<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ramai Fenomena ABG Citayam, Anies: Dukuh Atas Bukan Milik Kelas Sosial Tertentu</title><description>Pembangunan trotoar di kawasan Sudirman-Thamrin yang kini lebar menjadi daya tarik masyarakat</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/07/07/338/2625386/ramai-fenomena-abg-citayam-anies-dukuh-atas-bukan-milik-kelas-sosial-tertentu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/07/07/338/2625386/ramai-fenomena-abg-citayam-anies-dukuh-atas-bukan-milik-kelas-sosial-tertentu"/><item><title>Ramai Fenomena ABG Citayam, Anies: Dukuh Atas Bukan Milik Kelas Sosial Tertentu</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/07/07/338/2625386/ramai-fenomena-abg-citayam-anies-dukuh-atas-bukan-milik-kelas-sosial-tertentu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/07/07/338/2625386/ramai-fenomena-abg-citayam-anies-dukuh-atas-bukan-milik-kelas-sosial-tertentu</guid><pubDate>Kamis 07 Juli 2022 15:13 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Refi Sandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/07/07/338/2625386/ramai-fenomena-abg-citayam-anies-dukuh-atas-bukan-milik-kelas-sosial-tertentu-DwI55lV1dt.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat diwawancara awak media/ Foto: Muhammad Refi Sandi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/07/07/338/2625386/ramai-fenomena-abg-citayam-anies-dukuh-atas-bukan-milik-kelas-sosial-tertentu-DwI55lV1dt.jpg</image><title>Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat diwawancara awak media/ Foto: Muhammad Refi Sandi</title></images><description>JAKARTA - Fenomena ABG asal Citayam, Bojonggede, dan Depok yang membanjiri Kawasan Dukuh Atas, Menteng, Jakarta Pusat ramai menjadi perbinjangan netizen di media sosial.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun menjelaskan bagaimana pembangunan trotoar di kawasan Sudirman-Thamrin yang kini lebar menjadi daya tarik masyarakat.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Menlu Afsel Apresiasi Keberpihakan Indonesia pada Negara Berkembang
Anies mengungkapkan proses pembentukan 'ruang ketiga' sehingga menjadi ruang yang menyetarakan. Beberapa tahun lalu, sambungnya, Jalan Jenderal Sudirman hanya dimiliki oleh mereka yang bekerja di sekitar Sudirman saja. Berbeda dengan saat ini.

&quot;Kenapa? Karena semuanya menggunakan kendaraan pribadi, begitu masuk kantor sampai di kantor mau keluar kantornya pakai mobil pakai motor. Tidak ada yang berjalan kaki antar gedung ada pertemuan antar gedung enggak jalan kaki,&quot; kata Anies kepada awak media di Kawasan Thamrin Nine Complex, Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (7/7/2022).

Namun, setelah dibangunnya trotoar yang lebar bukan saja mereka yang bekerja di kawasan Sudirman saja yang bisa berjalan kaki leluasa, tapi seluruh warga Jabodetabek bisa menikmati jalan dengan pemandangan gedung-gedung tinggi di sekitar lokasi.

&quot;Jadi yang kita miliki itu bukan sekedar hanya trotoar, mendadak tower-tower itu bukan milik mereka yang bekerja ditempat ini,&quot; imbuhnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Polda Metro Jemput Paksa Medina Zein Terkait Laporan Marissya Icha
Anies mengatakan, siapa saja bisa menikmati kawasan Sudirman-Thamrin yang semakin cantik di era kepemimpinannya. Ia menyebut istilah demokratisasi hadir di kawasan tersebut ditambah kehadiran ABG asal Citayam dan sebagainya.

&quot;Sebagai sebuah pengalaman, siapa saja silahkan datang. Saya mengistilahkan demokratisasi Jalan Jenderal Sudirman. Boleh datang darimana saja tempat ini enggak harus mereka yang secara sosial ekonomi tengah-atas justru demokratisasi yang terjadi ditempat ini siapa saja bisa menikmati,&quot; ujarnya.

Anies mengimbau kepada masyarakat agar tetap menjaga kebersihan dan ketertiban umum terutama di fasilitas publik di Jakarta.

&quot;Ketika terjadi fenomena baru saja muncul yang penting jaga kebersihan, jaga ketertiban selebihnya nikmati ruang ketiga bersama untuk semuanya,&quot; ucapnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Tak Sanggup Bayar Kredit, Dua Warga Asal Jambi Bikin Laporan Palsu Telah Dibegal
Lebih lanjut, Eks Mendikbud RI itu menilai hebohnya fenomena tersebut wujud ruang ketiga yang dapat mempersatukan dan membuat perasaan kesetaraan bagi siapapun. Sebab, siapapun dapat menikmati keindahan Jakarta saat ini.

