<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>4 Kasus Pelecehan Seksual, dari di Pasar hingga KRL</title><description>Empat kasus pelecehan seksual yang terjadi mulai dari di pasar hingga KRL.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/07/06/337/2624097/4-kasus-pelecehan-seksual-dari-di-pasar-hingga-krl</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/07/06/337/2624097/4-kasus-pelecehan-seksual-dari-di-pasar-hingga-krl"/><item><title>4 Kasus Pelecehan Seksual, dari di Pasar hingga KRL</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/07/06/337/2624097/4-kasus-pelecehan-seksual-dari-di-pasar-hingga-krl</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/07/06/337/2624097/4-kasus-pelecehan-seksual-dari-di-pasar-hingga-krl</guid><pubDate>Rabu 06 Juli 2022 05:07 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Litbang MPI</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/07/05/337/2624097/4-kasus-pelecehan-seksual-dari-di-pasar-hingga-krl-iEe1t8LcWZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Daftar kasus pelecehan seksual, mulai dari di pasar hingga KRL. (Ilustrasi/Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/07/05/337/2624097/4-kasus-pelecehan-seksual-dari-di-pasar-hingga-krl-iEe1t8LcWZ.jpg</image><title>Daftar kasus pelecehan seksual, mulai dari di pasar hingga KRL. (Ilustrasi/Freepik)</title></images><description>PELECEHAN seksual di tempat umum dapat terjadi pada siapa saja, terutama perempuan. Berdasarkan survei yang dilakukan koalisi sejumlah LSM pada akhir 2018, mayoritas korban pelecehan seksual di tempat umum atau di keramaian memakai celana dan rok panjang, memakai hijab, dan baju lengan panjang. Pelecehan seksual di tempat umum juga kebanyakan terjadi pada siang hari.

Oleh karena itu, pernyataan mengenai korban pelecehan seksual di ruang publik merupakan pemicu aksi pelecehan tersebut, lantaran korban mengenakan baju yang terbuka, dapat dipatahkan hasil survei tersebut. Pendiri organisasi perEMPUan, Rika Rosvianti, menyatakan survei itu membuktikan pelecehan seksual terjadi murni karena niat pelaku.

Survei yang dilakukan pada 46.349 responden itu juga memberikan hasil mengenai lokasi yang banyak terjadi pelecehan seksual, yaitu di jalanan umum, transportasi umum dan halte, serta sekolah atau kampus. Dirangkum dari berbagai sumber, berikut ini beberapa kasus pelecehan seksual di tempat umum atau keramaian.


Kasus Pelecehan di Jalanan Umum
Salah satu artis yang sudah membintangi sejumlah film di Indonesia, Hannah Al-Rashid, mengaku pernah mendapatkan pelecehan seksual di jalanan umum. Pada 2014, ketika dalam perjalanan ke tempat kos dengan berjalan kaki, Hannah mendapatkan pelecehan dari dua orang laki-laki yang naik motor. Mereka meraba Hannah yang sedang berjalan kemudian langsung pergi. Hannah mengaku syok dan marah, namun tidak dapat melakukan apa pun.

Di kesempatan lain, ia kembali mengalami kejadian yang sama. Namun kali ini ia memberi perlawanan dengan lari mengejar pelaku, meski pelaku dapat kabur. Ketika itu Hannah juga melihat ada petugas pos jaga dan melaporkan hal tersebut. Tetapi petugas itu hanya merespons dengan berkata &amp;ldquo;Oh, biasa&amp;rdquo;. Hal ini membuat Hannah semakin marah. Sejak saat itu, Hannah tergerak untuk menyuarakan isu mengenai pelecehan terhadap perempuan.


Kasus Pelecehan di Pasar

Salah satu jurnalis TV perempuan berinisial FK mengalami pelecehan seksual saat berada di pasar kaget. Peristiwa ini terjadi pada 2021, ketika FK sedang belanja sayuran di pasar kaget yang berada di kawasan Rawajati, Jakarta Selatan. Saat itu, seorang pengamen melakukan pelecehan seksual dengan mencolek bokongnya.

Sebelum insidden itu, FK didatangi dua pengamen. Karena tidak bisa memberikan uang, FK mengucapkan kata maaf kepada pengamen tersebut. Tiba-tiba saja, salah satu pengamen mencolek tubuh bagian belakang FK dengan menggunakan alat musik dan kantong uang terbuat dari bungkus permen. FK kemudian membuat laporan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Jakarta Selatan.


Kasus Pelecehan di KRL

Kasus pelecehan di KRL viral pada Juni 2021. Pada saat itu seorang penumpang perempuan sedang berada di KRL tujuan Cikarang. Kondisi KRL sedang penuh, sehingga penumpang harus berdesakan satu sama lain. Perempuan tersebut berdiri di samping pelaku dengan arah yang berlawanan.

Kemudian, ketika pelaku membalikan badannya, korban langsung merasakan hal aneh saat tas pelaku menempel di badannya. Pelaku mengeluarkan alat kelaminnya dan korban pun langsung menendang pelaku. Usai kejadian, petugas KRL langsung mengamankan pelaku di pos keamanan. Namun, pelaku tidak mengakui perbuatannya sehingga petugas tidak dapat memproses kejadian tersebut karena tidak ada bukti yang kuat dari korban.


