<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Akademisi Sebut Diplomasi Jokowi ke Ukraina dan Rusia Mulai Bawa Hasil</title><description>Menurut Hikmahanto, upaya Presiden Jokowi yang mengangkat isu pangan dunia menjadi dasar pertemuan wakil Rusia dan Ukraina di Turki.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/07/14/18/2629430/akademisi-sebut-diplomasi-jokowi-ke-ukraina-dan-rusia-mulai-bawa-hasil</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/07/14/18/2629430/akademisi-sebut-diplomasi-jokowi-ke-ukraina-dan-rusia-mulai-bawa-hasil"/><item><title>Akademisi Sebut Diplomasi Jokowi ke Ukraina dan Rusia Mulai Bawa Hasil</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/07/14/18/2629430/akademisi-sebut-diplomasi-jokowi-ke-ukraina-dan-rusia-mulai-bawa-hasil</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/07/14/18/2629430/akademisi-sebut-diplomasi-jokowi-ke-ukraina-dan-rusia-mulai-bawa-hasil</guid><pubDate>Kamis 14 Juli 2022 12:40 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/07/14/18/2629430/akademisi-sebut-diplomasi-jokowi-ke-ukraina-dan-rusia-mulai-bawa-hasil-jwlJ1cX7Zt.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Republik Indonesia Joko Widodo bertemu Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin, 30 Juni 2022. (Foto: BPMI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/07/14/18/2629430/akademisi-sebut-diplomasi-jokowi-ke-ukraina-dan-rusia-mulai-bawa-hasil-jwlJ1cX7Zt.jpg</image><title>Presiden Republik Indonesia Joko Widodo bertemu Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin, 30 Juni 2022. (Foto: BPMI)</title></images><description>JAKARTA - Kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Jerman, Ukraina dan Rusia untuk mendorong gencatan senjata di Ukraina mulai menunjukkan hasil, kata Guru Besar Hukum Internasional UI Hikmahanto Juwana, Kamis (14/7/2022).
BACA JUGA:&amp;nbsp;Dubes Ukraina: Saya Puas dengan Hasil 'Misi Perdamaian' Presiden Jokowi
&quot;Presiden yang membungkus upaya gencatan senjata dengan isu besar krisis pangan di negara berkembang menjadi dasar untuk pertemuan langsung wakil dari Ukraina dan Rusia di Turki kemarin tanggal 13 Juli,&quot; kata Hikmahanto dalam keterangannya di Jakarta sebagaimana dilansir dari ANTARA.
Meski hasil pertemuan itu belum diketahui, tetapi telah muncul kesadaran dari pihak-pihak yang bertikai bahwa perang di Ukraina telah memunculkan krisis baru bagi dunia di tengah pandemi Covid-19.
Ia mengatakan pertemuan langsung Rusia-Ukraina perlu terus dijaga momentumnya sampai terjadi gencatan senjata demi menyelamatkan dunia, utamanya negara-negara berkembang.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Diplomasi Jokowi ke Ukraina-Rusia Diharapkan Hasilkan Gencatan Senjata
Menurut Reuters, delegasi militer dari Rusia, Ukraina, dan Turki bertemu pejabat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Istanbul pada Rabu (13/7/2022) untuk memulai pembicaraan tentang kelanjutan ekspor gandum Ukraina dari pelabuhan Laut Hitam Odesa ketika krisis pangan global memburuk.Turki telah bekerja dengan PBB untuk menengahi kesepakatan setelah invasi Rusia di Ukraina pada 24 Februari 2022 telah mengerek harga gandum, minyak goreng, bahan bakar, dan pupuk.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNy8wMS8xLzE0OTk3MS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Ukraina dan Rusia adalah pemasok utama gandum dunia. Rusia juga pengekspor pupuk yang besar, sementara Ukraina adalah produsen minyak jagung dan bunga matahari yang signifikan.
</description><content:encoded>JAKARTA - Kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Jerman, Ukraina dan Rusia untuk mendorong gencatan senjata di Ukraina mulai menunjukkan hasil, kata Guru Besar Hukum Internasional UI Hikmahanto Juwana, Kamis (14/7/2022).
BACA JUGA:&amp;nbsp;Dubes Ukraina: Saya Puas dengan Hasil 'Misi Perdamaian' Presiden Jokowi
&quot;Presiden yang membungkus upaya gencatan senjata dengan isu besar krisis pangan di negara berkembang menjadi dasar untuk pertemuan langsung wakil dari Ukraina dan Rusia di Turki kemarin tanggal 13 Juli,&quot; kata Hikmahanto dalam keterangannya di Jakarta sebagaimana dilansir dari ANTARA.
Meski hasil pertemuan itu belum diketahui, tetapi telah muncul kesadaran dari pihak-pihak yang bertikai bahwa perang di Ukraina telah memunculkan krisis baru bagi dunia di tengah pandemi Covid-19.
Ia mengatakan pertemuan langsung Rusia-Ukraina perlu terus dijaga momentumnya sampai terjadi gencatan senjata demi menyelamatkan dunia, utamanya negara-negara berkembang.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Diplomasi Jokowi ke Ukraina-Rusia Diharapkan Hasilkan Gencatan Senjata
Menurut Reuters, delegasi militer dari Rusia, Ukraina, dan Turki bertemu pejabat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Istanbul pada Rabu (13/7/2022) untuk memulai pembicaraan tentang kelanjutan ekspor gandum Ukraina dari pelabuhan Laut Hitam Odesa ketika krisis pangan global memburuk.Turki telah bekerja dengan PBB untuk menengahi kesepakatan setelah invasi Rusia di Ukraina pada 24 Februari 2022 telah mengerek harga gandum, minyak goreng, bahan bakar, dan pupuk.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNy8wMS8xLzE0OTk3MS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Ukraina dan Rusia adalah pemasok utama gandum dunia. Rusia juga pengekspor pupuk yang besar, sementara Ukraina adalah produsen minyak jagung dan bunga matahari yang signifikan.
</content:encoded></item></channel></rss>
