<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Muhammadiyah Fatwakan Ternak Bergejala Ringan Wabah PMK Tetap Sah Jadi Kurban</title><description>Terdapat beberapa hukum terhadap penyakit tersebut, yakni sah dan tidak sah hewan ternak terkena wabah PMK sebagai hewan kurban&amp;nbsp;&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/07/07/337/2625394/muhammadiyah-fatwakan-ternak-bergejala-ringan-wabah-pmk-tetap-sah-jadi-kurban</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/07/07/337/2625394/muhammadiyah-fatwakan-ternak-bergejala-ringan-wabah-pmk-tetap-sah-jadi-kurban"/><item><title>Muhammadiyah Fatwakan Ternak Bergejala Ringan Wabah PMK Tetap Sah Jadi Kurban</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/07/07/337/2625394/muhammadiyah-fatwakan-ternak-bergejala-ringan-wabah-pmk-tetap-sah-jadi-kurban</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/07/07/337/2625394/muhammadiyah-fatwakan-ternak-bergejala-ringan-wabah-pmk-tetap-sah-jadi-kurban</guid><pubDate>Kamis 07 Juli 2022 15:22 WIB</pubDate><dc:creator>Widya Michella</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/07/07/337/2625394/muhammadiyah-fatwakan-ternak-bergejala-ringan-wabah-pmk-tetap-sah-jadi-kurban-5WLH64lG9k.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi/ Foto: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/07/07/337/2625394/muhammadiyah-fatwakan-ternak-bergejala-ringan-wabah-pmk-tetap-sah-jadi-kurban-5WLH64lG9k.jpg</image><title>Ilustrasi/ Foto: Okezone</title></images><description>JAKARTA - Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyepakati beberapa ketentuan berdasarkan dalil bayani dari nash dan dalil burhani dari keterangan para ahli mengenai PMK. Terdapat beberapa hukum terhadap penyakit tersebut, yakni sah dan tidak sah hewan ternak terkena wabah PMK sebagai hewan kurban.
Mengutip bunyi fatwa tersebut, Kamis (7/7/2022), dalam laman resmi Muhammadiyah, hewan kurban yang terkena PMK bergejala ringan dan belum menunjukkan gejala-gejala berat seperti di antaranya kuku melepuh dan terkelupas, dan kaki menjadi pincang akut, tidak mau makan hingga berat badan berkurang, berbaring terus tidak bisa bangun tetap sah dijadikan hewan kurban.
BACA JUGA:Gagahnya Sapi Kurban Jokowi di Jambi, Jenis Brahman Seberat 8 Ton
Menurutnya hewan yang sakitnya ringan, atau dapat disebut sebagai al-mar&amp;#299;&amp;#7693;atu al-khaf&amp;#299;fu mara&amp;#7693;uha pada hakikatnya tidak masuk dalam kategori ini.
&quot;Dengan demikian, hewan kurban yang terkena PMK dan belum menunjukkan gejala-gejala berat seperti di atas tetap sah dijadikan hewan kurban,&quot; demikian bunyi keterangan Tim Fatwa Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Selanjutnya, untuk kategori tidak sah, adalah hewan yang terkena PMK gejala klinis kategori berat. Pada hadis disebut kriteria al-mar&amp;#299;&amp;#7693;atu al-bayyinu mara&amp;#7693;uha (sakit yang jelas sakitnya). Maksud dari &amp;ldquo;sakit yang jelas&amp;rdquo; adalah sakit yang berat, sakit yang sudah hampir tidak mungkin sembuh atau sakit yang hampir pasti menyebabkan kematian.
BACA JUGA:Hasil 16 Besar Malaysia Masters 2022: Apriyani Rahayu/Siti Fadia Lolos Perempatfinal, Fitriani Gugur
Adapun hewan kurban yang terkena PMK dalam keadaan bergejala berat dan besar kemungkinan akan mati, kemudian disembelih paksa, lanjutnya agar masih dapat dimanfaatkan dagingnya. Maka penyembelihan tersebut bukan termasuk penyembelihan hewan kurban, melainkan penyembelihan hewan biasa.
