<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tertahan Berbulan-bulan, Taiwan Izinkan ABK WNI Kapal Jiang Ye Pulang ke Indonesia </title><description>Gaji kedelapan ABK WNI itu tidak dibayar selama enam bulan tertahan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/07/12/18/2628260/tertahan-berbulan-bulan-taiwan-izinkan-abk-wni-kapal-jiang-ye-pulang-ke-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/07/12/18/2628260/tertahan-berbulan-bulan-taiwan-izinkan-abk-wni-kapal-jiang-ye-pulang-ke-indonesia"/><item><title>Tertahan Berbulan-bulan, Taiwan Izinkan ABK WNI Kapal Jiang Ye Pulang ke Indonesia </title><link>https://news.okezone.com/read/2022/07/12/18/2628260/tertahan-berbulan-bulan-taiwan-izinkan-abk-wni-kapal-jiang-ye-pulang-ke-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/07/12/18/2628260/tertahan-berbulan-bulan-taiwan-izinkan-abk-wni-kapal-jiang-ye-pulang-ke-indonesia</guid><pubDate>Selasa 12 Juli 2022 16:19 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/07/12/18/2628260/tertahan-berbulan-bulan-taiwan-izinkan-abk-wni-kapal-jiang-ye-pulang-ke-indonesia-WlaONi6ftl.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ilustrasi.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/07/12/18/2628260/tertahan-berbulan-bulan-taiwan-izinkan-abk-wni-kapal-jiang-ye-pulang-ke-indonesia-WlaONi6ftl.jpg</image><title>ilustrasi.</title></images><description>JAKARTA - Otoritas Taiwan mengizinkan penggantian delapan WNI yang menjadi awak kapal Jiang Ye agar mereka dapat segera pulang ke Indonesia setelah tertahan selama beberapa bulan di pelabuhan setempat.
BACA JUGA:&amp;nbsp;6 ABK WNI Kembali ke Indonesia Setelah Tertahan 8 Bulan di Perairan Vietnam

Kantor dagang dan ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei telah menerima surat dari Biro Kelautan dan Pelabuhan Departemen Transportasi dan Komunikasi Taiwan yang mengizinkan proses penggantian (crew change) kedelapan WNI itu melalui pelabuhan di Taiwan, menurut keterangan Kementerian Luar Negeri RI yang diterima di Jakarta, Selasa (12/2/2022).
Selama ini, otoritas Taiwan menutup pelabuhannya bagi proses penggantian awak kapal untuk mencegah penyebaran Covid-19.
Kedelapan WNI itu tertahan dan tidak dibayar gajinya selama enam bulan di pelabuhan Taiwan.
Menindaklanjuti informasi tersebut, KDEI Taipei segera berkoordinasi dengan pihak Departemen Transportasi dan Komunikasi Taiwan untuk meminta izin penggantian awak kapal.
KDEI Taipei juga mendorong tanggung jawab pemilik kapal untuk membayar gaji kedelapan awak tersebut dan segera menyediakan pengganti.Selama mereka tertahan di kapal, KDEI terus menjalin komunikasi untuk memastikan kondisi mereka dalam keadaan baik.
KDEI juga berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri, Kementerian Tenaga Kerja dan BP2MI untuk melakukan langkah repatriasi dan pemenuhan hak-hak ketenagakerjaan para awak tersebut serta meminta pertanggungjawaban pihak-pihak yang memberangkatkan.
</description><content:encoded>JAKARTA - Otoritas Taiwan mengizinkan penggantian delapan WNI yang menjadi awak kapal Jiang Ye agar mereka dapat segera pulang ke Indonesia setelah tertahan selama beberapa bulan di pelabuhan setempat.
BACA JUGA:&amp;nbsp;6 ABK WNI Kembali ke Indonesia Setelah Tertahan 8 Bulan di Perairan Vietnam

Kantor dagang dan ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei telah menerima surat dari Biro Kelautan dan Pelabuhan Departemen Transportasi dan Komunikasi Taiwan yang mengizinkan proses penggantian (crew change) kedelapan WNI itu melalui pelabuhan di Taiwan, menurut keterangan Kementerian Luar Negeri RI yang diterima di Jakarta, Selasa (12/2/2022).
Selama ini, otoritas Taiwan menutup pelabuhannya bagi proses penggantian awak kapal untuk mencegah penyebaran Covid-19.
Kedelapan WNI itu tertahan dan tidak dibayar gajinya selama enam bulan di pelabuhan Taiwan.
Menindaklanjuti informasi tersebut, KDEI Taipei segera berkoordinasi dengan pihak Departemen Transportasi dan Komunikasi Taiwan untuk meminta izin penggantian awak kapal.
KDEI Taipei juga mendorong tanggung jawab pemilik kapal untuk membayar gaji kedelapan awak tersebut dan segera menyediakan pengganti.Selama mereka tertahan di kapal, KDEI terus menjalin komunikasi untuk memastikan kondisi mereka dalam keadaan baik.
KDEI juga berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri, Kementerian Tenaga Kerja dan BP2MI untuk melakukan langkah repatriasi dan pemenuhan hak-hak ketenagakerjaan para awak tersebut serta meminta pertanggungjawaban pihak-pihak yang memberangkatkan.
</content:encoded></item></channel></rss>
