<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jatim Diguncang 171 Kali Gempa Susulan, BMKG: Fenomena Tectonic Swarm</title><description>&quot;Hal ini tentu patut kita waspadai karena  aktivitas swarm di zona subduksi dikenal sebagai tanda zona slow-slip events (SSE),&quot;</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/07/12/519/2627897/jatim-diguncang-171-kali-gempa-susulan-bmkg-fenomena-tectonic-swarm</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/07/12/519/2627897/jatim-diguncang-171-kali-gempa-susulan-bmkg-fenomena-tectonic-swarm"/><item><title>Jatim Diguncang 171 Kali Gempa Susulan, BMKG: Fenomena Tectonic Swarm</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/07/12/519/2627897/jatim-diguncang-171-kali-gempa-susulan-bmkg-fenomena-tectonic-swarm</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/07/12/519/2627897/jatim-diguncang-171-kali-gempa-susulan-bmkg-fenomena-tectonic-swarm</guid><pubDate>Selasa 12 Juli 2022 09:24 WIB</pubDate><dc:creator>Dimas Choirul</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/07/12/519/2627897/jatim-diguncang-171-kali-gempa-susulan-bmkg-fenomena-tectonic-swarm-zfsGao8e2M.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Dok Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/07/12/519/2627897/jatim-diguncang-171-kali-gempa-susulan-bmkg-fenomena-tectonic-swarm-zfsGao8e2M.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Dok Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa&amp;nbsp;susulan yang terjadi di Samudera Hindia Selatan Jawa Timur atau tepatnya di Lumajang - Malang hingga Selasa (12/7) pagi ini sudah mencapai 171 kali, pasca&amp;nbsp;gempa&amp;nbsp;utama magnitudo (M) 5,4 pada Sabtu (9/7) lalu.
&amp;ldquo;Hingga pagi ini Selasa 12 Juli 2022 BMKG mencatat sebanyak 171 kali gempa terjadi di selatan Jawa Timur (sejak 3 hari lalu),&quot; ungkap Kepala Badan Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono dikutip dari media sosial pribadinya, Selasa (12/7/2022).
Daryono mengatakan, jika hal ini terus terjadi maka fenomena kegempaan di selatan Jawa Timur beberapa hari terakhir dapat masuk ke dalam kriteria gempa &quot;Tectonic Swarm&quot;,&amp;nbsp; yakni serangkaian aktivitas gempa bermagnitudo kecil dengan frekuensi kejadian sangat sering dan relatif lama di suatu kawasan. Umumnya, gempa swarm terjadi tanpa adanya gempa utama (mainshock).

&amp;nbsp;&quot;Hal ini tentu patut kita waspadai karena&amp;nbsp; aktivitas swarm di zona subduksi dikenal sebagai tanda zona slow-slip events (SSE),&quot; ungkapnya.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Prakiraan Cuaca BMKG Senin 11 Juli 2022: Sebagian Wilayah Indonesia Berpotensi Hujan
Diketahui sebelumnya,&amp;nbsp;gempa&amp;nbsp;utama (mainshock) di Samudera Hindia Selatan Jawa Timur terjadi pada hari Sabtu 9 Juli 2022 pukul 03.27.07 WI&amp;nbsp; dengan magnitudo 5,4. Episenter gempa terletak pada koordinat 9,68&amp;deg; Lintang Selatan - 112,89&amp;deg; Bujur Timur, tepatnya di laut pada jarak 175 Km baratdaya Lumajang dengan kedalaman hiposenter 47 kilometer.

&amp;ldquo;Gempa&amp;nbsp;yang terjadi merupakan jenis&amp;nbsp;gempa&amp;nbsp;kedalaman dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Jawa Timur,&amp;rdquo; kata Daryono.

Daryono mengatakan bahwa&amp;nbsp;gempa&amp;nbsp;ini memiliki mekanisme sumber berupa pergeseran naik (thrust fault) dan tampaknya berasosiasi dengan sumber&amp;nbsp;gempa&amp;nbsp;megathrust selatan Jawa Timur.

Gempa&amp;nbsp;utama ini guncangannya dirasakan di Jember, Lumajang, Karangkates, Kepanjen, Lumajang, Blitar dan beberapa daerah lain di Jawa Timur, hingga menyebabkan benda-benda ringan yang digantung bergoyang bahkan genting pada beberapa rumah warga di Kecamatan Kencong, Jember, dilaporkan rontok dan berjatuhan.&amp;ldquo;Meskipun episenter&amp;nbsp;gempa&amp;nbsp;ini berpusat di laut tetapi hasil pemodelan menunjukkan bahwa&amp;nbsp;gempa&amp;nbsp;ini tidak berpotensi tsunami, karena kekuatan gempanya yang relatif kecil hingga belum dapat menimbulkan deformasi dasar laut yang dapat mengganggu kolom air laut,&amp;rdquo; katanya.

