<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tabung Gas CO2 Bocor hingga Tutupi Jalan Cimone, Peneliti BRIN: Asapnya Bisa Berbahaya</title><description>Dari peristiwa tersebut, beberapa bagian Jalan Gatot Subroto dipenuhi asap putih yang tampak begitu pekat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/07/06/338/2624765/tabung-gas-co2-bocor-hingga-tutupi-jalan-cimone-peneliti-brin-asapnya-bisa-berbahaya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/07/06/338/2624765/tabung-gas-co2-bocor-hingga-tutupi-jalan-cimone-peneliti-brin-asapnya-bisa-berbahaya"/><item><title>Tabung Gas CO2 Bocor hingga Tutupi Jalan Cimone, Peneliti BRIN: Asapnya Bisa Berbahaya</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/07/06/338/2624765/tabung-gas-co2-bocor-hingga-tutupi-jalan-cimone-peneliti-brin-asapnya-bisa-berbahaya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/07/06/338/2624765/tabung-gas-co2-bocor-hingga-tutupi-jalan-cimone-peneliti-brin-asapnya-bisa-berbahaya</guid><pubDate>Rabu 06 Juli 2022 16:32 WIB</pubDate><dc:creator>Nandha Aprilia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/07/06/338/2624765/tabung-gas-co2-bocor-hingga-tutupi-jalan-cimone-peneliti-brin-asapnya-bisa-berbahaya-03nYIXC7Rl.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jalan di Cimone, Tangerang tertutup asap tebal (Foto: Tangkapan layar/Nandha Aprilia)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/07/06/338/2624765/tabung-gas-co2-bocor-hingga-tutupi-jalan-cimone-peneliti-brin-asapnya-bisa-berbahaya-03nYIXC7Rl.jpg</image><title>Jalan di Cimone, Tangerang tertutup asap tebal (Foto: Tangkapan layar/Nandha Aprilia)</title></images><description>TANGERANG - Peneliti pusat riset metalurgi Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), Yudi Nugraha Thaha menanggapi bocornya tabung gas karbon dioksida (CO2) di Jalan Gatot Subroto, Cimone, Kota Tangerang pada Rabu (6/7/2022) pagi.

Dari peristiwa tersebut, beberapa bagian Jalan Gatot Subroto dipenuhi asap putih yang tampak begitu pekat.

Dari hal tersebut, Yudi menjelaskan, asap tebal bisa berbahaya karena bisa memberikan dampak untuk tubuh.
BACA JUGA:Jalan Cimone Tangerang Tertutup Asap Tebal, Ini Penyebabnya&amp;nbsp;
Dijelaskannya hal ini terjadi karena pada asap yang tebal tersebut mengandung tinggi part per million (PPM) atau satuan nirdimensi pecahan yang sangat kecil dirasa begitu tinggi.

&amp;ldquo;Kalau makin tebal makin tinggi PPM-nya,&amp;rdquo; ujarnya saat dihubungi, Rabu (6/7/2022).

Yudi menuturkan, CO2 bisa dikatakan berbahaya jika PPM sudah di atas 40.000. Selain itu, yang menjadi penilaian lainnya yakni terkait berapa lama eksposenya asap tersebut.

&amp;ldquo;Kalau (gas yang bocor itu) di atas 40.000 PPM, lumayan ngefek ke tubuh, kalau di bawah itu sih tergantung dosisnya. Maksudnya misalkan terlalu lama hirup CO2 (bisa efek),&amp;rdquo; jelasnya.
BACA JUGA:Viral! Bagai Negeri di Atas Awan, Jalan Cimone Tangerang Tertutup Asap Tebal

Dijelaskannya, jika asap dari gas yang bocor tersebut mengandung PPM yang tinggi, beberapa hal yang dapat dirasakan pada tubuh yakni tekanan darah naik, tekanan jantungnya naik, sakit kepala dan gangguan pernapasan.

&amp;ldquo;Kalau gas CO2 alami kebocoran, APAR CO2-nya itu jelas tinggi. Sebagai perbandingan, di 'Dry Es' udara terbuka sekitar 11.000-13.000 PPM, kalau ruangan tertutup 20.000-30.000 PPM,&amp;rdquo; tandasnya.

Diketahui, perusahaan yang alami kebocoran gas tersebut merupakan distributor alat pemadam api ringan (APAR).

Di salah satu titik Jalan Gatot Subroto pun sempat alami kemacetan panjang selama 10 menit, lantaran asap tebal yang menutup jalan.
</description><content:encoded>TANGERANG - Peneliti pusat riset metalurgi Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), Yudi Nugraha Thaha menanggapi bocornya tabung gas karbon dioksida (CO2) di Jalan Gatot Subroto, Cimone, Kota Tangerang pada Rabu (6/7/2022) pagi.

Dari peristiwa tersebut, beberapa bagian Jalan Gatot Subroto dipenuhi asap putih yang tampak begitu pekat.

Dari hal tersebut, Yudi menjelaskan, asap tebal bisa berbahaya karena bisa memberikan dampak untuk tubuh.
BACA JUGA:Jalan Cimone Tangerang Tertutup Asap Tebal, Ini Penyebabnya&amp;nbsp;
Dijelaskannya hal ini terjadi karena pada asap yang tebal tersebut mengandung tinggi part per million (PPM) atau satuan nirdimensi pecahan yang sangat kecil dirasa begitu tinggi.

&amp;ldquo;Kalau makin tebal makin tinggi PPM-nya,&amp;rdquo; ujarnya saat dihubungi, Rabu (6/7/2022).

Yudi menuturkan, CO2 bisa dikatakan berbahaya jika PPM sudah di atas 40.000. Selain itu, yang menjadi penilaian lainnya yakni terkait berapa lama eksposenya asap tersebut.

&amp;ldquo;Kalau (gas yang bocor itu) di atas 40.000 PPM, lumayan ngefek ke tubuh, kalau di bawah itu sih tergantung dosisnya. Maksudnya misalkan terlalu lama hirup CO2 (bisa efek),&amp;rdquo; jelasnya.
BACA JUGA:Viral! Bagai Negeri di Atas Awan, Jalan Cimone Tangerang Tertutup Asap Tebal

Dijelaskannya, jika asap dari gas yang bocor tersebut mengandung PPM yang tinggi, beberapa hal yang dapat dirasakan pada tubuh yakni tekanan darah naik, tekanan jantungnya naik, sakit kepala dan gangguan pernapasan.

&amp;ldquo;Kalau gas CO2 alami kebocoran, APAR CO2-nya itu jelas tinggi. Sebagai perbandingan, di 'Dry Es' udara terbuka sekitar 11.000-13.000 PPM, kalau ruangan tertutup 20.000-30.000 PPM,&amp;rdquo; tandasnya.

Diketahui, perusahaan yang alami kebocoran gas tersebut merupakan distributor alat pemadam api ringan (APAR).

Di salah satu titik Jalan Gatot Subroto pun sempat alami kemacetan panjang selama 10 menit, lantaran asap tebal yang menutup jalan.
</content:encoded></item></channel></rss>