Kasus Pelecehan di Tempat Olahraga

Pada acara diskusi bertajuk &amp;ldquo;Stand Strong Against Sexual Harassment&amp;rdquo; yang dilaksanakan pada 25 Maret 2022, Tamara Lois dari Sanggar Swara menceritakan pengalamannya saat mendapat pelecehan seksual di ruang publik. Pada saat itu, Lois dan komunitasnya melakukan olahraga di lapangan. Beberapa minggu berjalan, kegiatan olahraga tersebut dapat berlangsung lancar tanpa ada gangguan.

Akan tetapi, setelah itu, pelecehan seksual mulai dialami oleh komunitas tersebut. Saat berolahraga di lapangan itu, mereka mendapat pelecehan, baik itu dalam bentuk cat calling, siulan, hingga menyentuh badan. (Diolah dari Berbagai Sumber/Litbang MPI/Septi Kurnia)


</description><content:encoded>PELECEHAN seksual di tempat umum dapat terjadi pada siapa saja, terutama perempuan. Berdasarkan survei yang dilakukan koalisi sejumlah LSM pada akhir 2018, mayoritas korban pelecehan seksual di tempat umum atau di keramaian memakai celana dan rok panjang, memakai hijab, dan baju lengan panjang. Pelecehan seksual di tempat umum juga kebanyakan terjadi pada siang hari.

Oleh karena itu, pernyataan mengenai korban pelecehan seksual di ruang publik merupakan pemicu aksi pelecehan tersebut, lantaran korban mengenakan baju yang terbuka, dapat dipatahkan hasil survei tersebut. Pendiri organisasi perEMPUan, Rika Rosvianti, menyatakan survei itu membuktikan pelecehan seksual terjadi murni karena niat pelaku.

Survei yang dilakukan pada 46.349 responden itu juga memberikan hasil mengenai lokasi yang banyak terjadi pelecehan seksual, yaitu di jalanan umum, transportasi umum dan halte, serta sekolah atau kampus. Dirangkum dari berbagai sumber, berikut ini beberapa kasus pelecehan seksual di tempat umum atau keramaian.


Kasus Pelecehan di Jalanan Umum
Salah satu artis yang sudah membintangi sejumlah film di Indonesia, Hannah Al-Rashid, mengaku pernah mendapatkan pelecehan seksual di jalanan umum. Pada 2014, ketika dalam perjalanan ke tempat kos dengan berjalan kaki, Hannah mendapatkan pelecehan dari dua orang laki-laki yang naik motor. Mereka meraba Hannah yang sedang berjalan kemudian langsung pergi. Hannah mengaku syok dan marah, namun tidak dapat melakukan apa pun.

Di kesempatan lain, ia kembali mengalami kejadian yang sama. Namun kali ini ia memberi perlawanan dengan lari mengejar pelaku, meski pelaku dapat kabur. Ketika itu Hannah juga melihat ada petugas pos jaga dan melaporkan hal tersebut. Tetapi petugas itu hanya merespons dengan berkata &amp;ldquo;Oh, biasa&amp;rdquo;. Hal ini membuat Hannah semakin marah. Sejak saat itu, Hannah tergerak untuk menyuarakan isu mengenai pelecehan terhadap perempuan.


Kasus Pelecehan di Pasar

Salah satu jurnalis TV perempuan berinisial FK mengalami pelecehan seksual saat berada di pasar kaget. Peristiwa ini terjadi pada 2021, ketika FK sedang belanja sayuran di pasar kaget yang berada di kawasan Rawajati, Jakarta Selatan. Saat itu, seorang pengamen melakukan pelecehan seksual dengan mencolek bokongnya.

Sebelum insidden itu, FK didatangi dua pengamen. Karena tidak bisa memberikan uang, FK mengucapkan kata maaf kepada pengamen tersebut. Tiba-tiba saja, salah satu pengamen mencolek tubuh bagian belakang FK dengan menggunakan alat musik dan kantong uang terbuat dari bungkus permen. FK kemudian membuat laporan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Jakarta Selatan.


Kasus Pelecehan di KRL

Kasus pelecehan di KRL viral pada Juni 2021. Pada saat itu seorang penumpang perempuan sedang berada di KRL tujuan Cikarang. Kondisi KRL sedang penuh, sehingga penumpang harus berdesakan satu sama lain. Perempuan tersebut berdiri di samping pelaku dengan arah yang berlawanan.

Kemudian, ketika pelaku membalikan badannya, korban langsung merasakan hal aneh saat tas pelaku menempel di badannya. Pelaku mengeluarkan alat kelaminnya dan korban pun langsung menendang pelaku. Usai kejadian, petugas KRL langsung mengamankan pelaku di pos keamanan. Namun, pelaku tidak mengakui perbuatannya sehingga petugas tidak dapat memproses kejadian tersebut karena tidak ada bukti yang kuat dari korban.


Kasus Pelecehan di Tempat Olahraga

Pada acara diskusi bertajuk &amp;ldquo;Stand Strong Against Sexual Harassment&amp;rdquo; yang dilaksanakan pada 25 Maret 2022, Tamara Lois dari Sanggar Swara menceritakan pengalamannya saat mendapat pelecehan seksual di ruang publik. Pada saat itu, Lois dan komunitasnya melakukan olahraga di lapangan. Beberapa minggu berjalan, kegiatan olahraga tersebut dapat berlangsung lancar tanpa ada gangguan.

Akan tetapi, setelah itu, pelecehan seksual mulai dialami oleh komunitas tersebut. Saat berolahraga di lapangan itu, mereka mendapat pelecehan, baik itu dalam bentuk cat calling, siulan, hingga menyentuh badan. (Diolah dari Berbagai Sumber/Litbang MPI/Septi Kurnia)


</content:encoded></item></channel></rss>