Selain itu, Daryono mengungkapkan rentetan&amp;nbsp;gempa&amp;nbsp;ini lokasi episenternya berdekatan dengan pusat gempa magnitudo 7,8 pembangkit tsunami selatan Jawa Timur pada 3 Juni 1994 dengan tinggi tsunami 13,9 meter menyebabkan sebanyak 250 orang meninggal dan 15 orang lainnya hilang.

</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa&amp;nbsp;susulan yang terjadi di Samudera Hindia Selatan Jawa Timur atau tepatnya di Lumajang - Malang hingga Selasa (12/7) pagi ini sudah mencapai 171 kali, pasca&amp;nbsp;gempa&amp;nbsp;utama magnitudo (M) 5,4 pada Sabtu (9/7) lalu.
&amp;ldquo;Hingga pagi ini Selasa 12 Juli 2022 BMKG mencatat sebanyak 171 kali gempa terjadi di selatan Jawa Timur (sejak 3 hari lalu),&quot; ungkap Kepala Badan Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono dikutip dari media sosial pribadinya, Selasa (12/7/2022).
Daryono mengatakan, jika hal ini terus terjadi maka fenomena kegempaan di selatan Jawa Timur beberapa hari terakhir dapat masuk ke dalam kriteria gempa &quot;Tectonic Swarm&quot;,&amp;nbsp; yakni serangkaian aktivitas gempa bermagnitudo kecil dengan frekuensi kejadian sangat sering dan relatif lama di suatu kawasan. Umumnya, gempa swarm terjadi tanpa adanya gempa utama (mainshock).

&amp;nbsp;&quot;Hal ini tentu patut kita waspadai karena&amp;nbsp; aktivitas swarm di zona subduksi dikenal sebagai tanda zona slow-slip events (SSE),&quot; ungkapnya.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Prakiraan Cuaca BMKG Senin 11 Juli 2022: Sebagian Wilayah Indonesia Berpotensi Hujan
Diketahui sebelumnya,&amp;nbsp;gempa&amp;nbsp;utama (mainshock) di Samudera Hindia Selatan Jawa Timur terjadi pada hari Sabtu 9 Juli 2022 pukul 03.27.07 WI&amp;nbsp; dengan magnitudo 5,4. Episenter gempa terletak pada koordinat 9,68&amp;deg; Lintang Selatan - 112,89&amp;deg; Bujur Timur, tepatnya di laut pada jarak 175 Km baratdaya Lumajang dengan kedalaman hiposenter 47 kilometer.

&amp;ldquo;Gempa&amp;nbsp;yang terjadi merupakan jenis&amp;nbsp;gempa&amp;nbsp;kedalaman dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Jawa Timur,&amp;rdquo; kata Daryono.

Daryono mengatakan bahwa&amp;nbsp;gempa&amp;nbsp;ini memiliki mekanisme sumber berupa pergeseran naik (thrust fault) dan tampaknya berasosiasi dengan sumber&amp;nbsp;gempa&amp;nbsp;megathrust selatan Jawa Timur.

Gempa&amp;nbsp;utama ini guncangannya dirasakan di Jember, Lumajang, Karangkates, Kepanjen, Lumajang, Blitar dan beberapa daerah lain di Jawa Timur, hingga menyebabkan benda-benda ringan yang digantung bergoyang bahkan genting pada beberapa rumah warga di Kecamatan Kencong, Jember, dilaporkan rontok dan berjatuhan.&amp;ldquo;Meskipun episenter&amp;nbsp;gempa&amp;nbsp;ini berpusat di laut tetapi hasil pemodelan menunjukkan bahwa&amp;nbsp;gempa&amp;nbsp;ini tidak berpotensi tsunami, karena kekuatan gempanya yang relatif kecil hingga belum dapat menimbulkan deformasi dasar laut yang dapat mengganggu kolom air laut,&amp;rdquo; katanya.

Selain itu, Daryono mengungkapkan rentetan&amp;nbsp;gempa&amp;nbsp;ini lokasi episenternya berdekatan dengan pusat gempa magnitudo 7,8 pembangkit tsunami selatan Jawa Timur pada 3 Juni 1994 dengan tinggi tsunami 13,9 meter menyebabkan sebanyak 250 orang meninggal dan 15 orang lainnya hilang.

</content:encoded></item></channel></rss>