&quot;Jadi kita membuat tempat ini (Kawasan Dukuh Atas) menjadi ruang ketiga yang mempersatukan, ruang ketiga yang mensetarakan dan biarlah mereka semua menikmati tempat ini dengan caranya masing-masing. Jangan cara itu seakan akan diklaim hanya cara A boleh di Jalan Jenderal Sudirman hanya cara B, bukan ini adalah milik kita, kita nikmati sama-sama. Dan biarkan tempat ini jadi tempat bertemu darimana saja. Karena ruang ketiga adalah tadi mempersatukan dan membangun perasaan kesetaraan,&quot; tandasnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Fenomena ABG asal Citayam, Bojonggede, dan Depok yang membanjiri Kawasan Dukuh Atas, Menteng, Jakarta Pusat ramai menjadi perbinjangan netizen di media sosial.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun menjelaskan bagaimana pembangunan trotoar di kawasan Sudirman-Thamrin yang kini lebar menjadi daya tarik masyarakat.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Menlu Afsel Apresiasi Keberpihakan Indonesia pada Negara Berkembang
Anies mengungkapkan proses pembentukan 'ruang ketiga' sehingga menjadi ruang yang menyetarakan. Beberapa tahun lalu, sambungnya, Jalan Jenderal Sudirman hanya dimiliki oleh mereka yang bekerja di sekitar Sudirman saja. Berbeda dengan saat ini.

&quot;Kenapa? Karena semuanya menggunakan kendaraan pribadi, begitu masuk kantor sampai di kantor mau keluar kantornya pakai mobil pakai motor. Tidak ada yang berjalan kaki antar gedung ada pertemuan antar gedung enggak jalan kaki,&quot; kata Anies kepada awak media di Kawasan Thamrin Nine Complex, Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (7/7/2022).

Namun, setelah dibangunnya trotoar yang lebar bukan saja mereka yang bekerja di kawasan Sudirman saja yang bisa berjalan kaki leluasa, tapi seluruh warga Jabodetabek bisa menikmati jalan dengan pemandangan gedung-gedung tinggi di sekitar lokasi.

&quot;Jadi yang kita miliki itu bukan sekedar hanya trotoar, mendadak tower-tower itu bukan milik mereka yang bekerja ditempat ini,&quot; imbuhnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Polda Metro Jemput Paksa Medina Zein Terkait Laporan Marissya Icha
Anies mengatakan, siapa saja bisa menikmati kawasan Sudirman-Thamrin yang semakin cantik di era kepemimpinannya. Ia menyebut istilah demokratisasi hadir di kawasan tersebut ditambah kehadiran ABG asal Citayam dan sebagainya.

&quot;Sebagai sebuah pengalaman, siapa saja silahkan datang. Saya mengistilahkan demokratisasi Jalan Jenderal Sudirman. Boleh datang darimana saja tempat ini enggak harus mereka yang secara sosial ekonomi tengah-atas justru demokratisasi yang terjadi ditempat ini siapa saja bisa menikmati,&quot; ujarnya.

Anies mengimbau kepada masyarakat agar tetap menjaga kebersihan dan ketertiban umum terutama di fasilitas publik di Jakarta.

&quot;Ketika terjadi fenomena baru saja muncul yang penting jaga kebersihan, jaga ketertiban selebihnya nikmati ruang ketiga bersama untuk semuanya,&quot; ucapnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Tak Sanggup Bayar Kredit, Dua Warga Asal Jambi Bikin Laporan Palsu Telah Dibegal
Lebih lanjut, Eks Mendikbud RI itu menilai hebohnya fenomena tersebut wujud ruang ketiga yang dapat mempersatukan dan membuat perasaan kesetaraan bagi siapapun. Sebab, siapapun dapat menikmati keindahan Jakarta saat ini.

&quot;Jadi kita membuat tempat ini (Kawasan Dukuh Atas) menjadi ruang ketiga yang mempersatukan, ruang ketiga yang mensetarakan dan biarlah mereka semua menikmati tempat ini dengan caranya masing-masing. Jangan cara itu seakan akan diklaim hanya cara A boleh di Jalan Jenderal Sudirman hanya cara B, bukan ini adalah milik kita, kita nikmati sama-sama. Dan biarkan tempat ini jadi tempat bertemu darimana saja. Karena ruang ketiga adalah tadi mempersatukan dan membangun perasaan kesetaraan,&quot; tandasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
