &amp;ldquo;rekonstruksi Ukraina bukanlah tugas lokal satu negara.&amp;rdquo;
&amp;ldquo;Ini adalah tugas bersama seluruh dunia demokrasi,&amp;rdquo; tegasnya, bersikeras bahwa &amp;ldquo;rekonstruksi Ukraina merupakan kontribusi terbesar untuk mendukung perdamaian dunia.&amp;rdquo;Konferensi selama dua hari dengan pengamanan ketat di Kota Lugano, Swiss, itu telah direncanakan sejak sebelum invasi Rusia dan pada mulanya dijadwalkan untuk mendiskusikan reformasi di Ukraina sebelum kemudian dialihkan untuk fokus membahas upaya rekonstruksi.
Meski demikian, aliran bantuan dana bernilai miliaran dolar bagi Ukraina menjadi tantangan baru seiring masih adanya kekhawatiran tentang korupsi yang meluas di negara itu, sehingga reformasi besar-besaran tetap menjadi fokus penting dan menjadi prasyarat dalam rencana pemulihan Ukraina.
</content:encoded></item></channel></rss>