&quot;Apabila hewan kurban mati karena PMK sebelum dilakukan penyembelihan, maka sahibulkurban/panitia pelaksana kurban tidak diharuskan mengganti hewan kurbannya, karena sudah mendapat nilai pahala niat berkurban, meskipun ada &amp;ldquo;kerugian&amp;rdquo; secara materiil, yaitu tidak diperoleh daging kurban yang akan dibagi-bagikan sebagaimana mestinya,&quot; ujar dia.Untuk itu Sahibulkurban diminta harus cermat dalam memilih dan membeli hewan kurban. Hewan kurban yang sedang sakit tidak boleh dibeli.
BACA JUGA:Ramai Fenomena ABG Citayam, Anies: Dukuh Atas Bukan Milik Kelas Sosial Tertentu
Lebih lanjut, hewan kurban yang berasal dari daerah yang penularan PMK-nya cukup tinggi tidak boleh dibeli, karena berpotensi besar tertular atau menularkan virus PMK. Namun, apabila di suatu daerah ada kesulitan atau bahkan tidak dapat ditemukan hewan yang sehat, atau setelah dibeli dan menjelang waktu penyembelihan hewan kurban jatuh sakit, maka dibolehkan menjadikannya hewan kurban.
&quot;Hal ini sesuai dengan kaidah &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1588;&amp;#1614;&amp;#1602;&amp;#1614;&amp;#1617;&amp;#1577;&amp;#1615; &amp;#1578;&amp;#1614;&amp;#1580;&amp;#1618;&amp;#1604;&amp;#1616;&amp;#1576;&amp;#1615; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1578;&amp;#1614;&amp;#1617;&amp;#1610;&amp;#1618;&amp;#1587;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1618;&amp;#1585;&amp;#1614; (kesulitan mendatangkan kemudahan) dan kaidah &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1590;&amp;#1614;&amp;#1617;&amp;#1585;&amp;#1615;&amp;#1608;&amp;#1618;&amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1577;&amp;#1615; &amp;#1578;&amp;#1615;&amp;#1576;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1618;&amp;#1581;&amp;#1615; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1581;&amp;#1618;&amp;#1590;&amp;#1615;&amp;#1608;&amp;#1618;&amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1578;&amp;#1616; (keadaan darurat membolehkan sesuatu yang terlarang),&quot; tuturnya.
Pada fatwa ini juga memperbolehkan daging hewan kurban yang terkena PMK masih dapat dikonsumsi oleh manusia.
BACA JUGA:Menlu Afsel Apresiasi Keberpihakan Indonesia pada Negara Berkembang
&quot;Sebagai bentuk kehati-hatian, pada bagian-bagian yang terkena gejala PMK seperti mulut, lidah, kaki dan jeroan dapat disterilkan dengan cara direbus terlebih dahulu dalam air mendidih selama lebih dari 30 menit atau dibuang (tidak dikonsumsi) bila merasa jijik atau khawatir,&quot; tutur dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyepakati beberapa ketentuan berdasarkan dalil bayani dari nash dan dalil burhani dari keterangan para ahli mengenai PMK. Terdapat beberapa hukum terhadap penyakit tersebut, yakni sah dan tidak sah hewan ternak terkena wabah PMK sebagai hewan kurban.
Mengutip bunyi fatwa tersebut, Kamis (7/7/2022), dalam laman resmi Muhammadiyah, hewan kurban yang terkena PMK bergejala ringan dan belum menunjukkan gejala-gejala berat seperti di antaranya kuku melepuh dan terkelupas, dan kaki menjadi pincang akut, tidak mau makan hingga berat badan berkurang, berbaring terus tidak bisa bangun tetap sah dijadikan hewan kurban.
BACA JUGA:Gagahnya Sapi Kurban Jokowi di Jambi, Jenis Brahman Seberat 8 Ton
Menurutnya hewan yang sakitnya ringan, atau dapat disebut sebagai al-mar&amp;#299;&amp;#7693;atu al-khaf&amp;#299;fu mara&amp;#7693;uha pada hakikatnya tidak masuk dalam kategori ini.
