<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kasus Penipuan Berkedok Kencan Khusus Gay, Polisi: Sudah 9 Kali Beraksi</title><description>Polisi menangkap lima komplotan pelaku kasus penipuan berkedok kencan khusus gay di Senen.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/07/13/338/2628899/kasus-penipuan-berkedok-kencan-khusus-gay-polisi-sudah-9-kali-beraksi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/07/13/338/2628899/kasus-penipuan-berkedok-kencan-khusus-gay-polisi-sudah-9-kali-beraksi"/><item><title>Kasus Penipuan Berkedok Kencan Khusus Gay, Polisi: Sudah 9 Kali Beraksi</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/07/13/338/2628899/kasus-penipuan-berkedok-kencan-khusus-gay-polisi-sudah-9-kali-beraksi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/07/13/338/2628899/kasus-penipuan-berkedok-kencan-khusus-gay-polisi-sudah-9-kali-beraksi</guid><pubDate>Rabu 13 Juli 2022 15:24 WIB</pubDate><dc:creator>Martin Ronaldo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/07/13/338/2628899/kasus-penipuan-berkedok-kencan-khusus-gay-polisi-sudah-9-kali-beraksi-f4WiE1TK3n.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Dok Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/07/13/338/2628899/kasus-penipuan-berkedok-kencan-khusus-gay-polisi-sudah-9-kali-beraksi-f4WiE1TK3n.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Dok Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Polisi menangkap lima komplotan pelaku kasus penipuan berkedok kencan khusus gay di Senen, Jakarta Pusat, Selasa (12/7/2022).

Kanit Reskrim Polsek Senen, AKP Danang mengatakan bahwa para pelaku yang diamankan bukanlah sindikat penipuan.

&quot;Mereka ini berlima adalah teman nongkrong, jadi melakukan aksinya secara bersama-sama, nyari korbannya juga bersama-sama melalui aplikasi tersebut,&quot; katanya kepada wartawan, Rabu (13/7/2022).

Ia juga mengatakan bahwa para pelaku bukanlah seorang LGBT, melainkan seseorang yang hanya menawarkan kencan yang menyasar para LGBT.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Soal Penipuan Kencan Khusus Gay, Polisi : Kodenya Melempar Sandal
&quot;Jadi mereka ini pengakuannya sudah melakukan aksi tersebut sudah 9 kali sebenarnya di Wilayah Jakarta Pusat. Kebanyakan itu mereka mengarahkan mereka ke Jakarta Pusat,&quot; jelasnya.
Danang mengatakan para pelaku beraksi dengan berkedok kencan di aplikasi khusus gay. Pelaku mengajak para korban untuk berkeliling.

&quot;Korban diajak jalan memutar. Modusnya adalah sandal pelaku itu dilempar, dan minta tolong si korban. Sebelum sandal dilempar, handphone dari korban sudah dipinjam terdahulu,&quot; tutur Danang kepada wartawan Selasa (12/7/2022).Kelima pelaku membagi peran dalam menjalan aksi penipuan, ada yang sebagai eksekutor, mencari korban di aplikasi, hingga mengatur lokasi pertemuan dengan korban.
Setelah mendapatkan korban, para pelaku akan menjual barang-barang milik korban. &quot;Dijual kembali, hasilnya untuk berbagai bersama, kehidupan sehari-hari mereka,&quot; tuturnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Polisi menangkap lima komplotan pelaku kasus penipuan berkedok kencan khusus gay di Senen, Jakarta Pusat, Selasa (12/7/2022).

Kanit Reskrim Polsek Senen, AKP Danang mengatakan bahwa para pelaku yang diamankan bukanlah sindikat penipuan.

&quot;Mereka ini berlima adalah teman nongkrong, jadi melakukan aksinya secara bersama-sama, nyari korbannya juga bersama-sama melalui aplikasi tersebut,&quot; katanya kepada wartawan, Rabu (13/7/2022).

Ia juga mengatakan bahwa para pelaku bukanlah seorang LGBT, melainkan seseorang yang hanya menawarkan kencan yang menyasar para LGBT.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Soal Penipuan Kencan Khusus Gay, Polisi : Kodenya Melempar Sandal
&quot;Jadi mereka ini pengakuannya sudah melakukan aksi tersebut sudah 9 kali sebenarnya di Wilayah Jakarta Pusat. Kebanyakan itu mereka mengarahkan mereka ke Jakarta Pusat,&quot; jelasnya.
Danang mengatakan para pelaku beraksi dengan berkedok kencan di aplikasi khusus gay. Pelaku mengajak para korban untuk berkeliling.

&quot;Korban diajak jalan memutar. Modusnya adalah sandal pelaku itu dilempar, dan minta tolong si korban. Sebelum sandal dilempar, handphone dari korban sudah dipinjam terdahulu,&quot; tutur Danang kepada wartawan Selasa (12/7/2022).Kelima pelaku membagi peran dalam menjalan aksi penipuan, ada yang sebagai eksekutor, mencari korban di aplikasi, hingga mengatur lokasi pertemuan dengan korban.
Setelah mendapatkan korban, para pelaku akan menjual barang-barang milik korban. &quot;Dijual kembali, hasilnya untuk berbagai bersama, kehidupan sehari-hari mereka,&quot; tuturnya.</content:encoded></item></channel></rss>
