<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>1.308 Ekor Hewan Ternak di Jambi Terpapar PMK, Tersebar di 9 Kabupaten/Kota</title><description>Sebanyak 1.308 hewan ternak di Jambi terpapar PMK, tersebar di 9 kabupaten/kota.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/07/06/340/2624380/1-308-ekor-hewan-ternak-di-jambi-terpapar-pmk-tersebar-di-9-kabupaten-kota</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/07/06/340/2624380/1-308-ekor-hewan-ternak-di-jambi-terpapar-pmk-tersebar-di-9-kabupaten-kota"/><item><title>1.308 Ekor Hewan Ternak di Jambi Terpapar PMK, Tersebar di 9 Kabupaten/Kota</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/07/06/340/2624380/1-308-ekor-hewan-ternak-di-jambi-terpapar-pmk-tersebar-di-9-kabupaten-kota</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/07/06/340/2624380/1-308-ekor-hewan-ternak-di-jambi-terpapar-pmk-tersebar-di-9-kabupaten-kota</guid><pubDate>Rabu 06 Juli 2022 09:01 WIB</pubDate><dc:creator>Azhari Sultan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/07/06/340/2624380/1-308-ekor-hewan-ternak-di-jambi-terpapar-pmk-tersebar-di-9-kabupaten-kota-LmNouF0b4y.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sebanyak 1.308 hewan ternak di Jambi terpapar PMK. (Ilustrasi/MNC Portal) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/07/06/340/2624380/1-308-ekor-hewan-ternak-di-jambi-terpapar-pmk-tersebar-di-9-kabupaten-kota-LmNouF0b4y.jpg</image><title>Sebanyak 1.308 hewan ternak di Jambi terpapar PMK. (Ilustrasi/MNC Portal) </title></images><description>JAMBI - Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Jambi, Akmad Maushul menjelaskan, sejak 20 Mei 2022 hingga saat ini, penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak sudah tersebar di 9 kabupaten/kota.

Menurutnya, ada ribuan hewan ternak di wilayah tersebut tersebar di 37 kecamatan dan 83 desa.

&quot;Hingga saat ini yang terpapar sebanyak 1.308 ekor yang terdiri atas 1.240 ekor sapi, 51 ekor kerbau dan kambing 17 ekor,&quot; ucapnya, Rabu (6/7/2022).

Namun begitu, katanya, dari yang terpapar tersebut sudah ada juga yang sembuh. &quot;Dari laporan yang sembuh sebanyak 732 ekor atau 56 persen,&quot; ujarnya.

Untuk mengantisipasi terjadinya hal yang tidak diinginkan, pihaknya sudah melakukan vaksinasi.

&quot;Vaksinasi ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menangani penyebaran PMK di Provinsi Jambi, sehingga PMK tidak menyebar ke daerah lainnya yang dapat menyebabkan kerugian bagi para peternak,&quot; kata Maushul.

Sementara itu, Gubernur Jambi Al Haris mengharapkan, pelaksanaan vaksinasi oleh Satuan Tugas (Satgas) dapat mengatasi PMK pada hewan berkuku genap/belah sehingga tidak menyebar ke daerah lainnya.

BACA JUGA:Tekan Penyebaran PMK, Ternak di Bandung Barat Diberikan Vaksin Booster

Menurutnya, PMK merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus yang bersifat akut dan sangat menular pada hewan berkuku genap/belah yang ditandai dengan adanya pembentukan vesikel/lepuh dan erosi di mulut, lidah, gusi, nostril, puting, dan di kulit sekitar kuku.


&amp;ldquo;Walau tidak menular kepada manusia, PMK mengakibatkan dampak kerugian bagi perekonomian masyarakat, baik secara langsung maupun tidak langsung,&quot; ujar Al Haris.

Gubernur juga mengharapkan setiap pihak terkait terus bekerja sama, kerja keras, kerja cerdas, kerja cepat, dan kerja tepat sehingga target selesai pelaksanaan vaksinasi PMK pada tanggal 7 Juli 2022 dapat terealisasi secara optimal.

&amp;ldquo;Semoga vaksinasi ini dapat mengurangi kerugian ekonomi peternak, peternak dapat lebih tenang dalam mempersiapkan penyediaan hewan kurban untuk Hari Raya Raya Idul Adha dengan baik,&quot; tutur Al Haris.
</description><content:encoded>JAMBI - Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Jambi, Akmad Maushul menjelaskan, sejak 20 Mei 2022 hingga saat ini, penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak sudah tersebar di 9 kabupaten/kota.

Menurutnya, ada ribuan hewan ternak di wilayah tersebut tersebar di 37 kecamatan dan 83 desa.

&quot;Hingga saat ini yang terpapar sebanyak 1.308 ekor yang terdiri atas 1.240 ekor sapi, 51 ekor kerbau dan kambing 17 ekor,&quot; ucapnya, Rabu (6/7/2022).

Namun begitu, katanya, dari yang terpapar tersebut sudah ada juga yang sembuh. &quot;Dari laporan yang sembuh sebanyak 732 ekor atau 56 persen,&quot; ujarnya.

Untuk mengantisipasi terjadinya hal yang tidak diinginkan, pihaknya sudah melakukan vaksinasi.

&quot;Vaksinasi ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menangani penyebaran PMK di Provinsi Jambi, sehingga PMK tidak menyebar ke daerah lainnya yang dapat menyebabkan kerugian bagi para peternak,&quot; kata Maushul.

Sementara itu, Gubernur Jambi Al Haris mengharapkan, pelaksanaan vaksinasi oleh Satuan Tugas (Satgas) dapat mengatasi PMK pada hewan berkuku genap/belah sehingga tidak menyebar ke daerah lainnya.

BACA JUGA:Tekan Penyebaran PMK, Ternak di Bandung Barat Diberikan Vaksin Booster

Menurutnya, PMK merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus yang bersifat akut dan sangat menular pada hewan berkuku genap/belah yang ditandai dengan adanya pembentukan vesikel/lepuh dan erosi di mulut, lidah, gusi, nostril, puting, dan di kulit sekitar kuku.


&amp;ldquo;Walau tidak menular kepada manusia, PMK mengakibatkan dampak kerugian bagi perekonomian masyarakat, baik secara langsung maupun tidak langsung,&quot; ujar Al Haris.

Gubernur juga mengharapkan setiap pihak terkait terus bekerja sama, kerja keras, kerja cerdas, kerja cepat, dan kerja tepat sehingga target selesai pelaksanaan vaksinasi PMK pada tanggal 7 Juli 2022 dapat terealisasi secara optimal.

&amp;ldquo;Semoga vaksinasi ini dapat mengurangi kerugian ekonomi peternak, peternak dapat lebih tenang dalam mempersiapkan penyediaan hewan kurban untuk Hari Raya Raya Idul Adha dengan baik,&quot; tutur Al Haris.
</content:encoded></item></channel></rss>