&quot;Dengan demikian, hewan kurban yang terkena PMK dan belum menunjukkan gejala-gejala berat seperti di atas tetap sah dijadikan hewan kurban,&quot; demikian bunyi keterangan Tim Fatwa Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Selanjutnya, untuk kategori tidak sah, adalah hewan yang terkena PMK gejala klinis kategori berat. Pada hadis disebut kriteria al-mar&amp;#299;&amp;#7693;atu al-bayyinu mara&amp;#7693;uha (sakit yang jelas sakitnya). Maksud dari &amp;ldquo;sakit yang jelas&amp;rdquo; adalah sakit yang berat, sakit yang sudah hampir tidak mungkin sembuh atau sakit yang hampir pasti menyebabkan kematian.
BACA JUGA:Hasil 16 Besar Malaysia Masters 2022: Apriyani Rahayu/Siti Fadia Lolos Perempatfinal, Fitriani Gugur
Adapun hewan kurban yang terkena PMK dalam keadaan bergejala berat dan besar kemungkinan akan mati, kemudian disembelih paksa, lanjutnya agar masih dapat dimanfaatkan dagingnya. Maka penyembelihan tersebut bukan termasuk penyembelihan hewan kurban, melainkan penyembelihan hewan biasa.
&quot;Apabila hewan kurban mati karena PMK sebelum dilakukan penyembelihan, maka sahibulkurban/panitia pelaksana kurban tidak diharuskan mengganti hewan kurbannya, karena sudah mendapat nilai pahala niat berkurban, meskipun ada &amp;ldquo;kerugian&amp;rdquo; secara materiil, yaitu tidak diperoleh daging kurban yang akan dibagi-bagikan sebagaimana mestinya,&quot; ujar dia.Untuk itu Sahibulkurban diminta harus cermat dalam memilih dan membeli hewan kurban. Hewan kurban yang sedang sakit tidak boleh dibeli.
BACA JUGA:Ramai Fenomena ABG Citayam, Anies: Dukuh Atas Bukan Milik Kelas Sosial Tertentu
Lebih lanjut, hewan kurban yang berasal dari daerah yang penularan PMK-nya cukup tinggi tidak boleh dibeli, karena berpotensi besar tertular atau menularkan virus PMK. Namun, apabila di suatu daerah ada kesulitan atau bahkan tidak dapat ditemukan hewan yang sehat, atau setelah dibeli dan menjelang waktu penyembelihan hewan kurban jatuh sakit, maka dibolehkan menjadikannya hewan kurban.
&quot;Hal ini sesuai dengan kaidah &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1588;&amp;#1614;&amp;#1602;&amp;#1614;&amp;#1617;&amp;#1577;&amp;#1615; &amp;#1578;&amp;#1614;&amp;#1580;&amp;#1618;&amp;#1604;&amp;#1616;&amp;#1576;&amp;#1615; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1578;&amp;#1614;&amp;#1617;&amp;#1610;&amp;#1618;&amp;#1587;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1618;&amp;#1585;&amp;#1614; (kesulitan mendatangkan kemudahan) dan kaidah &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1590;&amp;#1614;&amp;#1617;&amp;#1585;&amp;#1615;&amp;#1608;&amp;#1618;&amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1577;&amp;#1615; &amp;#1578;&amp;#1615;&amp;#1576;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1618;&amp;#1581;&amp;#1615; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1581;&amp;#1618;&amp;#1590;&amp;#1615;&amp;#1608;&amp;#1618;&amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1578;&amp;#1616; (keadaan darurat membolehkan sesuatu yang terlarang),&quot; tuturnya.
Pada fatwa ini juga memperbolehkan daging hewan kurban yang terkena PMK masih dapat dikonsumsi oleh manusia.
BACA JUGA:Menlu Afsel Apresiasi Keberpihakan Indonesia pada Negara Berkembang
&quot;Sebagai bentuk kehati-hatian, pada bagian-bagian yang terkena gejala PMK seperti mulut, lidah, kaki dan jeroan dapat disterilkan dengan cara direbus terlebih dahulu dalam air mendidih selama lebih dari 30 menit atau dibuang (tidak dikonsumsi) bila merasa jijik atau khawatir,&quot; tutur dia.</content:encoded></item></channel></rss>
