<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Waspada Sengatan Ubur-Ubur di Pantai Selatan, Belasan Wisatawan Jadi Korban</title><description>Tim SAR berusaha melakukan penyisiran untuk membersihkan ubur-ubur</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/07/11/510/2627219/waspada-sengatan-ubur-ubur-di-pantai-selatan-belasan-wisatawan-jadi-korban</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/07/11/510/2627219/waspada-sengatan-ubur-ubur-di-pantai-selatan-belasan-wisatawan-jadi-korban"/><item><title>Waspada Sengatan Ubur-Ubur di Pantai Selatan, Belasan Wisatawan Jadi Korban</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/07/11/510/2627219/waspada-sengatan-ubur-ubur-di-pantai-selatan-belasan-wisatawan-jadi-korban</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/07/11/510/2627219/waspada-sengatan-ubur-ubur-di-pantai-selatan-belasan-wisatawan-jadi-korban</guid><pubDate>Senin 11 Juli 2022 07:24 WIB</pubDate><dc:creator>Erfan Erlin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/07/11/510/2627219/waspada-sengatan-ubur-ubur-di-pantai-selatan-belasan-wisatawan-jadi-korban-hA7hHPXCTf.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Tim SAR sisir pantai cari ubur-ubur (Foto SAR)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/07/11/510/2627219/waspada-sengatan-ubur-ubur-di-pantai-selatan-belasan-wisatawan-jadi-korban-hA7hHPXCTf.JPG</image><title>Tim SAR sisir pantai cari ubur-ubur (Foto SAR)</title></images><description>YOGYAKARTA - Ubur-ubur mulai muncul di wilayah pantai Gunungkidul. Sejumlah wisatawan yang tengah berlibur di pantai terpaksa harus mendapat perawatan dari Tim SAR usai mereka menyentuh ubur-ubur.

Tim SAR Linmas Wilayah II Pantai Baron bersama dengan petugas Polsek Tanjungsari serta masyarakat terus membersihkan ubur-ubur yang mendarat di tepi pantai. Mereka melakukan penyisiran ke sejumlah pantai.

Sekretaris SAR Linmas Wilayah II Pantai Baron, Surisdiyanto mengatakan, Tim SAR berusaha melakukan penyisiran untuk membersihkan ubur-ubur yang berada di tepi pantai maupun yang mengambang di air. Ubur-ubur tersebut lantas mereka ambil dan kumpulkan di satu tempat kemudian dilakukan penguburan.

BACA JUGA:Fenomena Ubur-Ubur Serbu Pantai Probolinggo, Mengapa Bisa Terjadi?

&quot;Meski tidak mematikan tetapi cukup mengganggu wisatawan&quot; ujar Suris, Minggu malam (10/7/2022).

Suris menambahkan, pemantauan akan mereka lakukan secara berkala. Sebab pada bulan Juli ini gelombang tinggi dan angin kencang akan menerpa pantai selatan. Seperti biasanya, di musim seperti ini populasi ubur-ubur yang berada di tepi pantai meningkat.

Terbukti dalam dua pekan ini ada 14 wisatawan yang telah ditangani petugas. Dari belasan korban tersebut didominiasi anak-anak. Mereka harus mendapatkan perawatan dari petugas di posko SAR.

&quot;Kami himbau agar pengunjung yang bermain air di pantai selalu berhati-hati,&quot; tandas dia.

Koordinator SAR Linmas Wilayah II Pantai Baron, Marjono menambahkan, Tim SAR Wilayah II Pantai Baron terus mengupayakan untuk mengobati korban yang tersengat ubur-ubur. Salah satunya dengan menggunakan air cuka. Pasalnya air cuka dan alkohol bisa menetralisasi racun dari sengatan ubur-ubur.
&quot;Reaksinya sengatan ubur-ubur ini cukup cepat tapi juga tergantung dengan daya tahan tubuh masing-masing korban,&quot; kata Marjono.

Marjono menambahkan, biasanya ubur-ubur ini akan bertambah jumlahnya dan biasanya mendarat pada bulan Juli dan juga Agustus yaitu saat terjadi puncak musim dingin. Keberadaan ubur-ubur yang sedang mendarat di Pantai Selatan menyebabkan sejumlah wisatawan tersengat.

Salah satu wisatawan korban sengatan ubur-ubur, Danu Kurniawan mengaku sedikit nyeri di kakinya. Tanpa sengaja dia tersengat saat sedang bermain air di tepi pantai.

&quot;tapi sengatannya sedikit berkurang setelah diobati,&quot; kata dia.</description><content:encoded>YOGYAKARTA - Ubur-ubur mulai muncul di wilayah pantai Gunungkidul. Sejumlah wisatawan yang tengah berlibur di pantai terpaksa harus mendapat perawatan dari Tim SAR usai mereka menyentuh ubur-ubur.

Tim SAR Linmas Wilayah II Pantai Baron bersama dengan petugas Polsek Tanjungsari serta masyarakat terus membersihkan ubur-ubur yang mendarat di tepi pantai. Mereka melakukan penyisiran ke sejumlah pantai.

Sekretaris SAR Linmas Wilayah II Pantai Baron, Surisdiyanto mengatakan, Tim SAR berusaha melakukan penyisiran untuk membersihkan ubur-ubur yang berada di tepi pantai maupun yang mengambang di air. Ubur-ubur tersebut lantas mereka ambil dan kumpulkan di satu tempat kemudian dilakukan penguburan.

BACA JUGA:Fenomena Ubur-Ubur Serbu Pantai Probolinggo, Mengapa Bisa Terjadi?

&quot;Meski tidak mematikan tetapi cukup mengganggu wisatawan&quot; ujar Suris, Minggu malam (10/7/2022).

Suris menambahkan, pemantauan akan mereka lakukan secara berkala. Sebab pada bulan Juli ini gelombang tinggi dan angin kencang akan menerpa pantai selatan. Seperti biasanya, di musim seperti ini populasi ubur-ubur yang berada di tepi pantai meningkat.

Terbukti dalam dua pekan ini ada 14 wisatawan yang telah ditangani petugas. Dari belasan korban tersebut didominiasi anak-anak. Mereka harus mendapatkan perawatan dari petugas di posko SAR.

&quot;Kami himbau agar pengunjung yang bermain air di pantai selalu berhati-hati,&quot; tandas dia.

Koordinator SAR Linmas Wilayah II Pantai Baron, Marjono menambahkan, Tim SAR Wilayah II Pantai Baron terus mengupayakan untuk mengobati korban yang tersengat ubur-ubur. Salah satunya dengan menggunakan air cuka. Pasalnya air cuka dan alkohol bisa menetralisasi racun dari sengatan ubur-ubur.
&quot;Reaksinya sengatan ubur-ubur ini cukup cepat tapi juga tergantung dengan daya tahan tubuh masing-masing korban,&quot; kata Marjono.

Marjono menambahkan, biasanya ubur-ubur ini akan bertambah jumlahnya dan biasanya mendarat pada bulan Juli dan juga Agustus yaitu saat terjadi puncak musim dingin. Keberadaan ubur-ubur yang sedang mendarat di Pantai Selatan menyebabkan sejumlah wisatawan tersengat.

Salah satu wisatawan korban sengatan ubur-ubur, Danu Kurniawan mengaku sedikit nyeri di kakinya. Tanpa sengaja dia tersengat saat sedang bermain air di tepi pantai.

&quot;tapi sengatannya sedikit berkurang setelah diobati,&quot; kata dia.</content:encoded></item></channel></rss>
